Bitung | Tribuneindonesia.com – Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., mewakili Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., menghadiri acara penutupan rangkaian kegiatan Akbar Maulid Arbain Nabi Muhammad SAW.
Agenda keagamaan penuh khidmat tersebut berlangsung di Markas Al Haudh, Jalan Aerujang, Kelurahan Giper, Kota Bitung.
Pemerintah Kota Bitung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan tersebut.
Pemerintah menilai lantunan salawat serta dzikir yang menggema sepanjang acara menjadi momentum krusial untuk memperkuat keimanan, persatuan, dan kerukunan antarwarga.
Randito Maringka menyampaikan hal tersebut saat membawakan sambutan resmi di hadapan para tamu undangan dan jamaah.
Ia mengawali arahannya dengan menyampaikan salam hormat dan hangat dari Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E, kepada seluruh ulama, tokoh agama, jajaran pejabat pemerintah, serta masyarakat yang hadir.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota secara khusus memberikan penghormatan kepada Guru Besar Profesor Dr. Muhammad Bahruddin yang telah memberikan tausiah menyejukkan.
Penghormatan senada juga ia tujukan kepada Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., para habib, ustadzh, anggota DPRD, tokoh masyarakat, pimpinan BUMD, hingga jajaran perangkat daerah yang turut hadir.
Mewakili Pemerintah Kota Bitung, Randito menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada seluruh panitia pelaksana, tokoh agama, serta jamaah. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi dan kesungguhan mereka dalam menjalankan serta meramaikan agenda ibadah tersebut.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, para tokoh agama, dan jamaah yang dengan penuh istiqomah selama 40 malam berturut-turut telah memakmurkan majelis yang mulia ini,”
ujar Randito mengapresiasi keteguhan para jamaah.
Menurut Randito, gema salawat dan dzikir yang terlantun sepanjang pelaksanaan Maulid Arbain bukan sekadar ritual ibadah rutin. Lebih dari itu, rangkaian dzikir tersebut diharapkan mampu menghadirkan ketenangan jiwa sekaligus memperkokoh fondasi spiritual masyarakat Kota Bitung.
Ia menegaskan kembali bahwa Kota Bitung pada hakikatnya merupakan rumah bersama bagi seluruh warga dari pelbagai latar belakang yang beragam. Oleh karena itu, ia mengimbau agar semangat kebersamaan, toleransi, dan keharmonisan senantiasa dijaga demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang aman serta damai.
Randito berharap penutupan Arbain Maulid Nabi Muhammad SAW ini mampu menjadi momentum penting untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah. Momen spiritual ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan warga terhadap nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian di tengah kehidupan sehari-hari.
Di samping menyampaikan pesan-pesan keagamaan, Randito secara khusus mengimbau warga masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran rumah. Ia meminta masyarakat memastikan seluruh peralatan listrik yang tidak terpakai telah padam sebelum bepergian meninggalkan rumah.
Peringatan kewaspadaan tersebut disampaikan Randito menyusul musibah kebakaran yang baru saja melanda wilayah Kecamatan Aertembaga, tepatnya di Kelurahan Pateten I dan Pateten II.
Berdasarkan data yang ia sampaikan dalam sambutannya, insiden tersebut telah berdampak pada sekitar 17 unit rumah warga.
Randito mengutarakan rasa prihatin dan empati yang mendalam dari jajaran pemerintah daerah kepada seluruh keluarga yang menjadi korban bencana tersebut.
Ia mengajak warga yang memiliki rezeki lebih dan berniat memberikan donasi agar berkoordinasi langsung dengan pihak pemerintah setempat.
“Apabila ada jamaah atau masyarakat yang ingin memberikan bantuan, kami berharap dapat berkoordinasi dengan pemerintah agar penyalurannya tepat sasaran dan bisa membantu keluarga yang terdampak kebakaran,”
ungkap Randito menekankan pentingnya efektivitas penyaluran bantuan.
Guna meringankan beban para korban, Randito menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah bergerak cepat mengambil langkah-langkah darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung telah menyalurkan bantuan mendesak berupa tenda darurat di lokasi kejadian.
Selain itu, jajaran Perumda Bangun Bitung juga telah melakukan koordinasi teknis terkait opsi penyediaan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen nyata pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
Menutup arahannya, Randito mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bitung untuk terus merawat keharmonisan dan menjaga persatuan daerah.
Ia berharap semangat kepedulian yang terbangun lewat Penutupan Arbain Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun Bitung yang damai, rukun, dan toleran. (kiti)














