
TRIBUNEINDONESIA | ACEH TENGGARA – Di tengah tantangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, membangun komunikasi yang terbuka menjadi langkah awal yang dipilih Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., untuk mempererat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan temu ramah bersama insan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berlangsung hangat di Warkop Ateku, Desa Barung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (22/7/2026).
Didampingi Kasat Reskrim Iptu Zery Irvan, S.H., M.H. dan Kasat Intelkam Iptu Zakaria, Kapolres memanfaatkan momen tersebut bukan sekadar sebagai ajang perkenalan, tetapi juga sebagai ruang dialog yang terbuka untuk mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, hingga kritik yang membangun dari para wartawan dan aktivis LSM.

Dalam sambutannya, AKBP Rujiyanto menegaskan bahwa media dan LSM bukan hanya mitra penyampai informasi, tetapi juga bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dan sinergi yang kuat dengan insan pers maupun LSM. Kritik dan masukan yang membangun akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan Polri semakin profesional dan dicintai masyarakat,” tegas Kapolres.
Suasana diskusi berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat turut dibahas, mulai dari kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pemberantasan peredaran narkoba, penanganan tindak kriminalitas, hingga pentingnya penyajian informasi yang akurat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun informasi yang belum terverifikasi.
Kapolres juga mengajak seluruh insan pers untuk terus mengedepankan pemberitaan yang berimbang, edukatif, dan mampu memberikan rasa optimisme kepada masyarakat, tanpa mengurangi fungsi kontrol sosial yang dimiliki media.
Di sisi lain, para wartawan dan perwakilan LSM menyambut baik langkah Kapolres yang dinilai menunjukkan sikap terbuka dan siap membangun kemitraan yang sehat. Mereka berharap komunikasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga setiap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui dialog dan koordinasi yang baik.
Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut menjadi simbol awal terbangunnya sinergi antara Polres Aceh Tenggara, insan pers, dan LSM dalam menjaga kondusivitas daerah. Dengan komunikasi yang erat, kolaborasi yang solid, serta semangat kebersamaan, diharapkan Aceh Tenggara tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif untuk seluruh lapisan masyarakat.
Temu ramah ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Aceh Tenggara untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mengedepankan prinsip Presisi, humanis, profesional, serta terpercaya dalam setiap pelaksanaan tugas.***
















