Pangdam IX/Udayana Hadiri Upacara Pemakaman Militer Prajurit Kodam IX/Udayana yang Gugur dalam Misi Perdamaian 

- Editor

Minggu, 5 April 2026 - 06:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Magelang, |tribuneindonesia.com Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi pemakaman militer Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, prajurit terbaik Kodam IX/Udayana yang gugur dalam menjalankan tugas mulia pada misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Upacara pemakaman dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Magelang, Minggu (5/4/2026).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto hadir secara langsung dalam upacara tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Kehadiran Pangdam mencerminkan rasa duka yang mendalam serta solidaritas keluarga besar Kodam IX/Udayana terhadap prajurit yang gugur dalam tugas negara.

Upacara pemakaman militer tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita selaku Inspektur Upacara, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Darat, di antaranya Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro, Gubernur Akademi Militer, para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, serta Ketua dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan dan mengikuti tata upacara militer yang sarat makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum, yang menggambarkan perjalanan pengabdian serta dedikasi almarhum selama berdinas sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia.

Momen paling sakral dalam upacara tersebut terjadi pada pelaksanaan Apel Persada, yang menandai penghormatan terakhir kepada prajurit yang telah menunaikan tugas pengabdiannya kepada negara. Dalam prosesi tersebut ditegaskan bahwa jiwa dan raga almarhum diserahkan kembali kepada Ibu Pertiwi, sebagai simbol berakhirnya tugas pengabdian seorang prajurit yang telah gugur dengan penuh kehormatan.

Baca Juga:  Kodam IX/Udayana Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Sebagai penutup rangkaian upacara, seluruh peserta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga atas nama negara, bangsa, dan TNI Angkatan Darat sebagai simbol penghargaan dan penghormatan atas pengorbanan serta patriotisme yang telah ditunjukkan almarhum dalam menjalankan tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa tersebut.

“Hari ini kita melepas salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi tugas negara dalam misi perdamaian dunia. Semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima oleh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Pangdam.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. menjelaskan bahwa Apel Persada merupakan bagian penting dalam tradisi militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur. Menurutnya, prosesi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghargaan dan penghormatan institusi terhadap setiap prajurit yang telah mengabdikan hidupnya kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Pangdam IX/Udayana dalam prosesi pemakaman tersebut merupakan wujud empati dan duka cita yang mendalam dari seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana.

“Almarhum dikenang sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi, loyal, dan telah memberikan pengorbanan terbaik dalam menjaga kehormatan bangsa melalui tugas misi perdamaian dunia”,tegas Kapendam. (Red)

Berita Terkait

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:54

Jelang 7 November 2026 Pilkades Serentak Warga Agara Sangat Antusias

Rabu, 4 November 2026 - 06:51

H. Ali Amran Komit Tak Main Uang Di Pilkades Kota Kutacane

Rabu, 4 November 2026 - 05:55

Sabu Diblender dan Ganja Dibakar, Kejari Bireuen Musnahkan Barang Bukti 28 Perkara

Rabu, 4 November 2026 - 04:48

Kapolres Bireuen Ajak Masyarakat Kecamatan Juli Bersatu Berantas Narkotika

Rabu, 4 November 2026 - 03:40

Satlantas Polres Bireuen Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1 Peusangan

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 14:17

Gebrakan Ceulangiek: Kembali Pimpin Yayasan Almuslim, Sukses Hadirkan Fakultas Kedokteran dan Gedung Miliaran Rupiah

Berita Terbaru