Manado | Tribuneindonesia.com – Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang dipastikan akan diwarnai gelombang protes dari sektor transportasi di Sulawesi Utara. Rabu (29/04/26).
Aliansi Sopir Dump Truk Sulut telah mematangkan rencana untuk turun ke jalan guna menyuarakan keresahan mereka terkait karut-marut distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Aksi massa tersebut nantinya tidak akan diarahkan ke gedung pemerintahan, melainkan akan berpusat di Kantor Pertamina Cabang Manado.
Pemilihan lokasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mendesak pertanggungjawaban langsung dari pihak otoritas penyedia energi atas krisis bahan bakar yang tak kunjung usai.
Koordinator Aliansi Sopir Dump Truk Sulut, William Luntungan, menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk akumulasi kekecewaan para pengemudi.
Ia menyoroti fenomena antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kini menjadi pemandangan sehari-hari dan merugikan para pekerja tambang serta konstruksi.
”Kami telah menjadwalkan aksi pada 1 Mei nanti, bertepatan dengan semangat hari buruh. Fokus utama pergerakan massa adalah menyambangi Kantor Pertamina Manado untuk menuntut solusi konkret,”
ungkap Luntungan saat memberikan keterangan kepada awak media.
Persoalan durasi tunggu yang tidak masuk akal menjadi poin krusial yang melatarbelakangi protes ini.
Luntungan menyebutkan bahwa para sopir terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan menginap di jalanan hanya demi mendapatkan solar, yang secara otomatis memangkas waktu kerja dan pendapatan harian mereka.
Dalam aksi yang akan digelar pekan depan tersebut, aliansi membawa dua tuntutan utama kepada pemangku kebijakan.
Pertama, mendesak Pertamina untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem distribusi dan memperketat pengawasan di lapangan guna memastikan pasokan BBM bersubsidi tepat sasaran dan bebas dari praktik penyelewengan.
Selain menyasar Pertamina, para sopir juga meminta intervensi tegas dari aparat penegak hukum.
Mereka mendesak Kapolda Sulawesi Utara untuk menghidupkan kembali operasi penertiban mafia solar, mengingat efektivitas tindakan tersebut di masa lalu yang terbukti mampu melenyapkan antrean panjang di setiap SPBU secara signifikan. (talia)















