Guru adalah Pahlawan Sesungguhnya yang Membangun Peradaban Bangsa

- Editor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Guru adalah pahlawan terkuat bagi kemajuan bangsa. Tidak boleh satu hari pun negara ini mengabaikannya. Ketika sejarah mencatat sebuah bangsa mengabaikan pendidik, menutup mata terhadap nasib mereka, maka mimpi-mimpi besar negeri itu hanyalah bayangan yang perlahan hilang — dan peradabannya akan berakhir. Selasa, 11 Agustus 2026

Sungguh ironis, sungguh menyakitkan hati, namun inilah kenyataan yang harus diucapkan: guru bukanlah percobaan, bukan beban anggaran, bukan hal yang bisa diundur atau diabaikan. Di mana-mana di dunia ini, peradaban yang berdiri tegak dan dihormati selalu menempatkan guru di tempat paling mulia, mensejahterakan mereka dengan sungguh-sungguh, dan memahami bahwa dari tangan merekalah masa depan lahir.

Guru harus diberikan gaji yang besar dan kesejahteraan yang layak — hal itu tidak boleh diganggu gugat, adalah keharusan mutlak bagi bangsa ini.

Bukan berarti militer tidak penting. Bukan berarti pertahanan negara tidak dijaga. Tetapi kekuatan senjata tanpa kecerdasan rakyat adalah kekuatan yang kosong. Yang sesungguhnya membawa bangsa maju, yang menciptakan inovasi, yang membuka terobosan baru di segala bidang — adalah guru.

Lihatlah Israel, negara yang kecil dan miskin sumber daya alam, namun menjadi salah satu pusat teknologi dan ilmu pengetahuan dunia. Kuncinya bukan pada senjatanya semata, tetapi pada sistem pendidikan yang dijunjung tinggi dan para pendidik yang dihargai serta disejahterakan.

Lihatlah Amerika Serikat, kemajuannya tidak hanya dari kekuatan ekonominya, tetapi karena sistemnya menempatkan pendidikan dan pengajar sebagai fondasi utama.

Jangan jadikan perbedaan sistem atau ukuran negara sebagai alasan! Bukan berarti karena Amerika atau Israel berbeda, maka Indonesia tidak bisa melakukannya. Bukan ukuran yang menentukan, melainkan kemauan, tekad bulat, kebijakan yang baik, dan keputusan yang mutlak. Sekalipun Indonesia luas dan besar, jika ada niat yang teguh dan arah yang jelas, maka terobosan, inovasi, dan kemajuan pasti akan tercipta bersama — dengan guru sebagai pahlawannya.

Baca Juga:  Hadir untuk Masyarakat, Polres Aceh Tenggara Amankan Sholat Idul Fitri dengan Penuh Humanis

Lihatlah Tiongkok, bahkan lebih luas dan berpenduduk lebih banyak dari Indonesia. Apa rahasianya? Sistemnya terarah, programnya jelas, dan membangun peradaban serta generasinya dengan sungguh-sungguh. Luasnya wilayah bukan penghalang, justru menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan niat yang benar — mulai dari memuliakan dan mensejahterakan para pendidiknya.

Para pemimpin yang duduk di kursi kekuasaan, di kabinet, di dewan — tidak akan selamanya di sana. Jabatan akan berganti, pemimpin akan berlalu. Tetapi generasi yang dididik hari inilah yang akan mengambil alih, yang akan membangun, yang akan menentukan ke mana arah negeri ini berjalan.

Anak-anak yang kita didik hari ini adalah pemimpin, ilmuwan, dokter, pengrajin, dan pejuang masa depan. Jika kita membiarkan guru dalam kesulitan, dalam kemiskinan, dalam ketidakpastian — kita sedang menanam benih kemunduran bagi bangsa ini sendiri.

Negara ini luas, berpulau-pulau, kaya harapan. Tetapi luasnya wilayah tidak berarti apa-apa jika rakyatnya tidak cerdas. Kekayaan alam tidak berguna jika generasinya tidak mampu mengelolanya. Semua bermula dari satu hal sederhana namun agung: menghargai guru, mensejahterakan mereka, dan membiarkan mereka bekerja dengan tenang, bermartabat, dan penuh semangat.

Jangan ada satu kebijakan pun yang hanya memikirkan sekelompok orang di atas dan melupakan mereka yang bekerja di barisan paling depan membangun peradaban. Ingatlah: tidak ada bangsa yang mengabaikan pendidiknya lalu tetap berdiri tegak. Sejarah tidak pernah mencatat hal itu terjadi.

Mari kita jalankan dengan teguh, dengan keseriusan penuh. Bangsa ini masih punya harapan — asalkan kita mulai dari yang paling utama: menghargai guru, mensejahterakan mereka dengan gaji yang besar dan pasti, karena merekalah pahlawan yang sesungguhnya.

Berita Terkait

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi
Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba
Minimalisir Dampak Banjir, BWS Diminta Bangun Tanggul Pengaman Lawe Bula
APBD Perubahan Raja Ampat Tembus Rp1,27 Triliun, Belanja Naik Rp134 Miliar
Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 14:25

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, Diantaranya Terlibat Prostitusi

Senin, 28 September 2026 - 12:21

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 September 2026 - 10:49

TTI Desak LKPP Instruksikan Pengguna Anggaran Lengkapi Data Paket di SiRUP

Senin, 28 September 2026 - 09:24

Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi

Senin, 28 September 2026 - 09:02

Bentuk Tim Asesmen Terpadu, BNN Denpasar Tekankan Penindakan Tegas dan Rehabilitasi Humanis

Senin, 28 September 2026 - 08:57

Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 Sep 2026 - 12:21