Hutama Karya Buka Peluang UMKM Saree Berusaha di Rest Area Tol Sibanceh

- Editor

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh – PT Hutama Karya (Persero) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh), salah satunya dengan membuka peluang bagi pelaku UMKM, termasuk pedagang di kawasan Saree, Aceh Besar, untuk mengembangkan usahanya di rest area Tol Sibanceh.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Hutama Karya untuk memperluas manfaat keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), tidak hanya dalam meningkatkan konektivitas dan efisiensi perjalanan, tetapi juga dalam membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Seiring beroperasinya Jalan Tol Sibanceh, terjadi perubahan pola perjalanan sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan melalui kawasan Saree. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Hutama Karya, khususnya dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi dan UMKM di kawasan tersebut.

Salah seorang pedagang di Saree, Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa arus kendaraan yang melintasi kawasan tersebut mengalami penurunan setelah beroperasinya jalan tol. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas usaha yang selama ini bergantung pada pengguna jalan yang singgah di kawasan Saree.

Sebagai tindak lanjut, Hutama Karya melalui Regional Sumatera Bagian Utara melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kabupaten Aceh Besar pada Jumat (21/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Section Head Keuangan Regional Sumatera Bagian Utara, Yunus Fitriawan, dan Section Manager Tol Sibanceh, Bima Cahyo Gavian, serta Kepala Diskopukmdag Kabupaten Aceh Besar Drs. Sulaimi, M.Si. beserta jajaran.

Kepala Regional Sumatera Bagian Utara PT Hutama Karya (Persero), Taufiq Hidayat, mengatakan bahwa pembangunan Jalan Tol Sibanceh pada prinsipnya bertujuan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan efisiensi perjalanan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

“Perubahan pola perjalanan merupakan hal yang dapat terjadi seiring hadirnya infrastruktur baru. Yang penting bagi kami adalah bagaimana peningkatan konektivitas ini juga dapat membuka peluang ekonomi baru. Karena itu, kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan agar manfaat Jalan Tol Sibanceh dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” terangnya.

Untuk tetap menjaga keseimbangan, lanjutnya, Hutama Karya tengah menyiapkan skema untuk memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM Saree agar dapat memanfaatkan ruang usaha yang tersedia di rest area Tol Sibanceh.

Baca Juga:  Pemkab Deli Serdang Segel Perusahaan Tak Berizin, Asistensi Dua Perusahaan Lain untuk Patuh Hukum

“Kami membuka peluang bagi pelaku UMKM, termasuk dari kawasan Saree, untuk dapat mengembangkan usahanya di _rest area_Tol Sibanceh. Salah satu skema yang sedang kami siapkan adalah alokasi 30% kios UMKM, atau sekitar tiga kios pada setiap _rest area_, yang dapat difasilitasi tanpa biaya sewa melalui mekanisme kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan Hutama Karya,” ujar Taufiq.

Selain skema tersebut, Hutama Karya juga menyiapkan alternatif berupa pemberian keringanan biaya sewa sebesar 50% selama satu tahun bagi tenant UMKM lainnya sesuai mekanisme dan ketentuan pengelolaan rest area.

Menurut Taufiq, Hutama Karya juga mendorong keterlibatan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Dekranasda agar produk unggulan daerah, mulai dari kuliner hingga kerajinan khas Aceh, dapat semakin banyak hadir di rest area dan dikenal oleh pengguna jalan tol.

“Rest area kami harapkan tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi etalase produk dan potensi daerah. Karena itu, kami ingin membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah agar UMKM lokal dapat memperoleh pasar baru dari pengguna Jalan Tol Sibanceh,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Hutama Karya akan menyiapkan roadmap, rencana tata letak _(layout)_, rancangan kerja sama, serta mekanisme pelaksanaan yang selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Diskopukmdag Kabupaten Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si., menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kondisi pelaku usaha dan UMKM di kawasan Saree juga telah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten dan DPRK Aceh Besar.

“Pada prinsipnya, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Aceh Besar sangat mendukung dan berterima kasih atas perhatian Hutama Karya terhadap pengembangan UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Sulaimi.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terlebih dahulu akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha dan UMKM di kawasan Saree. Pendataan diperlukan agar program yang disiapkan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, mengingat pelaku usaha di kawasan tersebut berasal dari berbagai wilayah.

Selanjutnya, Diskopukmdag Aceh Besar akan menyampaikan rencana tersebut kepada Bupati Aceh Besar serta memfasilitasi pembahasan lebih lanjut antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Hutama Karya untuk membahas mekanisme serta aspek teknis pelaksanaannya.

Berita Terkait

PTPN IV PalmCo Regional VI memulai langkah nyata!  248 pohon ditanam, 2.000 bibit ikan ditebar, 310 burung dilepas di Desa Alue Gading. 
Setelah Dioperasikan Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan akan diberlakukan tarif
Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya
Hutama Karya Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL Melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan
PSR Bukan Program Bagi-Bagi Lahan dan Tanpa Aturan. Petani Wajib Ikuti Mekanisme dan Regulasi Pemerintah
Lakukan Pemeliharaan Oprit Jembatan Batang Serangan, Hutama Karya Uji Coba Contraflow di KM 55 Tol Binjai–Langsa
Bencana Terus Mengancam, Pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin Sangat Mendesak
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Jalan Ikuti Rambu dan Arahan Petugas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:32

Kawasan Ekonomi Khusus Bitung Jadi Saksi Aksi Jalan Sehat Merdeka Walk Challenge 81K

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:36

Dan Kodaeral VIII dan Jalasenastri Hadiri Penyerahan Jenazah Karumkital dr. Wahyu Slamet Bitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:13

​Sinergi Polri dan Pertamina: Pastikan Pasokan Energi Kota Bitung Bebas Gangguan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:05

Kapolda Bali Tegaskan Benteng Ideologi Personil Harus Kuat Hadapi Radikalisme 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:46

Kodam IX/Udayana Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Keselamatan dan Pemulihan Pascagempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:42

Polres Bireuen Sukseskan Jalannya Pawai Karnaval Semarak HUT Ke-81 RI Dipusat Kota Juang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:17

Kapolres Bireuen Mengikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT Ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:29

​Momentum HUT ke-81 RI: Satrol Kodaeral VIII dan Pemkot Bitung Galang Semangat Gotong Royong

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Hutama Karya Buka Peluang UMKM Saree Berusaha di Rest Area Tol Sibanceh

Sabtu, 22 Agu 2026 - 07:03

Sosial

Menguji Janji Mebidang

Sabtu, 22 Agu 2026 - 04:45

Pemerintahan dan Berita Daerah

Sentra ABK Pagar Merbau ! Janji Layanan, Data yang Belum Tuntas

Sabtu, 22 Agu 2026 - 03:51