Bitung | Tribuneindonesia.com – Pelabuhan Bitung kembali mencatatkan tonggak sejarah dalam modernisasi layanan maritim di Sulawesi Utara, Kamis (31/04/26).
Melalui seremoni resmi yang digelar pada Rabu (29/04), manajemen meluncurkan program Integrated Planning and Control sebagai fondasi baru dalam sistem operasional pelabuhan yang lebih tangkas dan reliabel.
Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom. Kehadiran sistem ini menandai pergeseran gaya operasional dari metode konvensional menuju pola kerja yang sepenuhnya terpadu, guna menjawab tantangan logistik yang kian kompleks di era digital.
Agenda peluncuran tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi sektor maritim, di antaranya General Manager Pelindo Regional 4 Manado, Nurlayla Arbie, serta Terminal Head Terminal Petikemas Bitung.
Tak ketinggalan, perwakilan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bitung juga hadir memberikan dukungan penuh terhadap transformasi ini.
Inti dari implementasi Integrated Planning and Control adalah sinkronisasi antara perencanaan dan pengawasan di lapangan secara real-time.
Dengan adanya pusat kendali yang terintegrasi, setiap pergerakan arus barang dan kapal dapat dipantau secara presisi, meminimalisir risiko keterlambatan yang selama ini menjadi kendala klasik di sektor kepelabuhanan.
Output utama yang dibidik dari inovasi ini adalah peningkatan standar profesionalisme bagi para pengguna jasa.
Pelindo optimis bahwa dengan layanan yang lebih cepat dan tepat sasaran, daya saing Pelabuhan Bitung akan meningkat signifikan, baik dalam skala nasional maupun di kancah perdagangan internasional.
Sebagai penutup, transformasi ini merupakan bukti komitmen berkelanjutan Pelindo untuk menciptakan ekosistem pelabuhan yang modern dan adaptif.
Ke depan, penguatan teknologi operasional semacam ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui jalur logistik laut yang lebih efisien. (kiti)


















