
RAJA AMPAT – TribuneIndonesia.com – Kebakaran hutan yang terjadi di Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, hingga Selasa, 22 September 2026, belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 5 detik yang diterima media ini, terlihat sejumlah warga Samate berupaya memadamkan api yang telah menyebar di sejumlah titik.
Dengan peralatan seadanya, warga membentuk tim kecil untuk mencari dan mengantisipasi titik-titik api yang berpotensi kembali menyala.
Berdasarkan keterangan warga dalam rekaman audiovisual tersebut, pembentukan tim kecil dilakukan atas arahan Anggota DPRK Raja Ampat, Islawati Sabale, yang merupakan warga Kampung Samate.
“Jadi kami bentuk tim kecil untuk mencegah potensi api yang menyebar,” ujar warga dalam rekaman video tersebut.
Warga menjelaskan, tim tersebut secara khusus bergerak mencari titik-titik api yang masih berpotensi menyala kembali.
Upaya itu dilakukan setelah kebakaran berlangsung kurang lebih selama satu minggu.
“Tim kecil ini diutus langsung oleh Anggota DPRK Raja Ampat asal Partai Demokrat,” ungkap warga tersebut.
Menurut warga, tim mulai bergerak pada 16 September 2026 untuk menyisir lokasi dan mencari titik api yang berpotensi kembali membesar.
Hingga Selasa, 22 September 2026, warga mengaku masih belum berhasil memadamkan seluruh titik api yang telah menyebar.
Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan segera turun tangan bersama masyarakat untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Kami meminta pihak yang memiliki kewenangan segera turun bersama warga untuk memadamkan api tersebut,” ujar warga.
Warga juga mengkhawatirkan api semakin meluas dan merambah kawasan kebun serta lahan milik masyarakat.
“Kami berharap jangan sampai api memakan kebun dan lahan. Kami berharap BPBD segera mengambil tindakan sesuai SOP yang berlaku untuk mencegah api semakin menyebar,” tandasnya.
Situasi kebakaran yang berlangsung selama berhari-hari ini menjadi perhatian warga karena titik api masih ditemukan di sejumlah lokasi. Warga pun berharap penanganan tidak hanya mengandalkan kemampuan masyarakat dengan peralatan seadanya, tetapi segera mendapat dukungan dari instansi terkait.

















