​Pimpin Apel Bencana, Wali Kota Bitung Tekankan 3 Langkah Taktis Hadapi Bencana Kemarau Panjang

- Editor

Selasa, 4 Agustus 2026 - 01:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E., di dampingi Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., Saat Membaca Amanat Kapolda Sulut,  Irjen Pol. Dr. Riycke Harry Langie, S.I.K., M.H., (Ft. talia)

‎Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E., di dampingi Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., Saat Membaca Amanat Kapolda Sulut, Irjen Pol. Dr. Riycke Harry Langie, S.I.K., M.H., (Ft. talia)

Bitung | Tribuneindonesia.com Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., menghadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam El Nino di Lapangan Apel Mapolres Bitung untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah, Selasa (04/08/26).

‎​Langkah taktis ini menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Kota Bitung bersama jajaran Forkopimda dalam mengantisipasi ancaman gelombang panas ekstrem.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Hengky bertindak langsung sebagai Pembina Upacara untuk memimpin jalannya apel kesiapsiagaan.

Di hadapan peserta apel, Wali Kota Bitung membacakan amanat tertulis dari Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I., M.H. yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.

​”Ancaman bencana El Nino menuntut kerja kolektif yang cepat dan presisi. Kita harus menggeser paradigma penanganan bencana dari yang semula hanya responsif saat krisis terjadi, menjadi mitigasi preventif yang masif di seluruh wilayah Sulawesi Utara,”

tegas Kapolda Sulut dalam amanat tertulisnya.

‎​Kapolda Sulut mengingatkan seluruh jajaran agar meruntuhkan sekat birokrasi dan bergerak proaktif sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia.

Amanat tersebut menegaskan bahwa penanganan El Nino memerlukan pergeseran paradigma dari tindakan responsif menjadi langkah mitigasi preventif yang masif.

‎​Fenomena El Nino sendiri membawa penurunan curah hujan secara drastis yang berpotensi memicu krisis air bersih, gangguan ketahanan pangan, hingga ancaman stabilitas ekonomi.

‎​Urgensi penanganan fenomena iklim ini makin nyata setelah instansi terkait mencatat enam kasus kebakaran di Kota Bitung sepanjang Juli hingga Agustus.

Baca Juga:  Kari Kambing Khas Bireuen Jadi Favorite Bulan Ramadhan

Rentetan peristiwa tersebut mencakup dua kasus kebakaran pemukiman serta empat insiden kebakaran lahan yang meluas secara cepat.

Maraknya kasus kebakaran tersebut menjadi peringatan dini (early warning) bagi aparat dan masyarakat untuk memangkas potensi kelalaian pemicu api.

‎​Guna menekan risiko yang lebih besar, Kapolda Sulut menerbitkan tiga instruksi taktis yang wajib dijalankan oleh seluruh personel di lapangan.

Instruksi pertama mewajibkan penguatan peringatan dini secara berkala serta penegakan hukum tegas terhadap aktivitas pembakaran lahan.

Selanjutnya, jajaran keamanan harus meningkatkan frekuensi dan kecepatan patroli di seluruh titik rawan kebakaran.

Aparat juga wajib menggencarkan edukasi penghematan air bersih serta mengimbau warga agar menjaga lingkungan dari risiko kebakaran baru.

‎​Kapolda Sulut menaruh optimisme tinggi bahwa semangat gotong royong masyarakat dan pemerintah daerah mampu mengatasi ujian iklim ini.

Pemerintah menyiagakan seluruh sumber daya secara maksimal demi menjamin warga Sulawesi Utara melewati musim kemarau dengan aman dan selamat.

Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri apel ini, antara lain Kepala BPBD, Kadis Kesehatan, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Pertanian, Kadis PUPR, dan Kadis Damkar.

Kehadiran jajaran ASN Pemkot Bitung dalam apel tersebut makin memperkuat komitmen bersama dalam mengawal mitigasi bencana di wilayah Kota Bitung. (kiti)

Berita Terkait

Infrastruktur Lemah dan Kemiskinan Ganjal Ekonomi Biru di Simeulue, Denfinal Dorong Reorientasi Kebijakan
Hadiri Upacara HUT Provinsi di Manado, Hengky Honandar dan Randito Maringka Siap Kawal Visi Sulut MELAJU
Peringati HUT ke-62 Sulut di Bitung, Pemkot Dorong Evaluasi Pembangunan dan Semangat Mapalus
Padi 15 Ton dan Tawaran Teknologi dari Negeri Tirai Bambu
Sipostes Perluas Peran Posyandu Deli Serdang dalam Layanan Dasar Masyarakat
Dukung Akuntabilitas Publik, Pemkot Bitung dan Instansi Terkait Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejari
Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Irigasi dan Sawah Baru di Tanah Deli
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:30

FPRMI Aceh Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

Rabu, 23 September 2026 - 12:29

Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi, Polsek KPS Bitung ‘Ngopi Bareng’ Insan Pers

Rabu, 23 September 2026 - 07:49

Infrastruktur Lemah dan Kemiskinan Ganjal Ekonomi Biru di Simeulue, Denfinal Dorong Reorientasi Kebijakan

Selasa, 22 September 2026 - 12:55

BNN Kota Denpasar Hadiri Perpanjangan MoU BNN RI dan Australian Federal Police

Selasa, 22 September 2026 - 12:05

PKB Langsa Bangkit, Struktur DPAC Diperkuat, Target Kursi DPRK Mulai Dibidik

Selasa, 22 September 2026 - 11:06

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan

Selasa, 22 September 2026 - 09:28

Komitmen Lingkungan Bersiaga, Lapas Bitung Dukung Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan

Selasa, 22 September 2026 - 06:44

Kabel Listrik Rendah di Pagar SDN 2 Rantau Pauh Cemaskan Orang Tua, PLN Janji Segera Perbaiki

Berita Terbaru