Bitung | Tribuneindonesia.com – Panggung tertinggi YouthKampis Cup VI 2026 akhirnya melahirkan raja baru.
BPPP Tandurusa FC sukses menahbiskan diri sebagai kampiun usai menyudahi perlawanan sengit Ardila FC Pateten dengan skor meyakinkan 3-1.
Laga puncak yang digelar di Stadion Duasudara, Manembo-nembo, Bitung, pada Minggu (14/06/26) sore tersebut berlangsung penuh drama dan tensi tinggi.
Atmosfer panas langsung terasa sejak peluit kick-off ditiupkan. Lebih dari 2.000 pasang mata memadati tribun stadion untuk menyaksikan duel maut dua tim terbaik Kota Bitung ini.
Hebatnya, loyalitas para suporter sama sekali tidak luntur meski hujan lebat mengguyur sepanjang jalannya pertandingan.
Sejak menit awal, Ardila FC harus memutar otak lebih keras lantaran tampil pincang tanpa sejumlah pilar utamanya.
Absennya bek tangguh Safruddin Tahar serta beberapa penggawa Malut United di sektor krusial menjadi pukulan telak. Situasi makin rumit bagi Ardila FC karena sang juru taktik, Rahmat Pochi Rifai, absen mendampingi tim di pinggir lapangan akibat agenda mendesak di Maluku Utara.
Kondisi kontras justru terlihat di kubu BPPP Tandurusa FC yang turun dengan kekuatan penuh (full team).
Mereka langsung mencoba mengambil alih kendali permainan sejak menit pertama. Pertarungan sengit di lini tengah pun tak terhindarkan, menyajikan adu kreativitas yang memanjakan mata penonton.
Jual beli serangan berpusat pada bentrokan dua jenderal lapangan tengah. Ardila FC mengandalkan visi bermain Kriswandi Mohibu untuk membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, BPPP Tandurusa FC merespons lewat ketenangan dan kematangan mental mantan gelandang jangkar Persija Jakarta, Sandi Sute.
Meskipun kedua kesebelasan saling melepaskan gelombang serangan, rapatnya barisan pertahanan membuat papan skor tetap tak berubah.
Kedisiplinan lini belakang kedua tim memaksa babak pertama berakhir dengan skor kacamata, 0-0. Kedua tim masuk ke ruang ganti dengan catatan evaluasi besar.
Memasuki paruh kedua, BPPP Tandurusa FC langsung tancap gas demi memecah kebuntuan.
Hasilnya instan, pada menit ke-50, sebuah skema serangan rapi berhasil diselesaikan dengan dingin oleh Dodi Elekuan Djin. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 dan membakar semangat skuad Tandurusa.
Tertinggal satu gol memaksa Ardila FC menaikkan intensitas serangan mereka dan menerapkan strategi pressing ketat.
Upaya pantang menyerah ini membuahkan hasil manis pada menit ke-62 ketika Habibi Yusuf mencetak gol penyeimbang memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan.
Papan skor berubah menjadi sama kuat 1-1, memicu gemuruh dari para pendukung Ardila FC.
Namun, momentum kebangkitan tersebut harus terhenti seketika oleh faktor alam.
Hujan yang semakin deras membuat hampir 70 persen permukaan lapangan Stadion Duasudara tergenang air, hingga aliran bola menjadi terhambat.
Demi keselamatan pemain, pengawas pertandingan Ronald Effendi bersama perangkat wasit memutuskan untuk menghentikan laga sementara selama 15 menit.
Dalam masa jeda darurat tersebut, opsi penentuan juara lewat adu penalti sempat mencuat ke permukaan jika kondisi lapangan tak kunjung membaik.
Namun, setelah berdiskusi pasca-hujan sedikit mereda, kedua tim menunjukkan sportivitas tinggi dan sepakat untuk melanjutkan sisa laga di atas lapangan yang masih basah.
Keputusan melanjutkan laga di atas lapangan berlumpur ini justru menjadi awal dari klimaks drama di Stadion Duasudara. Di sinilah mental juara dan kematangan taktik BPPP Tandurusa FC benar-benar diuji sekaligus dibuktikan secara berkelas.
Hanya berselang tujuh menit setelah laga dilanjutkan, tepatnya menit ke-69, Tandurusa kembali memimpin. Andi Sikola berhasil mengonversi peluang emas menjadi gol kedua yang membuat BPPP Tandurusa FC unggul 2-1 dan kembali memegang kendali permainan.
Belum sempat Ardila FC menata ulang organisasi permainan mereka, sebuah serangan balik cepat kembali menghukum mereka pada menit ke-72.
M. Ali Koroy dengan cerdik melepaskan tembakan yang gagal dihalau kiper lawan, memperlebar keunggulan BPPP Tandurusa FC menjadi 3-1 sekaligus mengunci kemenangan timnya.
Misi mengejar ketertinggalan bagi Ardila FC kian mustahil setelah petaka kembali datang pada menit ke-88. Akibat pelanggaran keras, Risky Mokoagow diganjar kartu merah langsung oleh wasit, memaksa timnya bermain dengan 10 orang di sisa waktu krusial.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan BPPP Tandurusa FC yang langsung disambut pesta pora para pemain dan suporter di tengah rintik hujan.
Ketua Panitia Pelaksana, Sofiandy Mundiahi, mengapresiasi kesuksesan turnamen rakyat ini yang berjalan kondusif, seraya menjanjikan turnamen YouthKampis Cup akan kembali menyapa pencinta sepak bola Bitung tahun depan. (kiti)















