Bitung | Tribuneindonesia.com – Ratusan personel TNI, Polri, aparatur pemerintah, dan elemen masyarakat memadati kawasan Pusat Kota Bitung pada Jumat (17/7/26) pagi.
Polres Bitung menginisiasi program kolaboratif ini sebagai langkah konkret merawat kebersamaan lintas instansi. Pihak penyelenggara sengaja mengusung tema “Kebersamaan dan Integritas dalam Membangun NKRI” untuk memperkuat visi persatuan.
Hajatan olahraga ini melibat aktif unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta Korps Adhyaksa dari Kejaksaan Negeri Bitung. Tak ketinggalan, jajaran Pemerintah Kota Bitung dan anggota DPRD Kota Bitung turut mengirimkan delegasi terbaik mereka.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran para pejabat utama Polres Bitung serta puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan warga lokal juga antusias membaur di tengah lapangan.
Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung jalannya kegiatan yang berlangsung semarak tersebut. Perwira menengah Polri ini memandang pentingnya memanfaatkan momentum olahraga sebagai media komunikasi alternatif.
AKBP Arie Sulistyo Nugroho menegaskan bahwa agenda ini mengemban misi yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga kebugaran fisik.
Menurutnya, aktivitas fisik bersama ini ampuh membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat soliditas internal para pemangku kepentingan.
Pimpinan Polres Bitung itu juga menyatakan komitmen teguh institusinya untuk terus menggandeng TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh lapisan masyarakat.
Langkah strategis tersebut menjadi kunci utama dalam memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
”Polres Bitung berkomitmen untuk terus membangun sinergi yang erat bersama TNI, Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan seperti ini merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menghadirkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga kolaborasi yang harmonis harus terus kita pelihara demi kemajuan Kota Bitung,”
ujar Kapolres.
Kapolres menganggap ikatan emosional yang harmonis antarinstansi sebagai modal dasar untuk melahirkan pelayanan Polri yang profesional. Fondasi kebersamaan ini diyakini mampu meningkatkan rasa aman warga demi memuluskan jalannya roda pembangunan di Kota Cakalang.
Dalam sela-sela kegiatan, AKBP Arie Sulistyo Nugroho melayangkan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang meluangkan waktu untuk hadir.
Ia memuji semangat persaudaraan yang terpancar dari wajah-wajah para peserta sepanjang acara.
”Terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda, TNI, Pemerintah Daerah, DPRD, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat yang telah bersama-sama memperkuat semangat persaudaraan. Semoga sinergitas yang telah terbangun ini semakin kokoh dan menjadi energi positif dalam menjaga Kota Bitung tetap aman, damai, serta kondusif,”
tambahnya.
Kapolres berharap energi positif dari lapangan olahraga ini dapat bertransformasi menjadi kekuatan nyata di lapangan tugas harian. Sinergi yang kokoh tersebut menjadi jaminan utama untuk mempertahankan Kota Bitung sebagai wilayah yang damai dan kondusif.
Pada kesempatan yang sama, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made D.J., turut memberikan pandangan strategisnya mengenai esensi pertahanan wilayah.
Ia menyebut kolaborasi kolektif seluruh elemen bangsa merupakan tameng terkuat dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Letkol Inf Dewa Made D.J. kemudian mengutip filosofi sapu lidi untuk menggambarkan kedahsyatan dari sebuah persatuan. Perwira TNI ini mengingatkan bahwa kerapuhan selalu mengintai pihak-pihak yang memilih berjalan sendiri-sendiri tanpa ikatan kemitraan.
“Kalau sapu lidi diikat menjadi satu, dia akan kuat. Tetapi kalau berdiri sendiri-sendiri, kekuatannya tidak akan berarti. Filosofi inilah yang harus terus kita pegang dalam membangun Kota Bitung dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,”
ungkap Dandim.
Dandim mengajak seluruh pemangku kebijakan dan warga Bitung untuk terus merawat filosofi persatuan tersebut dalam kehidupan bernegara.
Kerja sama yang padu dari hulu ke hilir dipercaya mampu membawa kemakmuran yang merata bagi masyarakat daerah.
Panitia mengemas rangkaian acara ini secara rileks melalui sesi senam kebugaran, rangkaian olahraga ringan, hingga sesi ramah tamah. Gelak tawa dan obrolan santai antarpejabat dan warga meruntuhkan sekat-sekat birokrasi yang kaku.
Melalui keberhasilan acara ini, Polres Bitung sukses menempatkan diri sebagai motor penggerak keharmonisan sosial di tingkat daerah.
Fondasi komunikasi yang kokoh ini siap mengawal Kota Bitung berkembang menjadi kota yang aman, modern, dan sejahtera. (kiti)
















