​Teka-teki Output Kerja Legislator Bitung di Tengah Sorotan Aksi Joget di Pulau Dewata

- Editor

Selasa, 28 April 2026 - 10:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Tribuneindonesia.com –Keriuhan melanda jagat maya setelah beredarnya video pendek yang memperlihatkan aksi joget tiga legislator perempuan asal DPRD Kota Bitung saat berada di Bali, Selasa (28/04/26).

Alih-alih memberikan penjelasan transparan, ketiga wakil rakyat yang kini dijuluki netizen sebagai “Srikandi Ratu Joget” tersebut justru memilih untuk menutup rapat mulut mereka dari kejaran konfirmasi media.

​Keheningan para legislator ini memicu tanda tanya besar terkait integritas mereka sebagai pejabat publik.

Video yang viral tersebut memperlihatkan suasana santai dan hura-hura yang kontras dengan etika formal kedinasan.

Hal ini menjadi ironis karena keberadaan mereka di Pulau Dewata dikabarkan dalam rangka menjalankan agenda perjalanan dinas yang dibiayai oleh negara.

​Dua legislator yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan secara kompak enggan memberikan pernyataan mendalam mengenai urgensi aktivitas mereka dalam video tersebut.

Berdalih menjaga ritme organisasi, mereka mengaku hanya patuh pada instruksi internal partai untuk tidak berkomentar lebih jauh, yang justru memperkeruh spekulasi di tengah masyarakat.

​Setali tiga uang, Cherry Mamesah yang merupakan legislator dari Partai Golkar juga memilih langkah aman dengan tidak memberikan klarifikasi personal.

Baca Juga:  ​Pajak PBB PT IKI Bitung Mandek Sejak 2021, Nilainya Hampir Menyentuh Rp1 Miliar

Ia justru melemparkan tanggung jawab penjelasan kepada pimpinan DPRD Bitung. Sikap defensif ini dianggap sebagai upaya untuk menghindar dari tanggung jawab langsung kepada konstituen yang menuntut kejelasan.

​Akibat sikap bungkam tersebut, gelombang kritik dari publik pun tak terelakkan, terutama mengenai transparansi penggunaan anggaran daerah.

Masyarakat mulai mempertanyakan apakah biaya perjalanan, penginapan, dan uang saku yang bersumber dari pajak rakyat digunakan untuk kepentingan kerja nyata atau sekadar memfasilitasi agenda hiburan pribadi berkedok dinas.

​Netizen di berbagai platform media sosial menilai bahwa perilaku yang ditampilkan dalam video tersebut sama sekali tidak mencerminkan marwah sebagai wakil rakyat.


Tanpa adanya klarifikasi resmi yang masuk akal, publik sulit membedakan antara kegiatan kunjungan kerja yang substantif dengan liburan pribadi yang dibalut status jabatan formal.


​Hingga saat ini, polemik “Srikandi Ratu Joget” ini masih menyisakan ruang kosong tanpa jawaban pasti mengenai output kerja dari perjalanan dinas tersebut.

Diamnya para wakil rakyat ini seolah membiarkan spekulasi liar terus berkembang, sekaligus menciptakan preseden buruk terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi legislatif di Kota Bitung. (kiti)

Berita Terkait

APBD Defisit Disorot, Fraksi GIK Dorong OPD Raja Ampat Genjot Kinerja
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30

APBD Defisit Disorot, Fraksi GIK Dorong OPD Raja Ampat Genjot Kinerja

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:50

KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17

Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

Sabtu, 26 September 2026 - 05:47

Sabtu, 26 September 2026 - 05:17

Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD

Berita Terbaru

Feature dan Opini

APBD Defisit Disorot, Fraksi GIK Dorong OPD Raja Ampat Genjot Kinerja

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:30