STMA Trisakti Gelar Seminar Nasional Bahas Stabilitas Pertumbuhan Industri Perasuransian

- Editor

Kamis, 30 April 2026 - 06:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta/Tribuneindonesia.com

Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan sekadar isu berita internasional. Melainkan sebuah variabel ekonomi yang nyata bagi Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Ketua STMA Trisakti, Dr Antonius Anton Lie, S.E, M.M pada Acara Dies Natalis ke-42 STMA Trisakti menggelar “Seminar Nasional Antisipasi Dampak Perang AS dan Israel vs Iran terhadap Stabilitas Pertumbuhan Industri Perasuransian” pada hari Rabu (29/4/2026) di Jakarta.

“Sebagai negara dengan ketergantungan pada stabilitas rantai pasok global dan fluktuasi harga energi, Indonesia berada pada titik dimana kewaspadaan adalah sebuah keharusan. Saat ini pemerintah melakukan intervensi supaya masyarakatnya bisa mendapatkan harga BBM yang terjangkau,” ungkap Dr. Antonius Anton Lie, S.E, M.M

Dengan adanya perang ini, yang jadi pertanyaan adalah mengapa dua kapal minyak pertamina saat ini masih terkendala di selat hormuz dan alasannya administrasi, jadi asuransi harus memback up juga.

Beliau juga mengungkapkan mengapa masalah tersebut menjadi krusial bagi industri perasuransian yang didasari empat alasannya, yaitu: Volatilitas Pasar Modal, Kenaikan Risiko Operasional, Risiko Penggantian Kerugian Akibat Perang dan Daya Beli Masyarakat.

Stabilitas ekonomi makro yang terganggu tentu akan mempengaruhi prioritas masyarakat dalam proteksi diri dan aset.

Selanjutnya Ketua Pengurus Yayasan Trisakti, Prof. Ainun Na’im, Ph.D yang turut hadir mengatakan, situasi geopolitik saat ini ada peperangan yang mengakibatkan berbagai kegiatan ekonomi, bisnis, dan kehidupan masyarakat tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Ini juga diikuti masalah rantai pasok, karena transportasi terganggu, kemudian pemenuhan kebutuhan-kebutuhan khususnya energi lantas terganggu. Memang lantas masalah asuransi yang berkaitan dengan ketidakpastian itu tidak dapat mencapai tujuannya karena ketidakpastiannya sangat tinggi,” jelasnya.

Baca Juga:  Syari’at Islam di Aceh: Janji Besar Mualem–Dek Fad atau Sekadar Slogan?

Dalam Seminar Nasional ini, hadir Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulius Bhayangkara, SIP, ANZHF (Sar Assoc) CIP, CIIB, CRGG yang menjelaskan Bahwa dalam acara dies natalis STMA Trisakti sangat penting karena salah satu sumber talenta untuk industri.

“kami selaku dewan asuransi berharap pelajaran dan pendidikan in line dengan kebutuhan industri perasuransian di Indonesia dan dalam mengantisipasi dampak perang ini, jadi harus ada jaminan re-asuransi dengan membangun dari satu negara dengan negara lain,” jelasnya.

Lalu ada, Guru Besar Ilmu Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H, LLM, PH.D juga memberikan komentar perihal geopolitik perang ini dalam konteks asuransi dan dampaknya.

“Para investor banyak yang melakukan wait and see yang berdampak pada industri asuransi di Indonesia karena daya beli masyarakat menjadi turun dan bisa membuat performa dari Unit link tidak akan baik,” jelasnya.

Serta Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, S.E, RMAC, QCRO menjelaskan Bahwa kami menyambut baik acara ini dan menjadi bagian literasi, dimana kita bisa mendongkrak inklusi kita di dalam situasi yang tidak menentu saat ini.

“Kondisi geopolitik saat ini sangat merugikan industri perasuransian, tentunya di sektor korporasi hampir 15% sudah hengkang dari negeri ini, jadi kita harus melakukan terobosan dan pemerintah harus hadir dalam situasi ekonomi yang tak menentu akibat perang ini,” tutupnya.

Hadir pula dalam seminar nasional ini, yaitu Ketua Senat STMA Trisakti Robidi, S.H.,M.H.,QCRO,
Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Kahirat, S.Si, MBA, ACII, FIIS, dan para tamu undangan lainnya.

Berita Terkait

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Kapolsek Matuari Pimpin Pengamanan Kompetisi Olahraga di Kota Bitung
Diduga Gunakan Material Galian C Ilegal, Proyek PT HK Disorot Tajam: Bupati Aceh Tenggara Diminta Jangan Jadi Penonton
Kawal Progres Infrastruktur, Babinsa Dampingi Pengecoran Jembatan Perintis Garuda
Kunjungi Kodim 1310/Bitung, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Serap Aspirasi Pengelola Koperasi Desa
​Wujudkan Kemanunggalan, Kodaeral VIII Kawal Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Sulawesi Utara
​Direktur Perumda Air Minum Dua Saudara Jamin Tak Ada Alokasi Dana Tunai dalam Penyertaan Modal
Gandeng Insan Pers, Polres Bitung Komitmen Jamin Keterbukaan Informasi dan Keamanan Publik
Wali Kota Hengky Honandar Matangkan Program Koperasi Merah Putih Bersama Kemendagri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 08:57

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Kapolsek Matuari Pimpin Pengamanan Kompetisi Olahraga di Kota Bitung

Kamis, 30 April 2026 - 06:30

Diduga Gunakan Material Galian C Ilegal, Proyek PT HK Disorot Tajam: Bupati Aceh Tenggara Diminta Jangan Jadi Penonton

Kamis, 30 April 2026 - 06:26

STMA Trisakti Gelar Seminar Nasional Bahas Stabilitas Pertumbuhan Industri Perasuransian

Kamis, 30 April 2026 - 04:39

Kawal Progres Infrastruktur, Babinsa Dampingi Pengecoran Jembatan Perintis Garuda

Rabu, 29 April 2026 - 17:42

​Wujudkan Kemanunggalan, Kodaeral VIII Kawal Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Sulawesi Utara

Rabu, 29 April 2026 - 17:13

​Direktur Perumda Air Minum Dua Saudara Jamin Tak Ada Alokasi Dana Tunai dalam Penyertaan Modal

Rabu, 29 April 2026 - 12:35

Gandeng Insan Pers, Polres Bitung Komitmen Jamin Keterbukaan Informasi dan Keamanan Publik

Rabu, 29 April 2026 - 08:57

Wali Kota Hengky Honandar Matangkan Program Koperasi Merah Putih Bersama Kemendagri

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

PWKI Deli Serdang Hadirkan Edukasi Strategis di Desa Sumberjo

Kamis, 30 Apr 2026 - 08:12