Bitung | Tribuneindonesia.com –Nuansa kepedulian sosial terpancar jelas di kawasan Jalan Wolter Mongisidi, Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, Jumat (13/03/26).
Menjelang waktu berbuka puasa, puluhan siswa dari RA Al-Hijrah turun ke jalan untuk melangsungkan aksi berbagi takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas, tepat di area depan gerai Indomaret setempat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini melibatkan kolaborasi erat antara pihak sekolah dan wali murid.
Kepala Sekolah RA Al-Hijrah, Stanje Budiman, memimpin langsung jalannya aksi di lapangan. Kehadiran para guru dan orang tua murid yang bahu-membahu mendampingi anak didik memberikan pemandangan yang edukatif sekaligus menyentuh hati bagi warga Kota Bitung.
Dalam pantauan awak media Tribuneindonesia.com, anak-anak usia dini tersebut tampak antusias menyodorkan bingkisan takjil yang telah dikemas rapi dalam kantong plastik.
Dengan penuh semangat, mereka menyapa para pengguna jalan, mulai dari pengemudi roda dua hingga pejalan kaki, guna menyalurkan paket berbuka puasa yang telah disiapkan sebelumnya.
Keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung tidak lepas dari peran aktif tim pendamping.
Sosok seperti Gustin, Lamaju, dan Julia Katili terlihat sigap memandu langkah para siswa di pinggir jalan.
Para guru tersebut memastikan proses penyerahan bingkisan berjalan lancar serta menjaga keselamatan anak-anak di tengah arus lalu lintas yang cukup padat.
Stanje Budiman, selaku Kepala Sekolah, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan upaya menanamkan nilai kedermawanan sejak dini.
“Semoga kegiatan kami hari ini bisa memberikan manfaat bagi mereka yang menerimanya”
tutur Kepala Sekolah. ditengah kegiatan pembagian takjil.
Ia berharap momentum di minggu terakhir Ramadan 1447 H ini dapat menjadi cerminan positif bagi masyarakat luas mengenai pentingnya berbagi terhadap sesama.
Penutupan kegiatan ini sekaligus menandai semangat religiusitas yang kuat di lingkungan RA Al-Hijrah menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Melalui aksi nyata tersebut, diharapkan para murid tidak hanya belajar secara formal di kelas, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung nilai-nilai kepedulian sosial di tengah lingkungan masyarakat mereka. (Kiti)

















