
TRIBUNEINDONESIA| Kutacane– Ketua K3S Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Jabal Nurdin, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang berkembang mengenai polemik dugaan pengutipan biaya kepada sejumlah kepala sekolah SD di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, Jabal Nurdin menegaskan bahwa informasi yang beredar menurutnya tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Ia juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kantor PWI Aceh Tenggara beberapa waktu lalu semata-mata untuk memberikan penjelasan dan meluruskan persoalan yang sedang beredar.
“Saya datang dengan niat baik untuk menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar. Tidak ada maksud lain selain memberikan penjelasan agar persoalan ini menjadi lebih terang,” ujar Jabal Nurdin, Minggu (10/05/2026).
Jabal Nurdin mengaku sangat menghormati tugas jurnalistik dan memahami peran media sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. Namun demikian, dirinya berharap setiap pemberitaan dapat disampaikan secara berimbang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut Jabal, pemberitaan yang berkembang saat ini turut berdampak pada nama baik dirinya sebagai tenaga pendidik sekaligus Ketua K3S Kecamatan Babussalam.
“Saya merasa perlu memberikan penjelasan agar masyarakat juga mendapatkan informasi yang seimbang. Sebab, apa yang berkembang saat ini menurut saya belum sepenuhnya sesuai fakta,” katanya.
Terkait isu dirinya sulit dihubungi oleh wartawan, Jabal Nurdin menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menghindari konfirmasi. Ia menyebut saat itu dirinya sedang berupaya menjaga situasi agar persoalan tidak semakin meluas.
“Saya tetap terbuka untuk memberikan penjelasan apabila dibutuhkan. Saya juga menghargai kerja-kerja teman-teman media,” tambahnya.
Sementara itu, aktivis Aceh Tenggara, Lamsin SKD, mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Ketua K3S tersebut guna membangun komunikasi yang lebih baik agar persoalan yang berkembang tidak semakin berkembang.
“Kita jalin persaudaraan. Masalah yang besar kita kecilkan, masalah yang kecil kita hapuskan,” ujar Lamsin SKD.
Lebih lanjut, Lamsin mengatakan bahwa semua pihak sejatinya memiliki hubungan persaudaraan dan harus mengedepankan penyelesaian persoalan secara damai serta saling menghargai.
“Kita semua bersaudara, kita semua memiliki tali persaudaraan. Mari kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan-permasalahan secara saling memaafkan,” lanjutnya.
Di akhir keterangannya, Jabal Nurdin berharap polemik yang berkembang dapat disikapi secara bijak dan tidak menimbulkan suasana yang dapat mengganggu hubungan baik di lingkungan pendidikan Aceh Tenggara.
“Saya berharap semua pihak dapat mengedepankan komunikasi yang baik dan klarifikasi yang seimbang, sehingga persoalan ini tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan,” tutupnya. ***















