Bireuen/Tribuneindonesia.com
Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., turun langsung menjenguk para korban yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD dr. Fauziah Bireuen. Selain itu, Kapolres juga meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kuala Lancok, Kabupaten Bireuen, Kamis, 17 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Yulhendri menyampaikan keprihatinan dan empati kepada para korban beserta keluarga. Ia memastikan para korban mendapatkan penanganan medis secara optimal serta pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Kapolres juga menyerahkan bantuan berupa susu kemasan kepada para siswa yang menjalani perawatan.
“Kami sangat prihatin atas kejadian yang dialami para korban. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dengan baik. Kami juga meminta kepada orang tua dan guru untuk terus memberikan semangat kepada anak-anak agar tidak mengalami trauma dan tetap semangat mengikuti kegiatan belajar,” ujar AKBP Yulhendri usai menjenguk para korban
Ia menegaskan bahwa Polres Bireuen akan menangani kejadian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan melakukan pemeriksaan dan penanganan secara profesional. Apabila nantinya ditemukan adanya unsur tindak pidana, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, saat meninjau Dapur SPPG Kuala Lancok, Kapolres berkoordinasi dengan pengelola SPPG dan pihak terkait mengenai proses penyediaan serta pendistribusian makanan MBG.
Ia menekankan pentingnya evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, pengolahan dan pemasakan, pengemasan, hingga pendistribusian kepada para penerima manfaat.
“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Aspek kebersihan dan keamanan pangan juga harus menjadi perhatian utama, mulai dari bahan baku sampai makanan diterima oleh penerima manfaat. Jangan sampai ini terulang kembali,” tegasnya.
















