TribuneIndonesia.com I Air kolam itu tak lagi dipandang sebagai tempat melepas penat. Ia mulai diarahkan menjadi arena yang melahirkan perenang-perenang muda. Targetnya jelas.mencetak prestasi, menggelar kejuaraan, lalu mengirim atlet bersaing hingga panggung nasional.
Gagasan itu mengemuka saat dr. Asri Ludin Tambunan menerima jajaran Federasi Akuatik Indonesia (FAI) wilayah setempat, Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas arah pengembangan olahraga akuatik beserta rencana peningkatan fasilitas yang dinilai perlu mengikuti kebutuhan pembinaan atlet.
Asri melihat renang memiliki ruang tumbuh yang luas. minat anak-anak terhadap olahraga air terus meningkat. Potensi itu, menurut dia, tak boleh berhenti sebagai hobi. Ia harus diarahkan menjadi prestasi melalui pembinaan yang terukur dan dukungan sarana yang layak.
anak-anak memiliki antusiasme luar biasa terhadap olahraga ini. Potensi tersebut harus terus dipelihara agar lahir atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.
Ia menginginkan kolam renang tak berhenti sebagai lokasi rekreasi. fasilitas itu mesti berubah fungsi menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus arena penyelenggaraan kejuaraan. harapannya, pengembangan kolam renang berstandar olahraga prestasi dapat masuk rencana pembangunan tahun 2027. menurut dia, berbagai fasilitas olahraga lain telah tersedia, mulai arena skateboard, basket, futsal, tenis, hingga cabang olahraga lain.
agenda terdekat pun telah menanti. Kejuaraan Renang Tingkat Pelajar dan Atlet se-Sumatera Utara dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Kolam Renang Lubuk Pakam. ajang tersebut dipandang sebagai ruang menguji kemampuan atlet sekaligus menyeleksi perenang yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara.
Asri menilai kejuaraan rutin menjadi salah satu cara paling efektif membentuk mental bertanding. Persaingan antaratlet memberi ukuran kemampuan yang lebih objektif sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit baru.
Ketua FAI wilayah setempat, Rinaldi, melaporkan antusiasme peserta jauh melampaui perkiraan awal. hingga pertengahan pekan, sekitar 600 pelajar dan atlet telah mendaftarkan diri mengikuti kejuaraan tersebut.
tak hanya itu, FAI juga mulai menyiapkan tiga atlet cabang open water swimming (OWS) untuk mengikuti kejuaraan renang perairan terbuka di Danau Toba. Cabang ini dinilai memiliki prospek menjanjikan karena membutuhkan ketahanan fisik, teknik, serta pengalaman bertanding yang berbeda dibanding renang kolam.
Pada kesempatan yang sama, Rinaldi bersama Pembina FAI, M. Said, beserta jajaran pengurus turut menyampaikan undangan kepada Asri menghadiri pelantikan kepengurusan Federasi Akuatik Indonesia wilayah setempat yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026.
bila seluruh rencana itu berjalan sesuai harapan, kolam renang bukan lagi hanya tempat orang belajar mengapung. Ia berubah menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet yang membawa nama daerah ke podium-podium kejuaraan.(Ilham Gondrong)

















