SIMEULUE Tribune Indonesia.com Maraknya aksi pemboman ikan di perairan Kabupaten Simeulue yang viral di media sosial memicu sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Anggota DPRA, Ir. Iskandar, mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas tanpa kompromi guna memberantas praktik illegal fishing yang kian meresahkan tersebut.
Iskandar menegaskan bahwa laut Simeulue adalah urat nadi perekonomian masyarakat pesisir. Pembiaran terhadap aksi perusakan ekosistem ini tidak hanya merusak terumbu karang, tetapi juga mematikan mata pencaharian nelayan lokal.
“Semua pihak harus bersinergi memberantas illegal fishing di Aceh, khususnya Simeulue. Pengawasan dan penegakan hukum di laut adalah harga mati demi memberikan rasa aman bagi nelayan,” tegas Iskandar, Rabu (16/9/2026)
Secara khusus, Iskandar menuntut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh bersama Pangkalan PSDKP Lampulo KKP RI tidak sekadar responsif saat kasus meledak di media sosial. Pengawasan laut harus dilakukan secara berkala dan intensif untuk memutus rantai kejahatan tersebut sejak dini” pintanya.
Ia juga menyentil DKP Kabupaten Simeulue agar tidak pasif dan lebih proaktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Menurutnya, perlindungan ekosistem laut hari ini adalah penentu keberlanjutan hidup generasi mendatan
” fungkas Iskandar.





















