Angkat Bicara, Anggota LSM KPK RI Saidul Amran: “Kalau Dugaan Penyimpangan Terus Bermunculan Tapi Tak Ada Respons, Publik Berhak Curiga Ada yang Salah”

- Editor

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA | ACEH TENGGARA — Kerasnya kritik terhadap lemahnya respons terhadap berbagai dugaan penyimpangan anggaran mulai disuarakan secara terbuka. Anggota LSM KPK RI, Saidul Amran, mempertanyakan mengapa banyak dugaan penyimpangan yang telah menjadi konsumsi publik justru terkesan berjalan tanpa kejelasan.

Menurut Saidul, masyarakat saat ini bukan lagi sekadar mempertanyakan dugaan korupsi, tetapi mulai mempertanyakan keseriusan sistem pengawasan itu sendiri.

“Hari ini masyarakat melihat sendiri. Dugaan penyimpangan dana desa muncul, diberitakan. Dugaan persoalan anggaran sekolah muncul, diberitakan. Berbagai informasi terus bermunculan, tetapi publik bertanya: setelah itu apa?” tegas Saidul.

Ia menilai, ketika informasi, laporan, pemberitaan media, hingga kontrol sosial dari masyarakat terus disampaikan namun tidak diikuti respons yang terlihat, maka wajar apabila muncul pertanyaan besar dari publik.

“Jangan salahkan masyarakat jika mulai muncul persepsi bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Karena yang dilihat masyarakat sederhana: kasus muncul, ramai, lalu hilang. Muncul lagi, hilang lagi. Siklus ini terus berulang.”

Saidul juga menyoroti bahwa wartawan, aktivis, dan LSM selama ini telah berulang kali menjalankan fungsi kontrol sosial dengan membuka berbagai informasi ke ruang publik.

“Media sudah memberitakan. Aktivis sudah bersuara. Masyarakat sudah melapor. Kalau semuanya sudah dilakukan tetapi tidak menghasilkan kejelasan yang terlihat, maka yang dipertanyakan bukan lagi laporannya, tetapi efektivitas pengawasannya.”

Baca Juga:  Dana Desa Rp2,4 Miliar Disorot, Kejatisu Didesak Bongkar Dugaan Kejanggalan di Desa Tanjung Selamat

Lebih jauh, ia menyebut persoalan terbesar bukan hanya dugaan penyimpangan anggaran, tetapi hilangnya kepercayaan publik apabila kondisi seperti ini terus berlangsung.

“Yang berbahaya bukan hanya dugaan korupsinya. Yang lebih berbahaya ketika masyarakat mulai terbiasa melihat persoalan muncul tanpa kejelasan. Ketika kepercayaan publik terkikis, maka yang rusak bukan hanya sistem pengawasan, tetapi kepercayaan terhadap institusi itu sendiri.”

Ia menegaskan bahwa uang desa, anggaran pendidikan, hingga berbagai bentuk keuangan negara merupakan hak masyarakat yang tidak boleh dibiarkan menjadi ruang abu-abu.

“Uang negara bukan uang pribadi. Dana desa bukan warisan keluarga. Anggaran pendidikan bukan ruang bermain oknum. Karena itu publik berhak bertanya, publik berhak mengawasi, dan publik berhak meminta kejelasan.”

Di akhir pernyataannya, Saidul meminta seluruh pihak terkait menunjukkan bahwa pengawasan benar-benar berjalan.

“Jangan biarkan masyarakat terus melihat berita demi berita muncul tanpa arah yang jelas. Sebab ketika pertanyaan publik terus bertambah tetapi jawaban tak kunjung terlihat, maka kecurigaan akan tumbuh dengan sendirinya.” ***

Berita Terkait

Memperkuat Harmoni Daerah, Wali Kota Bitung Terima Audiensi Pengurus PCNU
Dorong Inovasi Berbasis Teknologi, Hengky Honandar Resmi Buka Muscab VIII Pramuka Kota Bitung
Dapur MBG Sudah Dibangun Sesuai Standar, Haji Abdul Hamid Joka Padang Minta Nasib Investasi Pengelola Diperhatikan
Raja Ampat Belum Punya Payung Adat Bersama, Carles Imbir: Pengakuan OAP Harus Kembali ke Marga dan Suku
Raja Ampat Belum Punya Payung Adat Bersama, Carles Imbir: Pengakuan OAP Harus Kembali ke Marga dan Suku
Pihak Pertamina Simeulue Tidak Hadir Acara RDP Oleh DPRK Simeulue Cari Jalan Keluar Kelangkaan Bio Solar
Hadiri Pelantikan Prajurit TNI di Bitung, Anggota DPRD Sulut Ruslan Abdul Gani Puji Gemblengan Rindam XIII/Merdeka
Dorong Birokrasi Digital, Pemkot Bitung Gandeng BPSDM Komdigi Manado Gelar Pelatihan AI untuk ASN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 07:26

Yayasan Tunas 08 Dorong Pengelolaan MBG Tetap di Tangan Mitra

Kamis, 10 September 2026 - 06:37

Dapur MBG Sudah Dibangun Sesuai Standar, Haji Abdul Hamid Joka Padang Minta Nasib Investasi Pengelola Diperhatikan

Kamis, 10 September 2026 - 04:49

Jasa Raharja Ajak “Jasfren” Bergerak Bersama Menjaga Keselamatan

Rabu, 9 September 2026 - 14:47

Jangka Keutapang Gelar Rembuk Stunting, Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting

Rabu, 9 September 2026 - 14:39

Pj. Keuchik Jangka Keutapang Salurkan BLT kepada 33 Penerima

Rabu, 9 September 2026 - 13:04

Raja Ampat Belum Punya Payung Adat Bersama, Carles Imbir: Pengakuan OAP Harus Kembali ke Marga dan Suku

Rabu, 9 September 2026 - 12:41

Raja Ampat Belum Punya Payung Adat Bersama, Carles Imbir: Pengakuan OAP Harus Kembali ke Marga dan Suku

Rabu, 9 September 2026 - 09:13

Tingkatkan Layanan Kesamsatan: Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah DKI Jakarta Berkolaborasi dengan Samsat Jakarta Barat

Berita Terbaru

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E, saat menerima audiensi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bitung. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Memperkuat Harmoni Daerah, Wali Kota Bitung Terima Audiensi Pengurus PCNU

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:58