Dana BOS Mengalir untuk 57 Siswa, Dapodik Hanya 50: Ada Apa di SMK Ulang Kisat?

- Editor

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNE INDONESIA | ACEH TENGGARA – Angka dalam laporan pendidikan seharusnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Namun pada beberapa kasus, perbedaan data justru memunculkan tanda tanya.

 

Penelusuran terhadap dokumen digital pendidikan pada Maret 2026 menemukan adanya perbedaan jumlah peserta didik antara data dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan data pencairan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMK Ulang Kisat, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara.

 

Perbedaan tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksinkronan data yang menjadi dasar pencairan anggaran pendidikan.

 

Selisih Data Tujuh Siswa.Berdasarkan Data Dapodik Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025, sekolah yang dipimpin Rahma Ayu Pebriani tercatat memiliki 50 siswa.

 

Namun dalam data realisasi pencairan Dana BOSP Tahap I pada 22 Januari 2025, yang tercantum dalam sistem transparansi anggaran pendidikan JAGA.ID, sekolah tersebut menerima dana sebesar Rp48.165.000 dengan basis perhitungan 57 siswa.

 

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya selisih tujuh siswa yang belum terkonfirmasi dalam laporan jumlah peserta didik pada sistem Dapodik.

 

LSM Soroti Perbedaan Data. Ketua DPD Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Saidul, menilai selisih data tersebut perlu menjadi perhatian serius pihak terkait.

 

Menurutnya, data jumlah siswa yang menjadi dasar pencairan dana pendidikan harus benar-benar akurat.

 

“Jika benar terdapat perbedaan antara jumlah siswa di Dapodik dan jumlah siswa yang menjadi dasar pencairan dana BOS, maka hal ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujar Saidul.

Baca Juga:  Suharto Bagong Terpilih Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Batang Kuis

 

Ia menegaskan bahwa dana BOS merupakan anggaran negara yang diperuntukkan bagi operasional pendidikan siswa.

 

“Dana BOS adalah uang negara yang harus dikelola secara transparan. Jika muncul dugaan ketidaksinkronan data siswa, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan kejelasannya,” katanya.

 

Desak Verifikasi dan Audit. Saidul juga mendorong agar dinas pendidikan dan lembaga pengawas internal pemerintah segera melakukan verifikasi terhadap data tersebut.

 

Menurutnya, audit administrasi dan pengecekan lapangan penting dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data siswa dan pencairan anggaran.

 

“Kami mendorong adanya verifikasi lapangan dan audit administrasi agar persoalan ini tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Jika memang hanya kesalahan administrasi, tentu dapat dijelaskan secara transparan,” ujarnya.

 

Perbandingan Data. Komponen Data. Sumber. Jumlah. Data Siswa. Sistem Dapodik 50 siswa Data Pencairan BOSP. Sistem transparansi JAGA.ID 57 siswa Selisih 7 siswa.

 

Jika selisih tersebut tidak dapat dijelaskan secara administratif, maka potensi kelebihan dana berdasarkan jumlah siswa tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

 

Pentingnya Transparansi Dana Pendidikan

Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) merupakan program pemerintah yang bertujuan mendukung operasional sekolah serta meningkatkan mutu pendidikan.

 

Karena itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan menjadi hal penting agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

 

Klarifikasi dari pihak sekolah maupun instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan yang utuh mengenai perbedaan data tersebut.(Tim).

Berita Terkait

Akselerasi Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Babinsa Kodim 1310/Bitung Terjun Langsung ke Lapangan
Wujudkan Lingkungan Sehat, Kodim 1310/Bitung Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Pantai Kambahu
​Dedikasi Keamanan Berbuah Penghargaan, Kapolres Bitung Dinobatkan Sebagai Bapak Perdamaian
Gagalkan Tawuran di Pateten Dua, Polres Bitung Amankan Dua Pelaku Beserta Senjata Tajam
Pendiri Perkemi Indra Kartasasmita Berpulang ke Rahmatullah
​Bukan Tanah Tak Bertuan: Masyarakat Kasawari-Makawide Desak Pembangunan Tanpa Penggusuran Hak
Lari Sprint hingga Aksi MMA: Kemeriahan Kapolres Cup Bitung Ubah Jalan Sam Ratulangi Jadi Panggung Prestasi
Berangkat dari Hobi, Helsgallery Tumbuh Jadi Brand Perhiasan Custom Berkelas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 05:45

Tunggu Ada Korban Jiwa? Jalan Rusak Pascabanjir Picu Kecelakaan di Aceh Tamiang

Sabtu, 25 April 2026 - 15:16

Pangdam IX/Udayana Tutup Dikmaba Infanteri Gelombang I TA 2026, 137 Prajurit Resmi Dilantik

Sabtu, 25 April 2026 - 13:29

Napi Korupsi Diduga Lulus ASN Kementan, Distan Aceh Tenggara Mengaku Tidak Terlibat

Sabtu, 25 April 2026 - 00:13

“Dikepung Gugatan!” 9 Desa Aceh Tenggara Disidangkan Sehari oleh Komisi Informasi Aceh

Jumat, 24 April 2026 - 07:15

JKA dan Dilema Fiskal Aceh: Antara Nostalgia dan Realitas

Jumat, 24 April 2026 - 06:47

Sidang Lapangan Perkara No. 408/BTH /2025 Jadi Perhatian, Objek Sengketa Pernah Diputus Sebelumnya

Kamis, 23 April 2026 - 16:27

Warga Penungkiren Mengadu ke DPRD, Aksi Damai Bongkar Dugaan Bobroknya Tata Kelola Desa

Kamis, 23 April 2026 - 10:56

Hutama Karya Luncurkan Mozy dan Resmikan Command Center Baru untuk Perkuat Transformasi Digital Tol

Berita Terbaru