Manado | Tribuneindonesia.com – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII memperkuat sinergi lintas sektoral demi menjaga kedaulatan negara, Jumat (17/07/26).
Mewakili Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Kodaeral VIII menghadiri kegiatan Penyiapan Penyelenggara Kader Pemilik/Pengelola Sarana dan Prasarana Nasional (Sarprasnas) Komponen Pendukung (Komduk) Pertahanan Negara. Acara strategis ini berlangsung di Hotel Grand Whiz Megamas, Manado, Kamis (16/7).
Forum tersebut menegaskan bahwa cakupan Sarprasnas Komponen Pendukung sangat luas dan vital. Sektor ini mengintegrasikan seluruh sarana dan prasarana di lima matra utama, yaitu darat, laut, udara, siber, hingga antariksa.
Pengelolaan aset strategis ini melibatkan kontribusi aktif, baik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta di wilayah Kodam XIII/Merdeka.
Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa Sarprasnas memegang peran yang sangat krusial dalam struktur bernegara.
Selain berfungsi sebagai alat utama yang menggerakkan roda perekonomian nasional dan memperlancar pembangunan, aset-aset ini juga menyimpan potensi pertahanan yang besar.
Negara dapat sewaktu-waktu memberdayakan seluruh sarana tersebut sebagai kekuatan pendukung militer saat menghadapi situasi darurat.
Kodaeral VIII sendiri memanfaatkan momentum ini untuk mempertajam kesiapsiagaan operasional mereka.
Melalui keterlibatan aktif dalam pembekalan kader tersebut, jajaran Kodaeral VIII berkomitmen penuh meningkatkan koordinasi dengan seluruh elemen bangsa dalam mengelola sumber daya nasional.
Langkah ini menjadi instrumen penting untuk memetakan dan mengoptimalkan potensi wilayah kelautan.
Kolaborasi ini pada akhirnya bertujuan menciptakan sistem pertahanan semesta yang tangguh dan responsif.
Sinergi yang kuat antara TNI dan pengelola sarprasnas akan memastikan kesiapan total Indonesia dalam menghadapi dinamika ancaman global.
Dengan demikian, wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya memiliki benteng yang siap mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kapan pun dibutuhkan. (talia)
















