Masyarakat Korban Banjir Desak KPK Turun ke Bireuen

- Editor

Selasa, 7 April 2026 - 01:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Seribuan masyarakat korban banjir dan tanah longsor dari berbagai desa di Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin (6/4/2026).

Massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Ruang Terbuka Hijau (RTH) eks Stadion Cot Gapu Bireuen. Mereka datang menggunakan sepeda motor, mobil, hingga kendaraan bak terbuka dari berbagai wilayah terdampak.
Setelah melakukan konsolidasi, massa bergerak berjalan kaki menuju Kantor Bupati yang berada di sisi timur RTH.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa spanduk, poster, serta berbagai tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun langsung ke Bireuen dan mengaudit seluruh penggunaan anggaran terkait penanganan banjir.

“Kami mendesak KPK dan aparat penegak hukum untuk segera mengaudit seluruh anggaran, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah, yang hingga saat ini belum sepenuhnya kami terima sebagai korban banjir,” ujar perwakilan massa dalam orasinya.

Selain itu, massa juga meminta aparat penegak hukum mengusut sejumlah dugaan penyimpangan, di antaranya pengelolaan anggaran rumah tangga Pendopo Bupati, anggaran perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen Tahun 2025.

Serta dugaan pengelolaan berbagai proyek di RSUD dr Fauziah Bireuen, mulai dari pengelolaan parkir, pengadan obat-obatan, pembangunan infrastruktur atau rehabilitasi rumah sakit, pengadaan makanan, hingga hal-hal kecil lainnya diduga semua dikelola oleh bupati, keluarga dan kroni-kroninya.

Tak hanya itu, isu dugaan nepotisme dan konflik kepentingan juga menjadi sorotan. Massa menilai adanya indikasi penempatan keluarga dalam jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah.

Baca Juga:  ​Suasana Haru Selimuti Apel Terakhir AKBP Albert Zai di Polres Bitung

“Jabatan publik bukan warisan keluarga. Dugaan praktik nepotisme ini harus diusut karena mencederai prinsip keadilan dan transparansi,” tegas salah satu orator.

Massa juga menyoroti dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam proyek-proyek pemerintah, termasuk di Dinas PUPR, serta adanya proyek yang disebut-sebut belum rampung namun anggarannya telah dicairkan.

Selain persoalan anggaran dan dugaan korupsi, aksi ini juga merupakan bentuk protes atas penanganan bencana yang dinilai tidak optimal.

Para demonstran mengaku masih banyak korban yang belum menerima bantuan, baik Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan rumah rusak, maupun bantuan stimulan lainnya.

Mereka juga mengkritik proses pendataan yang dianggap tidak transparan, termasuk banyaknya warga terdampak yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan dengan alasan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK).

Salah seorang korban banjir asal Peusangan mengungkapkan kekecewaannya karena hingga kini masih banyak warga yang belum mendapatkan haknya.

“Banyak dari kami kehilangan harta benda, rumah terendam, tapi belum juga menerima bantuan. Ada yang tidak terdata, ada yang dianggap tidak memenuhi syarat. Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya.

Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang protes sebelumnya. Massa menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan tindakan konkret dari pemerintah maupun aparat penegak hukum.

“Kalau tidak siap dikritik, sebaiknya mundur. Jabatan publik membutuhkan tanggung jawab dan keterbukaan, bukan anti kritik,” tutup orator. (*)

Berita Terkait

Bantuan Korban Kebakaran dari Pemerintah Aceh di Duga di Sunat Oknum Pejabat Dinas Sosial Agara
Lapas Lhoksukon Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat
Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Bireuen Tingkatkan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kecil Lewat Sosialisasi CBIB
“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta
Sambut Hari Jadi Ke-24 Propam Polri, Propam Polres Bireuen Gelar Bakti Sosial di Masjid Baitul Izzah Peusangan
RESPON ADUAN MASYARAKAT LEWAT LAYANAN 110, POLRES BIREUEN AMANKAN PELAJAR BOLOS SEKOLAH
POLRES BIREUEN GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2026
FPI Bireuen Silaturahmi Dengan MPU Dan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Apresiasi HUT Ke-27 Juga Bahas Olahraga Putri 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:43

“Prabowo Rombak Kabinet dan Polri: Suyudi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:16

Prabowo Dikabarkan Reshuffle Sejumlah Posisi Strategis, Menlu Sugiono Diisukan Masuk Daftar Reshuffle

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:25

EMPAT QANUN PRIORITAS DISETUJUI, BUPATI MONAS: PERKUAT LANDASAN PEMBANGUNAN DAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:03

“22 Tahun DPD RI, Hartono Tancapkan Komitmen: Suara Papua Tak Boleh Padam dari Jakarta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:30

KUA-PPAS P-APBD 2026 Gagal Disahkan, GRPK Soroti Dugaan Kepentingan Internal DPRD Deli Serdang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:08

Keluarga besar PEPABRI Aceh Tamiang Ucapan Hari Kesaktian Pancasila, Penuh Makna dan Semangat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:51

Integrasikan KLHS dan RDTR, Kota Bitung Dorong Kepastian Hukum dan Iklim Investasi Sehat

Rabu, 30 September 2026 - 15:57

Limbah Padat Diduga Dibuang ke Lingkungan, AMGL Desak DLHK Bongkar Pengelolaan Limbah PT KHBL

Berita Terbaru