Bitung | Tribuneindonesia.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bitung terus memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda untuk membendung dampak negatif penyebaran informasi palsu, Jumat (18/09/26).
Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembekalan nilai kejujuran dan etika bermedia sosial yang ditujukan langsung kepada para pelajar SMK Polaris Bitung.
Kepala Dinas Kominfo Kota Bitung, Altin Abraham Tumengkol, S.IP., M.Si., hadir secara langsung sebagai narasumber utama dalam kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut.
Di hadapan puluhan jajaran Pramuka Penegak Gugus Depan (Gudep) 04.289-04.290, Altin memaparkan materi berbobot mengenai Dampak Penyalahgunaan Media Sosial di Masyarakat.
Dalam pemaparannya, Altin menekankan pentingnya menanamkan sikap antikorupsi dan kejujuran sejak usia dini.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak membiasakan diri berbuat dusta, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berinteraksi di ruang digital yang rawan manipulasi.

Menurut Altin, kemajuan teknologi informasi saat ini menjadi pisau bermata dua bagi para remaja. Jika tidak menyaring informasi dengan bijak, generasi muda dapat dengan mudah terjebak menyebarkan berita bohong (hoax), melakukan ujaran kebencian, hingga memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Diskominfo Bitung secara aktif merangkul gerakan Pramuka sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.
Melalui edukasi interaktif ini, para peserta diajak untuk memanfaatkan media sosial secara cerdas, produktif, serta senantiasa menyebarkan konten positif yang mengedukasi.
Kegiatan pembekalan literasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan komitmen bersama dari para Pramuka Penegak SMK Polaris Bitung.
Mereka berjanji untuk menjadi pelopor pengguna media sosial yang santun, jujur, serta bertanggung jawab di Kota Bitung. (kiti)




















