Sekda Aceh Tenggara Turun Tangan, Sengketa Lahan SD Negeri Kampung Nangka Tak Bisa Lagi Diabaikan

- Editor

Kamis, 2 April 2026 - 04:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA  | KUTA CANE Sengketa lahan yang menjadi lokasi berdirinya SD Negeri Kampung Nangka akhirnya memasuki fase krusial.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Sekretaris Daerah, Yusrizal, mulai turun tangan setelah putusan hukum berkekuatan tetap tak kunjung ditindaklanjuti.

Perkara ini sejatinya telah selesai secara hukum. Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 476 PK/Pdt/2023 telah menegaskan bahwa lahan seluas ±2.418 meter persegi di Jalan Tenembak Juhar, Kecamatan Lawe Bulan, sah milik Darwin Israil bersama keluarganya.

 

Namun ironisnya, hingga kini lahan tersebut masih digunakan sebagai lokasi bangunan sekolah negeri tanpa kejelasan penyelesaian dari pemerintah daerah.

 

Langkah Sekda dinilai terlambat, namun tetap menjadi secercah harapan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Yusrizal telah melakukan koordinasi langsung dengan kuasa hukum pemilik lahan, Lamsin, S,KD, guna mencari jalan keluar atas sengketa yang telah berlarut-larut.

Dalam amar putusannya, Mahkamah Agung secara tegas:

Mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali para pemohon
Membatalkan putusan kasasi sebelumnya
Menyatakan sah kepemilikan tanah berdasarkan Surat Jual Beli tertanggal 2 Oktober 1975

Artinya, tidak ada lagi ruang tafsir, status kepemilikan lahan telah final dan mengikat.

Kuasa hukum pemilik lahan, Lamsin SKD, mengungkapkan bahwa dirinya bahkan telah menemui langsung Sekda di kediamannya di lingkungan Kantor Bupati Aceh Tenggara.

Baca Juga:  Babinsa Posramil Peusangan Siblah Krueng Laksanakan Komsos dengan Pedagang Ikan

 

“Sekda sudah kita temui langsung di kediamannya, dan beliau mengakui serta berjanji akan menyelesaikan persoalan ini,” tegas Lamsin skd kepada wartawan, Rabu (1 April 2026).

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa lagi berdalih tidak mengetahui persoalan tersebut.

Lamsin skd juga menekankan bahwa pihaknya masih membuka ruang penyelesaian secara musyawarah, terutama terkait pembayaran ganti rugi atas penggunaan lahan oleh pemerintah. Namun ia mengingatkan, jika komitmen tersebut kembali mandek, jalur hukum lanjutan bukan tidak mungkin ditempuh.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut aset pendidikan yang berdiri di atas lahan milik warga, bahkan setelah adanya putusan inkracht dari pengadilan tertinggi.

Masyarakat kini menunggu bukti, bukan sekadar janji. Ketegasan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara diuji, apakah akan tunduk pada hukum atau membiarkan persoalan ini terus berlarut.

Di sisi lain, warga berharap penyelesaian sengketa ini tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar di SD Negeri Kampung Nangka. Namun satu hal yang pasti, keadilan bagi pemilik sah lahan tidak boleh lagi ditunda.***

Berita Terkait

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Habib Bugak Bireuen dan Santuni puluhan Anak Yatim
BREAKING NEWS! Api Lahap Tebing Lonobi, BPBD–Polres Raja Ampat Turun Langsung, Medan Ekstrem Jadi Kendala
Dua Jalan Jembatan Darurat Mbarung Dan Natam Putus Dua Kecamatan Terisolir
BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI
Polsek Gandapura Gencarkan Patroli KRYD Cegah Karhutla, Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:12

Aiyub NSS Grong-Grong Apresiasi Wasit Perempuan Siti Syawaliah di Grand Final PSG Cup ke-30

Minggu, 27 September 2026 - 04:48

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi

Minggu, 27 September 2026 - 01:29

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 15:56

Pengawasan APIP Ungkap Temuan Rp2,17 Miliar pada 8 Desa Dalam Kabupaten Simeulue

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53

Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Sabtu, 26 September 2026 - 10:50

KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Piagam Rabies dan Target Bebas 2030

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:21