Listrik Jakarta Berulang Kali Padam, IWO Desak Evaluasi Total PLN hingga Pencopotan Dirut

- Editor

Kamis, 23 April 2026 - 06:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Pemadaman listrik kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Kamis (23/4/2026) sejak pukul 10.07 WIB. Gangguan yang terjadi di pusat pemerintahan dan ekonomi nasional itu memicu kritik keras terhadap kinerja PT PLN (Persero), sekaligus menimbulkan dampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan layanan publik.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman terjadi di berbagai kawasan, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara. Hingga beberapa jam setelah kejadian, pasokan listrik di sejumlah titik dilaporkan belum sepenuhnya pulih.

Salah satu warga di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Aymar, menyebut listrik padam sejak pukul 10.46 WIB dan belum kembali normal hingga siang hari.

“Sudah hampir tiga jam belum juga pulih. Aktivitas jadi terganggu, apalagi air PAM ikut mati,” ujarnya.

Gangguan tersebut tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga menghambat operasional fasilitas umum dan layanan vital. Sejumlah objek penting dilaporkan terdampak, termasuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan kantor Badan Pengelola (BP) BUMN, yang mengalami gangguan pelayanan akibat terhentinya pasokan listrik.

Gangguan Pembangkit Picu Blackout

Informasi teknis yang beredar dari UP2B JKB WPO Metro menyebutkan bahwa pemadaman dipicu gangguan pada sistem pembangkitan listrik. Beberapa unit pembangkit dilaporkan mengalami trip, di antaranya Priok Blok-1 (3GT 1ST), serta Blok 4 yang mencakup gangguan pada 4.2 GT dan IBT 2 Priok.

Selain itu, gangguan juga terjadi pada sistem di GI Priok Barat yang memperparah kondisi jaringan. Secara keseluruhan, sistem mengalami defisit daya signifikan, dengan estimasi kekurangan sekitar 700 MW pada Blok 4 dan 425 MW pada Blok 1.

Seorang pejabat di PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya membenarkan adanya gangguan pembangkit yang berdampak pada distribusi listrik.

Baca Juga:  Ridwan Hisjam: Hilirisasi Berbasis Teknologi adalah Kunci Kedaulatan Ekonomi Jawa Timur

“Distribusi kena imbasnya, saat ini masih dalam proses penormalan secara bertahap,” ujarnya.

Kritik Keras dan Desakan Evaluasi

Insiden pemadaman berulang di ibu kota memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) sekaligus Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira, menilai kejadian ini sebagai bentuk kegagalan serius dalam pengelolaan kelistrikan nasional.

“Pemadaman listrik setengah jam saja di Jakarta bisa melumpuhkan aktivitas. Apalagi ini berjam-jam dan berulang, ini sudah kategori luar biasa,” kata Yudhistira.

Ia mendesak pemerintah, termasuk Presiden dan pihak pengawas BUMN, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PLN. Menurutnya, langkah tegas diperlukan guna memastikan profesionalitas dan keandalan sistem kelistrikan nasional.

Yudhistira juga secara khusus menyoroti kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Ia menilai perlunya penyegaran di tubuh perusahaan pelat merah tersebut.

“Sudah saatnya dilakukan evaluasi serius, termasuk di level pimpinan, agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Tantangan Keandalan Infrastruktur

Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan besar dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah dengan beban tinggi seperti Jakarta. Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, gangguan listrik sekecil apa pun dapat berdampak sistemik, mulai dari layanan kesehatan, transportasi, hingga aktivitas bisnis.

Pengamat energi menilai, insiden berulang menunjukkan perlunya penguatan sistem cadangan, peningkatan manajemen risiko, serta percepatan modernisasi infrastruktur kelistrikan, termasuk integrasi sistem digital untuk deteksi dini gangguan.

Hingga berita ini diturunkan, PLN masih melakukan proses pemulihan jaringan secara bertahap. Belum ada keterangan resmi terkait estimasi waktu pemulihan total maupun langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang. (Ril)

Berita Terkait

DPC PKB Kota Langsa Buka Penjaringan Pengurus DPAC, Targetkan Mesin Politik Hingga Tingkat Kecamatan
Jasa Raharja Raih Penghargaan di Ajang Transportasi Indonesia Awards 2026
Pulihkan Konektivitas Pascabencana, HKI Rampungkan Penanganan Jalur Lembah Anai dan Malalak
​Atasi Pencemaran PT FSU, Wali Kota Bitung Boyong Tim Gabungan Datangi KLH dan BKPM
Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep
Kejar Target , Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Lembur Pasang Pintu RTLH Hingga Malam Hari
Reje Kampung Alur Item Diminta Buka Transparansi Penggunaan Dana Desa 2024–2026, Warga Desak APH Lakukan Audit Menyeluruh
Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Layanan Dapur Hingga Panen Telur di Lapas Kota Bakti
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:29

Keadilan yang Tak Kunjung Tiba: Di Balik Seruan Kedaulatan Papua dan Maluku

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:21

Wanita Cerdas Mengelola Keuangan, Wanita yang Tak Mau Belajar Tetap Berjalan di Tempat

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:10

beranilah negaraku: berikan hak kedaulatan, hentikan perang sia-sia, bangun persaudaraan setara

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:37

Bayu Anugerah Gugat Otto Hasibuan dan Presiden RI, Kepatuhan Putusan MK Jadi Sorotan

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:13

Jasa Raharja DKI Gelar FGD FKLL, Bersama Stakeholder Petakan Strategi Tekan Kecelakaan di Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:17

PESAN KEBENARAN DAN KEKUATAN

Senin, 25 Mei 2026 - 08:07

Dana Desa Dipotong, Koperasi Belum Terbentuk: Keresahan Masyarakat Aceh Tenggara Mulai Menguat

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:54

Gerebek Gubuk Maut di Pancur Ido! Pengedar Sabu Dibekuk Saat Racik Paket Haram, Polisi Sita 2 Gram Narkotika

Berita Terbaru