TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Pertemuan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Deli Serdang membawa pesan tentang hubungan politik dan kepentingan keagamaan. Di tengah agenda pembangunan daerah, kedua pihak berbicara mengenai pembinaan akhlak, Gerakan Deli Serdang Mengaji, hingga penggunaan media sosial. Namun, ukuran penting dari pertemuan itu terletak pada tindak lanjut kerja sama yang dijanjikan, bukan semata-mata pada pernyataan dukungan.
Rombongan DPC PKB Deli Serdang dipimpin Ketua DPC H. Purwaningrum, S.H., yang juga anggota DPRD Deli Serdang. Ia didampingi Sekretaris DPC Dr. Mhd. Hasan Elkholqiyah, S.H., M.H., serta H. Rakhmadsyah, S.H., Sekretaris Dewan Syuro PKB Deli Serdang yang juga duduk di DPRD. Sejumlah pengurus partai turut hadir dalam audiensi tersebut.
Di hadapan pengurus MUI, Purwaningrum menyampaikan komitmen PKB untuk mendukung kegiatan keagamaan dan memperkuat hubungan dengan ulama. Ia menyebut MUI sebagai wadah besar umat Islam yang memiliki peran dalam membimbing kehidupan beragama serta menjaga keharmonisan sosial.
“PKB siap berkolaborasi dan mendukung berbagai kegiatan MUI Deli Serdang. PKB lahir dari rahim perjuangan para ulama, sehingga silaturahmi dan sinergi dengan MUI merupakan bagian penting dari komitmen kami untuk berkontribusi bagi umat dan pembangunan daerah,” ujar Purwaningrum.
Pernyataan itu menempatkan hubungan PKB dengan MUI dalam kerangka kedekatan historis partai tersebut dengan kalangan ulama. Bagi PKB, dukungan terhadap kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari kontribusi politik di daerah. Meski demikian, bentuk kerja sama yang lebih konkret akan menentukan sejauh mana komitmen tersebut dapat dirasakan masyarakat.
Ketua Umum MUI Deli Serdang, Drs. H. Kaya Hasibuan, menyambut kunjungan pengurus PKB. Ia menilai komunikasi antara unsur politik dan ulama diperlukan untuk mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga memperhatikan kehidupan spiritual masyarakat.
Kami berbangga dan menaruh hormat kepada PKB Deli Serdang yang berkenan bersilaturahmi ke MUI. Ini menandakan adanya sinergitas untuk saling mendukung dan mendorong agar pembangunan daerah Deli Serdang semakin baik dan semakin cepat terwujud,” kata Kaya Hasibuan.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan perlu disertai pembinaan akhlak. Pesan tersebut, menurutnya, sejalan dengan arahan Bupati Deli Serdang dalam pelantikan MUI, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan material dan pembangunan spiritual.
Dalam konteks itu, Gerakan Deli Serdang Mengaji menjadi salah satu program yang didorong untuk memperkuat kehidupan religius masyarakat. Kaya meminta gerakan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi diterapkan dalam keseharian umat Islam.
Gerakan Deli Serdang Mengaji perlu terus disosialisasikan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Muara yang ingin kita capai adalah terwujudnya masyarakat yang religius dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Pesan itu membawa konsekuensi pada pelaksanaan program. Keberhasilan gerakan mengaji tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau dukungan lisan, melainkan juga dari keterlibatan masyarakat, kesinambungan pembinaan, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas gerakan mengaji, Kaya menyoroti perilaku masyarakat dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi perlu diimbangi dengan etika, kesantunan, dan tanggung jawab.
Mari kita edukasi masyarakat agar bermedia sosial dengan baik, menyebarkan kebaikan, serta tetap mengedepankan adab dan akhlakul karimah. Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana menyebarkan kebencian dan permusuhan,” katanya.
Pesan tersebut relevan dengan meningkatnya peran media sosial dalam membentuk opini publik. Perbedaan pendapat kerap berkembang menjadi pertikaian ketika tidak disertai sikap saling menghormati. Karena itu, pembinaan etika digital membutuhkan keterlibatan ulama, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan unsur pendidikan.
Namun, seruan untuk bermedia sosial secara bijak akan lebih berarti apabila disertai pendidikan yang berkelanjutan. Nilai keagamaan perlu diterjemahkan ke dalam perilaku nyata, termasuk ketika masyarakat menyampaikan kritik, menanggapi kebijakan pemerintah, atau menghadapi perbedaan pandangan politik.
dalam audiensi tersebut, DPC PKB menyerahkan sejumlah Al-Qur’an kepada MUI Deli Serdang. Penyerahan itu dimaksudkan sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Deli Serdang Mengaji dan upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kitab suci umat Islam.
Bantuan tersebut memperlihatkan salah satu bentuk dukungan partai terhadap kegiatan keagamaan. Akan tetapi, keberlanjutan program tetap membutuhkan langkah yang terukur, mulai dari penyebaran bahan bacaan, pembinaan masyarakat, hingga penguatan kegiatan mengaji di lingkungan keluarga dan komunitas.
Kolaborasi antara partai politik dan lembaga keagamaan dapat memberikan manfaat apabila dijalankan dengan tujuan yang jelas. Dukungan politik diharapkan memperkuat kegiatan sosial-keagamaan, sedangkan ulama dapat menjalankan fungsi pembinaan umat secara independen dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Kunjungan PKB ke kantor MUI juga berkaitan dengan rencana Pengukuhan dan Rapat Kerja PKB Deli Serdang yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026 di Graha Bhinneka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam. Dalam pertemuan itu, jajaran PKB memohon doa agar kegiatan berjalan lancar.
Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal partai untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kontribusi kepada masyarakat. Hubungan dengan MUI turut mendapat perhatian karena ulama memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Deli Serdang.
Meski demikian, hubungan baik antara partai dan lembaga keagamaan idealnya tidak berhenti pada kunjungan, dukungan, atau pertukaran pesan. Komitmen yang disampaikan perlu diterjemahkan ke dalam program bersama yang jelas, berkelanjutan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(Ilham Gondrong)














