Lau Simeme Mulai Digenangi, Warga Hilir Diminta Waspada

- Editor

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Penggenangan awal Bendungan Lau Simeme dijadwalkan pada 19 Agustus 2026. Air akan mulai ditahan untuk menguji kesiapan bendungan yang kelak mengatur aliran sungai, irigasi, dan pengendalian banjir. namun proses itu membawa konsekuensi bagi warga yang menggantungkan hidup pada aliran air di hilir.

Informasi mengenai rencana tersebut dibahas saat Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II Feriyanto menemui dr H Asri Ludin Tambunan di Kantor Bupati, Lubuk Pakam, pada Senin, 10 Agustus 2026. Pertemuan itu membicarakan persiapan penggenangan serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Semula penggenangan direncanakan pada 17 Agustus. Jadwal kemudian bergeser menjadi 19 Agustus. Perubahan waktu itu membuat persiapan sosialisasi kepada warga menjadi salah satu hal yang disorot.

Feriyanto mengatakan proses penggenangan dapat membuat debit air yang mengalir ke hilir berkurang. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung lebih dari enam jam, bergantung pada situasi lapangan.

Air, kata dia, tidak serta-merta berhenti mengalir. Sebagian masih akan diteruskan ke hilir, tetapi dengan debit terbatas. bagi lahan pertanian, kondisi itu diperkirakan belum langsung menimbulkan persoalan karena cadangan air masih tersedia. Perikanan justru dinilai lebih rentan, terutama tambak dan rawa yang bergantung pada kestabilan pasokan air.

di titik inilah persoalan penggenangan tak lagi sebatas urusan teknis bendungan. Perubahan debit sungai menyentuh aktivitas ekonomi warga. Petani dan pembudi daya ikan harus mengetahui kapan debit berubah, berapa lama kondisi itu berlangsung, serta apa langkah yang harus dilakukan ketika aliran air turun.

Asri meminta Camat Sibiru Biru dan sejumlah dinas terkait memperkuat penyampaian informasi kepada warga. Ia mengingatkan agar informasi mengenai penggenangan tidak berhenti di tingkat aparat.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai diminta memperhatikan arahan petugas pada 19 Agustus. terutama mereka yang berada di lokasi yang berhubungan langsung dengan aliran sungai.

Baca Juga:  Tembus Rp3,040 Triliun! Investasi Lampung Selatan 2025 Over Target 115 Persen, Bukti Komitmen Bupati Radityo Egi Permudah Perizinan

Persoalan komunikasi menjadi penting karena penggenangan bukan hanya soal naiknya muka air di kawasan bendungan. Perubahan pola aliran juga dapat mempengaruhi warga di sepanjang jalur air. Kesalahan informasi atau keterlambatan pemberitahuan dapat membuat masyarakat kesulitan menyesuaikan aktivitasnya.

Bendungan Lau Simeme sendiri diproyeksikan memiliki fungsi lebih luas. Air yang ditampung akan dimanfaatkan untuk irigasi, pengendalian banjir dan konservasi. Pasokan juga diarahkan untuk jaringan irigasi Percut atau Bandar Sidoras.

Fungsi pengendalian banjir menjadi salah satu alasan utama pembangunan bendungan tersebut. Air yang sebelumnya berpotensi melimpah akan ditahan dan diatur melalui sistem bendungan sebelum dialirkan kembali.

ada pula rencana menjadikan kawasan bendungan sebagai tujuan wisata. Potensi itu membuka peluang ekonomi baru, tetapi sekaligus menuntut penataan kawasan dan pengaturan aktivitas warga agar tidak mengganggu fungsi utama bendungan.

Penggenangan pada 19 Agustus menjadi ujian awal bagi seluruh sistem tersebut. Bendungan tidak hanya diuji dari kemampuan menahan air, tetapi juga dari kesiapan menghadapi perubahan aliran di hilir.

Karena itu, enam jam atau lebih perubahan debit air menjadi periode yang perlu diawasi. Perikanan, pertanian dan aktivitas warga di sekitar sungai berada pada posisi yang paling cepat merasakan dampaknya.

Jika tahapan penggenangan berjalan sesuai rencana, Lau Simeme akan memasuki fase menuju pengoperasian penuh. target akhirnya bukan hanya menampung air, melainkan memastikan air dapat diatur tanpa menimbulkan persoalan baru bagi mereka yang hidup dari aliran sungai.

di titik itu, keberhasilan bendungan akan ditentukan bukan hanya oleh beton dan pintu air. Ia juga bergantung pada seberapa cepat informasi sampai kepada warga dan seberapa siap pengelola menghadapi perubahan yang terjadi setelah air mulai ditahan.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Momentum HUT ke-36 Bitung: Wali Kota dan Rombongan Tabur Bunga di Pusara Tokoh Pendahulu
Kapolres dan Wakapolres Bitung Hadiri Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Dua Lokasi
Suhartini Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Jadi Penekanan
EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta
PPD 2026 Perencanaan Diuji, Asri Ludin Tambunan di Peringkat Kedua
“Kasatpol PP Raja Ampat Dilaporkan ke Polda, Wartawan Serahkan Bukti Dugaan Ancaman”
Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:03

Kapolres dan Wakapolres Bitung Hadiri Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Dua Lokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:58

Suhartini Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Jadi Penekanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:25

EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:03

“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta

Rabu, 30 September 2026 - 15:36

PPD 2026 Perencanaan Diuji, Asri Ludin Tambunan di Peringkat Kedua

Rabu, 30 September 2026 - 11:54

“Kasatpol PP Raja Ampat Dilaporkan ke Polda, Wartawan Serahkan Bukti Dugaan Ancaman”

Selasa, 29 September 2026 - 23:41

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Selasa, 29 September 2026 - 15:41

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat

Berita Terbaru