Bitung | Tribuneindonesia.com – Kegiatan Tabligh Akbar Penutupan Arbain Maulid Nabi Muhammad SAW yang di gelar Majelis Dzikir Wala’lim Al Haudh Sulut di hadiri langsung Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., Bertempat di Markas Al Haudh, Jl. Aerujang Giper Kota Bitung, Sabtu (17/10/26).
Kegiatan Akbar tersebut di awali dengan pembacaan Barzanji oleh Majelis Dzikir bersama para Habib serta Ustadzh juga pemuka agama yang hadir.
Sambutan yang di bawakan langsung oleh Profesor Dr. Muhammad Bahruddin mengulas terkait perjalanan Rosulullah (hijrah) sampai Mi’rajnya serta Perilaku akhlak Rosul yang mulia.
Kapolres Bitung beserta jajaran, Kasi Humas Abdul Natip Anggai, Kapolsek Ranowulu, IPTU Teguh Pambudi, S.Sos., juga Pemerintah Kota, Randito Maringka, S.Sos beserta Pimpinan BUMD, Camat serta Lurah Girian Permai terpantau di lokasi mengikuti jalannya kegiatan.
Dalam sambutannya, Kapolres Bitung mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar, khususnya terkait ketersediaan Pertalite di wilayah Sulawesi Utara.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Integrated Terminal Pertamina Bitung, stok BBM disebut masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu oleh kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya informasi mengenai kelangkaan BBM.
Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola terminal Pertamina Bitung untuk memastikan kondisi persediaan sekaligus memantau kelancaran distribusi BBM ke berbagai wilayah di Sulawesi Utara.
Kapolres juga menyampaikan bahwa kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bitung. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat penambahan pasokan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan. Berdasarkan koordinasi kami dengan pihak Pertamina, stok BBM masih tersedia. Kami juga melakukan pemantauan agar penyaluran dari terminal Pertamina Bitung ke wilayah Sulawesi Utara dapat berjalan lancar,”
ujar Kapolres.
Dirinya menegaskan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berlangsung tertib dan kebutuhan masyarakat tetap terlayani. Warga pun diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya serta melakukan pembelian secara bijak.
Selain membahas ketersediaan BBM, Kapolres turut menyoroti pentingnya sinergi antara ulama dan umara atau unsur pemerintahan dalam menjaga kehidupan masyarakat.

Menurutnya, ulama berperan dalam membina keimanan, sedangkan aparat pemerintahan dan kepolisian bertanggung jawab menjalankan tugas sesuai ketentuan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain itu, Kapolres mengajak masyarakat untuk menyeimbangkan pengamalan nilai-nilai agama dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Menurutnya, kedua hal tersebut dapat menjadi landasan dalam membentuk kehidupan yang tertib, aman, dan harmonis.
Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan generasi muda. Ia meminta orang tua dan keluarga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, membawa senjata tajam, maupun mengikuti tawuran antarkelompok.
“Saya berharap para orang tua dapat mengawasi dan membimbing anak-anaknya agar menjauhi narkoba, tidak membawa senjata tajam, serta tidak terlibat tawuran. Kami juga mengimbau agar anak-anak yang berkendara selalu menggunakan helm demi melindungi keselamatan mereka,”
tegasnya.
Menurut Kapolres Arie, penggunaan helm merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Anak-anak dan remaja juga membutuhkan pendampingan agar lebih memahami bahaya berkendara secara tidak tertib.
Ia menambahkan, imbauan yang disampaikan kepolisian merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat, bukan untuk membatasi kebebasan warga tanpa alasan. Peraturan dibuat untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kepentingan bersama.
Kapolres Arie berharap masyarakat Kota Bitung terus membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar, memperkuat hubungan antara keluarga dan aparat, serta bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah masing-masing.
Menutup sambutannya, AKBP Arie menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Bitung. (kiti)













