Bitung | Tribuneindonesia.com – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bitung kini menempuh alur baru yang menitikberatkan pada tindakan preventif, Selesa (06/10/26).
Kepolisian Resor Bitung memilih untuk terjun langsung ke lapangan guna membangun hubungan yang erat dengan warga ketimbang menunggu timbulnya gangguan keamanan.
Langkah konkret tersebut direalisasikan lewat peluncuran program bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Melalui inisiatif ini, jajaran kepolisian menjangkau sejumlah lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh penjuru Kota Bitung.
Petugas kepolisian mendatangi para siswa dengan mengusung pola pendekatan yang humanis, edukatif, dan penuh ruang dialog.
Kehadiran aparat di area sekolah bertujuan untuk memangkas jarak serta menghilangkan kesan kaku antara polisi dan pelajar.
Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian tidak sekadar memberikan arahan terkait ketertiban. Mereka membuka ruang diskusi interaktif agar para siswa dapat secara bebas menyampaikan pertanyaan, keluh kesah, maupun persoalan yang sedang dihadapi.
Fokus pembinaan diarahkan pada pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan dinamika interaksi sosial.

Polisi menyuntikkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya disiplin, etika bergaul, toleransi, serta kecakapan dalam memanfaatkan media sosial secara bijak.
Pihak kepolisian menempatkan para pelajar pada posisi yang sangat krusial dalam ekosistem keamanan daerah. Polres Bitung memandang siswa bukan sekadar sasaran imbauan, melainkan mitra strategis untuk menciptakan suasana wilayah yang kondusif.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya membangun keterikatan antara polisi dan warga melalui interaksi yang tulus.
Ia menginginkan kehadiran aparat kepolisian dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kami ingin Polisi hadir bukan hanya ketika ada masalah. Kami ingin hadir lebih dekat, mendengar dan berdialog bersama masyarakat, termasuk anak-anak kita di sekolah. Dari komunikasi yang baik, akan tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan, kita bisa bersama-sama menjaga keamanan,”
ujar Kapolres Bitung.
Arie Sulistyo Nugroho juga menggarisbawahi bahwa pembinaan pelajar merupakan investasi sosial jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Pelajar memegang peranan kunci dalam menentukan arah masa depan Kota Bitung pada tahun-tahun mendatang.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Mari kita jaga bersama. Polisi, guru, orang tua dan masyarakat harus berjalan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan positif bagi mereka,”
tambahnya.
Melalui program ini, Polres Bitung mendorong para pelajar untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor ketertiban di lingkungan masing-masing.
Pelajar diimbau untuk tidak mudah terprovokasi, menyelesaikan konflik secara damai, serta selalu mematuhi aturan hukum yang berlaku.
Gerakan POLSAMA menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memperkuat citra institusi yang responsif dan makin dekat dengan warga. Polres Bitung menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan wilayah bukanlah tugas tunggal aparat semata.
Sinergi antara polisi, pihak sekolah, orang tua, dan generasi muda menjadi fondasi utama dalam mewujudkan stabilitas daerah.
Kerja sama seluruh elemen ini diharapkan mampu memelihara Kota Bitung agar tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan nyaman bagi semua pihak. (kiti)














