Sekolah Rakyat Membuka Jalan Baru

- Editor

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Gerbang Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Desa Tandam Hilir I, Hamparan Perak, mulai dipenuhi wajah-wajah baru pada,Kamis (30/7/2026). hari itu menjadi awal perjalanan ratusan anak dari keluarga prasejahtera menapaki pendidikan berasrama, sebuah program nasional yang diproyeksikan melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menandai dimulainya aktivitas belajar di sekolah yang dibangun di atas lahan tujuh hektare tersebut. Peserta didik berasal dari 22 kecamatan, terdiri atas jenjang SD, SMP, SMA, serta siswa angkatan sebelumnya yang sebelumnya belajar di Sentra Insyaf Kementerian Sosial di Lau Bakeri.

dr H Asri Ludin Tambunan menilai kehadiran Sekolah Rakyat memberi peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah untuk memperoleh pendidikan yang layak. menurutnya, sekolah itu diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“harapan kita, Sekolah Rakyat menjadi jalan memutus mata rantai kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan. Semua anak yang ada di sini adalah anak-anak yang ingin maju. mudah-mudahan mereka tumbuh menjadi generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Ia mengaku tersentuh mendengar harapan para orang tua yang melihat anak-anak mereka akhirnya mengenakan seragam sekolah dan tinggal di asrama. baginya, asrama bukan hanya tempat beristirahat, melainkan wadah pembentukan karakter sekaligus bekal meraih cita-cita.

orang tua pun diminta memberi kepercayaan penuh kepada anak-anak mereka. Sekolah itu, katanya, bukan tempat penitipan, melainkan tempat belajar, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

dukungan juga diarahkan kepada keluarga peserta didik. Para camat diminta mendata orang tua dari kelompok desil 1 dan 2 yang memenuhi syarat administrasi kepemilikan lahan agar dapat diusulkan memperoleh program bedah rumah.

Kepala SRT 1, Leni Lasmaria, menjelaskan sekolah tersebut berkembang dari Sekolah Rakya menengah Pertama yang sebelumnya beroperasi di Sentra Insyaf, Lau Bakeri, Kutalimbaru. Kini, layanan pendidikan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh peserta didik dari sekolah sebelumnya akan bergabung di Hamparan Perak.

Baca Juga:  GSI 2026 Jadi Arena Seleksi Atlet Muda Berprestasi

menurut Leni, seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Kurikulum yang digunakan mengikuti ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah disertai mekanisme penyetaraan bagi peserta didik yang memerlukannya.

di Sekolah Rakyat tidak ada perundungan, tidak ada intoleransi, dan tidak ada kekerasan fisik. Tidak ada batasan usia. Anak berusia 11 tahun yang baru masuk SD tetap diterima. Begitu pula peserta didik berusia 20 tahun tetap memperoleh kesempatan belajar melalui penyetaraan,” katanya.

Ia berharap sekolah itu menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus memberi dampak positif bagi wilayah Hamparan Perak. Kebutuhan tenaga pendidik juga terus dipenuhi dan dijadwalkan bertambah pada September mendatang.

Leni juga menyebut sekolah tersebut menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia. Fasilitasnya meliputi lapangan sepak bola berstandar FIFA yang diharapkan mampu mendukung pengembangan bakat peserta didik.

Ketua Pelaksana SRT 1, Langgeng Setiawan, mengatakan MPLS diawali dengan kegiatan open house. Seluruh peserta didik mulai menempati asrama sembari mengenal lingkungan sekolah beserta berbagai fasilitas yang tersedia.

ini rumah kita bersama. kami ingin SRT 1 menjadi sekolah yang maju dan berprestasi. Dengan fasilitas yang lengkap, kami optimistis setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan para camat, kepala desa, serta berbagai pihak yang membantu menjangkau calon peserta didik dari keluarga desil rendah agar memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

hari pertama MPLS ditutup dengan penampilan orasi berbahasa Inggris, Jepang, dan Arab, disusul pertunjukan seni budaya serta paduan suara. Penampilan itu memperlihatkan kepercayaan diri para peserta didik saat memulai babak baru perjalanan pendidikan mereka.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Polemik Dana Jilbab Deli Serdang, GRPK Soroti Penudingan terhadap Ny.Jelita Asri Ludin Tambunan
Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan
Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat
Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut
Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan
Ekspor Lidi Sumut Melonjak, Hilirisasi Didorong
Sinergi Pemkot dan TP PKK Bitung Sambut Penilaian Lomba PKK Sulawesi Utara 2026
Pemkab Deli Serdang Perkuat Dialog dengan Dunia Usaha
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:46

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:48

Diseminasi Hasil Penelitian, Bupati Bireuen Tekankan Pentingnya Riset dalam Kebijakan Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 15:35

Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat

Kamis, 17 September 2026 - 15:01

Pertandingan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI 2026 di Hari Ke-5 

Kamis, 17 September 2026 - 14:55

PINTER Serahkan 1.000 PJU TS untuk Pegunungan Arfak, Buka Kolaborasi Investasi Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 14:48

Serunya Sudaryono Makan MBG Bareng Siswa di Kupang

Kamis, 17 September 2026 - 10:39

Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut

Kamis, 17 September 2026 - 09:08

Dulu Hanya Duduk Menyaksikan Pendeta Berkhotbah, kini Ia Berdiri Di Mimbar Yang Sama.”

Berita Terbaru