​Wali Kota Hengky Honandar Terima Kunjungan BNPB, Perkuat Koordinasi Pemulihan Bencana

- Editor

Jumat, 3 April 2026 - 12:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Tribuneindonesia.com Pemerintah Kota Bitung menerima kunjungan strategis dari jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Jumat (03/04/26).

Kedatangan rombangan yang dipimpin Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan, Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T., bersama tim Inspektorat 3 BNPB tersebut, disambut langsung Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E.

​Pertemuan formal ini merupakan respons cepat pemerintah pusat dalam meninjau kondisi terkini wilayah Bitung setelah diguncang gempa bumi berkekuatan 7,6 SR.

Kehadiran pejabat tinggi BNPB di “Kota Cakalang” ini menjadi simbol nyata perhatian serius negara terhadap keselamatan warga serta pemulihan infrastruktur yang terdampak oleh getaran tektonik hebat tersebut.

​Dalam diskusi yang berlangsung hangat namun serius, Dr. Abdul Muhari menekankan pentingnya akurasi data dalam fase tanggap darurat maupun rehabilitasi.

Pihak BNPB berupaya memastikan bahwa koordinasi antara pusat dan daerah berjalan tanpa hambatan, guna memastikan bantuan serta langkah-langkah mitigasi dapat tersalurkan secara efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  P Jasa Raharja Hadiri Pelepasan Mudik Gratis Polri Presisi 2026,Wujud Sinergi Negara Hadir dalam Melayani Masyarakat

​Wali Kota Hengky Honandar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat tim BNPB RI.


Menurutnya, kunjungan lapangan dari tim pusat sangat krusial untuk memetakan kebutuhan mendesak di lapangan serta menyinkronkan strategi penanganan bencana agar lebih terstruktur dan tepat sasaran.


Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keterpaduan langkah dengan seluruh pemangku kepentingan.

Fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan dampak bencana dilakukan secara komprehensif, mulai dari evakuasi, penyaluran logistik, hingga pengkajian kerugian material yang dialami oleh penduduk setempat.

​Sebagai penutup, pertemuan ini menyepakati penguatan jalur komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan BNPB.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan Kota Bitung sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan sistem peringatan dini di masa mendatang demi meminimalisir risiko bencana serupa. (Kiti)

Berita Terkait

Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta
Warga Sangat Kecewa PUPR Agara Abaikan Perawatan Jalan bukit Mbarung -Rambung Teldak
Sinergi Lintas Sektor Jamin Kekhusyukan Jumat Agung di Bitung
​Kajari Bitung Sampaikan Ucapan Selamat Memperingati Jumat Agung bagi Umat Kristiani
Viral di Medsos, Aksi Pengeroyokan di Sesetan Denpasar Selatan, Polisi Buru Pelaku
Gelombang Protes, SOMASI Pertanyakan Keberadaan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa
Mata Air Danowudu Keruh Pasca Gempa, Manajer Perumda Duasudara Sampaikan Permohonan Maaf kepada Warga Bitung
Respons Cepat Pasca Gempa, Perumda Duasudara Tinjau Kualitas Air di Mata Air Danowudu
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:30

Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:51

Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:26

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Masa Depan atau Sekadar Proyek Populis?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:15

Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

Agama Menguatkan Bhayangkara

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28

Syariat Islam di Kota Langsa Kian Melemah: Ketika Dinas Syariat Hanya Menerima Laporan Tanpa Kewenangan Bertindak

Berita Terbaru