Bitung | Tribuneindonesia.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Bitung baru-baru ini memicu serangkaian bencana di sejumlah wilayah, Selasa (16/06/26).
Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung langsung bergerak cepat menerjunkan personel ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Bitung, Welmy Kalangit, S.Sos., memimpin langsung tim di lapangan guna melakukan proses assessment.
Fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada pemukiman warga yang terendam banjir, salah satunya di wilayah Kelurahan Pateten Satu.
Selain melakukan pendataan kerusakan rumah warga, tim reaksi cepat BPBD juga melakukan tindakan fungsional di Pateten Satu.
Petugas di lapangan saat ini tengah sibuk melakukan pengurasan sumur-sumur milik warga yang tercemar material banjir agar bisa segera digunakan kembali untuk kebutuhan sanitasi.
Kendati demikian, ruang lingkup bencana dilaporkan terus meluas seiring masuknya laporan baru dari warga.
Berdasarkan data terkini, titik bencana tidak hanya berupa banjir, melainkan juga peristiwa tanah longsor yang melanda Kelurahan Bitung Timur dan Kelurahan Kareko, serta insiden pohon tumbang di Kelurahan Kadoodan.
Sementara itu, luapan air akibat cuaca ekstrem ini juga dilaporkan menggenangi tiga wilayah lainnya, yaitu Kelurahan Mawali, Motto, dan Binuang.
Demi mengoptimalkan proses evakuasi dan penyaluran bantuan, pihak BPBD Kota Bitung terus memperkuat koordinasi dengan jajaran pemerintah kelurahan setempat.
Pihak BPBD menegaskan bahwa seluruh data kerusakan dan korban hingga saat ini masih bersifat sementara.
Angka serta sebaran dampak bencana dipastikan akan terus diperbarui secara berkala, menyusul proses verifikasi lapangan yang masih berjalan dan laporan susulan dari para lurah. (kiti)














