Bitung | Tribuneindonesia.com – Kepolisian Resor (Polres) Bitung terus memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat guna menjaga stabilitas keutamaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini ditandai dengan diterimanya kunjungan silaturahmi dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Kota Bitung di Markas Polres Bitung, Jumat (21/8/26).
Kedatangan jajaran pengurus Senkom tersebut disambut langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H. Pertemuan strategis ini memfokuskan pembahasan pada pemeliharaan kondisi wilayah yang kondusif di seluruh daerah hukum Kota Bitung.
Dalam dialog tertutup itu, AKBP Arie Sulistyo Nugroho menegaskan bahwa jajarannya senantiasa mengedepankan pendekatan preemtif dan humanis. Pihaknya memilih mengutamakan edukasi berkesinambungan sebelum menerapkan langkah penindakan hukum secara tegas terhadap para pelanggar aturan.
Polres Bitung merancang strategi pencegahan yang menargetkan pemberian pemahaman langsung kepada warga. Langkah ini bertujuan agar ketertiban umum serta keselamatan berlalu lintas dapat terwujud atas kesadaran bersama, bukan sekadar ketakutan akan sanksi.
Secara khusus, Kapolres menyoroti peranan generasi muda yang dinilai menjadi kunci utama penjaga kondusivitas di tingkatan basis. Ia mendorong pembagian peran pembinaan pemuda secara merata pada setiap wilayah pemukiman di Kota Bitung.
Mengenai kedisiplinan berlalu lintas, jajaran kepolisian menggarisbawahi pentingnya kepatuhan para pengendara sepeda motor. Penggunaan helm berstandar SNI dan pemenuhan kelengkapan kendaraan menjadi perhatian utama demi menekan tingkat fatalitas akibat kecelakaan.
Kapolres mengingatkan para pengguna jalan agar tidak meremehkan aturan keselamatan walau hanya menempuh jarak dekat. Pasalnya, musibah lalu lintas dapat terjadi kapan saja tanpa memandang lokasi maupun jarak tempuh.
Membedah peta kerawanan tindak pidana, AKBP Arie mengungkapkan bahwa mayoritas kasus penganiayaan di wilayahnya berawal dari konsumsi minuman keras berlebihan. Kebiasaan buruk ini kerap memicu lepasnya kontrol emosi di tengah kumpul warga.
Selain menjadi pemicu utama aksi kejahatan, konsumsi minuman keras menyimpan bahaya serius dari kacamata medis. Kebiasaan ini meningkatkan risiko penyakit fatal seperti hipertensi, stroke, hingga berujung pada kematian mendadak.

”Faktor utama terjadinya penganiayaan adalah minuman keras. Selain memicu kejahatan, dari sisi kesehatan minum miras itu menimbulkan banyak penyakit seperti tensi naik hingga stroke. Saya minta tolong sosialisasikan ini ke masyarakat karena saya sayang sama masyarakat Bitung, torang semua bersaudara,”
ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho.
Melalui kolaborasi lintas sektor bersama Senkom Kota Bitung, Polres Bitung menggejot penyebaran imbauan Kamtibmas serta kampanye pola hidup sehat. Pesan edukatif ini diharapkan mampu meresap mulai dari lingkungan keluarga hingga tetangga terdekat.
Komitmen ini diusung guna merealisasikan slogan “Polres Bitung Sehat” sebagai wujud kepedulian nyata. Pendekatan tersebut berlandaskan prinsip persaudaraan erat yang menjadi kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara.
”Harapan saya rekan-rekan Senkom dapat membantu menyampaikan imbauan ini. Intinya kita memberikan edukasi dan pembelajaran yang humanis sebelum melakukan penindakan, karena kita ingin masyarakat selamat dan mentaati aturan,”
tutur Kapolres menambahkan.
Tak hanya itu, pihak kepolisian mendorong pemanfaatan sarana komunikasi darurat Call Center 110 secara optimal. Masyarakat diimbau segera menghubungi saluran resmi tersebut saat membutuhkan bantuan cepat kepolisian di lapangan.
Sistem Call Center 110 akan merekam setiap laporan secara otomatis untuk mengevaluasi respons serta kualitas pelayanan personel. Anggota Senkom diminta memanfaatkan fasilitas ini secara bijak dan bertanggung jawab demi mempercepat penanganan potensi gangguan keamanan.

”Untuk percepatan penanganan di wilayah, manfaatkan layanan 110 dengan menyebutkan identitas anggota Senkom. Jika ada hal mencurigakan sebelum terjadi tindak pidana, segera laporkan agar petugas cepat merespons. Namun jika sudah terjadi kejahatan seperti pencurian, bantu penangkapan bersama masyarakat dengan catatan penting: rekan-rekan harus menahan diri dan emosi, jangan pernah melakukan aksi main hakim sendiri,”
tegas Kapolres.
Merespons arahan tersebut, Ketua Senkom Provinsi Sulawesi Utara, Nurdin Bandu, menyambut positif langkah Polres Bitung. Ia menegaskan komitmen penuh organisasinya dalam menopang tugas-tugas kepolisian serta penanganan kebencanaan di kawasan Sulut.
Nurdin menginstruksikan seluruh jajaran Senkom daerah untuk aktif memberikan pencerahan hukum kepada warga. Pendekatan persuasif ini mengedukasi masyarakat mengenai risiko serta dampak hukum dari setiap bentuk pelanggaran sejak dini.
Tidak hanya berfokus pada pencegahan kejahatan, personil Senkom di berbagai titik siap siaga merespons potensi bencana alam. Mereka menerjunkan anggota secara cepat saat terjadi banjir, peristiwa pohon tumbang, hingga musibah angin kencang di permukiman.
Mengenai koordinasi operasional, Senkom terus merawat tradisi pelaporan check-in/check-out pada jajaran Kepolisian Sektor (Polsek). Pola ini disesuaikan dengan dinamika profesi masing-masing anggota agar penyaluran informasi awal dan penugasan di lapangan berjalan efektif serta tepat sasaran.
Giat silaturahmi yang turut dihadiri Kasi Humas Polres Bitung Abdul Natib Anggai, Wakil Ketua Senkom Bones dan Tamrin, serta Humas Senkom Provinsi Kusmayadi Kadir ini resmi berakhir pada pukul 18.00 WITA dan ditutup dengan sesi foto bersama. (kiti)
























