TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Bilangan 3,5 tercatat pada pemeriksaan hemoglobin Khairullah Kohar, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuk Pakam. Tubuhnya lemas, wajah pucat, disertai sesak. ia lalu mendapat perawatan di RSUD Haji Amri Tambunan pada Selasa, 25 Agustus 2026. Bilangan itu jauh dari kondisi normal dan segera membutuhkan transfusi darah.
Khairul datang bersama keluarganya setelah kondisi fisiknya menurun. Direktur Utama RSUD Haji Amri Tambunan, Erlinda, mengatakan kadar Hb Khairul telah naik setelah transfusi. Pemeriksaan darah dan ultrasonografi abdomen juga telah dilakukan. Tim medis masih menelusuri penyebab kondisi tersebut.
di balik catatan medis itu ada cerita lain. pemeriksaan sebelumnya menemukan dugaan pembengkakan limpa. namun pemeriksaan lanjutan tertahan biaya. Keluarga memilih menunggu, sementara kondisi Khairul terus membutuhkan perhatian.
Ibunda Khairul mengatakan anaknya beberapa kali tiba-tiba jatuh. Keluhan pusing juga muncul. Setelah mendapat perawatan dan transfusi, kondisi itu mulai mereda. Khairul bilang dadanya sudah lebih enak dan pusingnya juga berkurang,” ujar ibunya.
Khairul merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia tinggal di Jalan Galang, Kelurahan Cemara. di sekolah, tubuhnya terlihat lebih kecil dibandingkan teman seusianya. namun ia tetap mengikuti kegiatan belajar dan aktivitas sekolah.
Kondisi fisik itulah yang lebih dulu menarik perhatian dr H Asri Ludin Tambunan saat meninjau kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Lubuk Pakam. Ia bertanya kepada guru mengenai kondisi Khairul. Pihak sekolah lalu menyampaikan bahwa siswa itu memiliki persoalan kesehatan.
Perhatian tersebut berlanjut ketika Asri Ludin bersama Jelita Asri Ludin Tambunan datang melihat Khairul di rumah sakit. Pertemuan berlangsung bersama orang tua Khairul, sementara tim medis menyampaikan perkembangan pemeriksaan. dia anak pintar dan tetap aktif,” ujar Asri Ludin
ada satu persoalan yang segera diselesaikan.biaya. Khairul telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran atau PBI. Iuran kepesertaan itu dibayarkan melalui anggaran daerah, sehingga keluarga tidak perlu menanggung biaya perawatan sesuai ketentuan kepesertaan.
namun biaya bukan satu-satunya perkara. Penyebab Hb yang sangat rendah masih perlu ditelusuri. Riwayat pembengkakan limpa juga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. dari sini, persoalan Khairul tidak berhenti pada transfusi darah. Dokter masih harus mencari sumber masalah yang membuat tubuh anak itu berada pada kondisi kritis.
Erlinda mengatakan pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memperoleh gambaran kesehatan Khairul secara lebih menyeluruh. hasil pemeriksaan itulah yang nantinya menentukan langkah medis berikutnya.
Kisah Khairul memperlihatkan bagaimana sebuah kondisi kesehatan bisa luput dari penanganan lebih cepat ketika biaya ikut membatasi akses pemeriksaan. Sekolah mengetahui kondisi fisiknya. Keluarga juga telah membawa Khairul ke fasilitas kesehatan. tetapi pemeriksaan lanjutan sempat tertunda.
Kini Khairul berada di rumah sakit dengan akses perawatan yang lebih lengkap. Transfusi telah menaikkan kadar Hb. Pemeriksaan juga terus berjalan.(Ilham Gondrong)

























