Arief Martha Rahadyan Serukan Gerakan Bersama Cegah Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem

- Editor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA_Tribuneindonesia.com

Fenomena El Niño pada 2026 yang berpotensi kondisi kering menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa kondisi tersebut telah membuat sebagian wilayah Indonesia mengalami risiko kekeringan serta karhutla.

Data BNPB menunjukkan karhutla menjadi jenis bencana yang paling banyak tercatat pada Juni 2026, dengan 37 kejadian atau 34,9 persen dari kejadian bencana pada periode tersebut.

Arief mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat pemetaan kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi, mempercepat respons dan memastikan ketersediaan sumber air di wilayah rawan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan dan bahaya pembakaran lahan secara tidak terkendali.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan iklim dan dinamika cuaca tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan.

Cuaca memang berada di luar kendali kita, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi cuaca tersebut adalah pilihan yang berada di tangan kita, jangan menunggu alam memberikan peringatan melalui kebakaran, kita harus lebih dulu membaca tanda-tandanya dan bertindak,” tegas Arief.

Negara membutuhkan mata dan telinga yang berada langsung di lapangan. Masyarakat desa, kelompok tani, perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan dan lembaga teknis harus berada dalam satu kesadaran bahwa satu titik api yang dibiarkan dapat berubah menjadi persoalan besar bagi banyak orang,” tutup nya

Baca Juga:  Prof Dr H Sumaryoto : Pemilihan Daerah yang Berlandaskan Demokrasi

Berita Terkait

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi
Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba
Minimalisir Dampak Banjir, BWS Diminta Bangun Tanggul Pengaman Lawe Bula
APBD Perubahan Raja Ampat Tembus Rp1,27 Triliun, Belanja Naik Rp134 Miliar
Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 14:25

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, Diantaranya Terlibat Prostitusi

Senin, 28 September 2026 - 12:21

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 September 2026 - 10:49

TTI Desak LKPP Instruksikan Pengguna Anggaran Lengkapi Data Paket di SiRUP

Senin, 28 September 2026 - 09:24

Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi

Senin, 28 September 2026 - 09:02

Bentuk Tim Asesmen Terpadu, BNN Denpasar Tekankan Penindakan Tegas dan Rehabilitasi Humanis

Senin, 28 September 2026 - 08:57

Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 Sep 2026 - 12:21