Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara.

- Editor

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Poto: Ketua Kaliber Aceh ZK AGARA

Kutacane~TribuneIndonesia.com

Ketua Kaliber Aceh, ZK Agara, mendesak dan menantang Kejaksaan Tinggi Aceh agar tidak tutup mata terhadap dugaan carut-marut pengelolaan dana kesehatan di Kabupaten Aceh Tenggara yang disinyalir mencapai puluhan miliar rupiah.Jumat 8 Mei 2026.

Dana kapitasi sebesar Rp12,7 miliar, dana JKN Rp1,07 miliar, serta dana BOK Rp17,5 miliar tahun anggaran 2024 yang dikelola Dinas Kesehatan Aceh Tenggara dan sejumlah Puskesmas kini disinyalir kuat sarat manipulasi administrasi dan dugaan praktik korupsi berjamaah.

Menurut ZK Agara, temuan dalam LHP BPK RI Nomor: 13 A/LHP/XVIII.BAC/05/2025 tidak boleh dianggap sekadar catatan administrasi biasa. Ia menilai adanya ketidak sesuaian dokumen dan laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran merupakan sinyal kuat dugaan permainan anggaran yang harus segera dibongkar aparat penegak hukum.

“Ini uang rakyat, uang orang sakit, bukan uang warisan pribadi pejabat. Kajati Aceh jangan hanya diam melihat dugaan permainan dana kesehatan miliaran rupiah di Aceh Tenggara,” tegas ZK Agara.

Ia bahkan meminta Kajati Aceh segera membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan manipulasi administrasi, dugaan mark-up kegiatan, hingga potensi penyimpangan berjamaah dalam pengelolaan dana kesehatan tersebut.

“Kalau Kejati Aceh serius memberantas korupsi, maka jangan takut menyentuh sektor kesehatan. Jangan sampai hukum hanya galak kepada rakyat kecil, tetapi melempem ketika berhadapan dengan dugaan mafia anggaran di birokrasi,” katanya dengan nada keras.

Baca Juga:  Sambut hangat Bupati Deli Serdang kedatangan Intan Irfanila Perwakilan 4 Besar Putri Otomotif Indonesia 

ZK Agara juga menyoroti ironi di balik besarnya anggaran kesehatan yang digelontorkan pemerintah.

Menurutnya, di tengah keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan dan fasilitas Puskesmas yang masih minim, justru muncul dugaan manipulasi laporan penggunaan dana miliaran rupiah.

“Rakyat datang berobat dengan harapan sembuh, tetapi uang kesehatan mereka justru diduga dipermainkan di balik meja administrasi. Ini bukan sekadar pelanggaran, ini bentuk pengkhianatan terhadap hak dasar masyarakat,” ujar ZK Agara.

Ia meminta Kajati Aceh tidak hanya menunggu laporan formal, tetapi segera memanggil dan memeriksa seluruh pihak terkait, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan, bendahara, PPTK, kepala Puskesmas, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan dana kapitasi, JKN, dan BOK tahun 2024.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Astuti, hingga kini belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan manipulasi administrasi dan penggunaan dana kesehatan tersebut. Nomor kontak yang bersangkutan disebut tidak dapat dihubungi.

“Jangan sampai Kejati Aceh dianggap hanya tajam saat konferensi pers, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan dugaan korupsi anggaran kesehatan. Publik menunggu keberanian Kajati Aceh membuktikan bahwa hukum masih hidup di Aceh,” pungkas ZK Agara. (Kasirin)

Perls~abdgn gasekk

Berita Terkait

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum
Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Cipinang Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Tempe
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53

Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Sabtu, 26 September 2026 - 06:53

Buka Pelatihan Paralegal 2026, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penyelesaian Hukum Tingkat Tapak

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17

Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

Sabtu, 26 September 2026 - 05:47

Sabtu, 26 September 2026 - 05:17

Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD

Berita Terbaru