Benteng Baru Hadapi Ancaman Digital

- Editor

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Ancaman terorisme tak lagi bergerak lewat jejak-jejak fisik. Jalurnya kini merambat melalui layar gawai,(gedget) menyusup tanpa suara, memanfaatkan media digital sebagai saluran propaganda, perekrutan, hingga pendanaan. Perubahan pola itu mendorong negara menyusun langkah baru guna memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi ekstremisme berbasis kekerasan.

dari Kantor Bupati, pada Senin (27/7/2026), Lom Lom Suwondo mengikuti penguatan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 mengenai Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) 2026–2029 Fase Kedua melalui Zoom Meeting. Agenda tersebut digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan peserta berasal dari berbagai kementerian, lembaga negara, aparat keamanan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan RAN PE lahir sebagai pelaksanaan amanat konstitusi guna melindungi seluruh warga negara dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

menurut Djamari, situasi terorisme di Indonesia relatif terkendali. Namun ancaman tidak pernah benar-benar hilang. Polanya berubah mengikuti perkembangan teknologi informasi. Internet kini menjadi medium penyebaran paham radikal, perekrutan anggota baru, hingga pengumpulan dana. Kondisi tersebut menuntut penguatan literasi digital serta peran keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat agar mampu mengenali tanda-tanda penyebaran paham ekstrem sejak awal.

Baca Juga:  Perebutan Kunci Eks Delimas

Pencapaian ini merupakan hasil keterlibatan banyak pihak, mulai kementerian, lembaga, aparat keamanan, masyarakat sipil hingga akademisi, guna mendukung pencegahan dan penanggulangan ekstremisme,” ujar Djamari.

Perpres Nomor 8 Tahun 2026 memuat 111 aksi yang terbagi ke sembilan tema strategis. Sebanyak 70 kementerian dan lembaga mendapat peran sesuai bidang masing-masing. Seluruh pihak didorong menyelaraskan program, memperkuat pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme (RAD PE), serta memperluas partisipasi masyarakat.

Kepala BNPT Eddy Hartono menyebut RAN PE Fase Kedua menjadi bagian prioritas nasional sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Ancaman terorisme, kata Eddy, memiliki kemampuan beradaptasi sangat cepat. Pelakunya bisa berganti, metode penyebaran terus berubah, sementara teknologi digital memberi peluang baru bagi propaganda maupun perekrutan.

“Terorisme saat ini bersifat persisten dan adaptif. Aktornya bisa berubah, namun ancamannya tetap ada dan terus menyesuaikan cara, bentuk, serta medianya,” kata Eddy.

Pesan utama agenda tersebut jelas: ancaman ekstremisme tidak lagi mudah dikenali lewat pergerakan fisik. Medan pertarungan telah bergeser menuju dunia digital, tempat informasi bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan masyarakat menyaringnya. Karena itu, penguatan literasi, kewaspadaan keluarga, pendidikan, serta partisipasi masyarakat menjadi pagar pertama agar paham kekerasan tidak menemukan celah untuk tumbuh.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Polemik Dana Jilbab Deli Serdang, GRPK Soroti Penudingan terhadap Ny.Jelita Asri Ludin Tambunan
Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan
Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat
Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut
Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan
Ekspor Lidi Sumut Melonjak, Hilirisasi Didorong
Sinergi Pemkot dan TP PKK Bitung Sambut Penilaian Lomba PKK Sulawesi Utara 2026
Pemkab Deli Serdang Perkuat Dialog dengan Dunia Usaha
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:46

Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:48

Diseminasi Hasil Penelitian, Bupati Bireuen Tekankan Pentingnya Riset dalam Kebijakan Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 15:35

Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat

Kamis, 17 September 2026 - 15:01

Pertandingan Open Tournament Bola Basket Piala Panglima TNI 2026 di Hari Ke-5 

Kamis, 17 September 2026 - 14:55

PINTER Serahkan 1.000 PJU TS untuk Pegunungan Arfak, Buka Kolaborasi Investasi Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 14:48

Serunya Sudaryono Makan MBG Bareng Siswa di Kupang

Kamis, 17 September 2026 - 10:39

Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut

Kamis, 17 September 2026 - 09:08

Dulu Hanya Duduk Menyaksikan Pendeta Berkhotbah, kini Ia Berdiri Di Mimbar Yang Sama.”

Berita Terbaru