Bitung | Tribuneindonesia.com –Lapangan Aspol Pinokalan menjadi saksi bisu pergeseran struktur kekuatan di jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bitung, Rabu, (11/03/26).
Diketahui, gerbong mutasi resmi bergerak melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H.,
Langkah ini diambil berdasarkan Surat Perintah Kapolres Bitung Nomor: Sprin/186/III/KEP./2026.
Keputusan tersebut merujuk pada Telegram Kapolda Sulut tertanggal 7 Maret 2026, yang menegaskan perlunya penyegaran personel di tingkat perwira guna menjaga ritme organisasi di wilayah hukum Kota Bitung.
Jabatan strategis Kabag Ops kini berpindah tangan dari Kompol Karel Tangay kepada AKP Novrianto Sadia.
Karel yang telah lama mengawal operasional Polres Bitung, kini ditarik ke Polda Sulut sebagai PS. Kasubdit Patroliairud Ditpolairud, memberikan ruang bagi energi baru di kursi pengendali operasi.
Tidak hanya di lini operasional, pos Kabag SDM juga mengalami pergantian. Kompol Rusman Mohammad Saleh menyerahkan tanggung jawabnya kepada AKP Shirley B.D. Mangelep.
Rusman selanjutnya akan mengemban tugas serupa di Polres Bolaang Mongondow, membawa pengalaman manajerialnya ke wilayah baru.
Dalam amanatnya, AKBP Albert Zai menekankan bahwa mutasi ini merupakan hal lumrah dalam institusi Polri.
“Pejabat yang diganti ini rata-rata sudah mendampingi saya selama hampir dua tahun. Penyegaran ini esensial untuk meningkatkan kapasitas kinerja serta pengembangan karier personel ke depan,”
tegas Albert di hadapan barisan peserta upacara.
Namun, di balik narasi rutinitas organisasi, terdapat urgensi yang mendesak. Kapolres menggarisbawahi bahwa para pejabat baru tidak memiliki waktu untuk bersantai.
Tantangan besar sudah menanti di depan mata, yakni pengamanan Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.
”Tantangan nyata bagi pejabat baru adalah menyesuaikan diri secepat mungkin. Kita akan segera menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret ini. Dinamika operasional menuntut kehadiran Polri secara penuh di tengah masyarakat,”
ujar Albert dengan nada lugas.
Fokus pengamanan juga diarahkan pada titik-titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Sektor Maesa menjadi perhatian khusus karena dinamika wilayahnya yang cukup kompleks. Di sini, AKP Tuegeh Deiby Darus resmi menjabat sebagai Kapolsek Maesa menggantikan AKP Ferry Frangky Padama.
AKP Ferry Padama sendiri tidak berpindah jauh, ia dilantik untuk mengisi posisi Kabag Ren Polres Bitung yang sempat lowong.
Sementara itu, posisi Kasat Binmas kini dipercayakan kepada AKP Pluim Minepo Muntu untuk memperkuat fungsi preventif kepolisian di akar rumput.
Di sektor perairan dan kepulauan, rotasi juga menyentuh jabatan Kasat Polairud dan Kapolsek Lembeh Selatan. Ipda Johnny Marisi kini menahkodai Satpolairud, sementara AKP Demron Talolang resmi mengambil alih komando di Polsek Lembeh Selatan untuk memastikan stabilitas di wilayah pesisir.
Terkait strategi pengamanan lebaran, AKBP Albert Zai memastikan pola pengamanan akan tetap seketat operasi sebelumnya.
Pihaknya telah memetakan penempatan pos-pos krusial di titik nadi kota guna menjamin kelancaran arus mudik dan aktivitas warga.
”Kita siapkan dua Pos Pengamanan (Pospam) di Girian dan Pusat Kota, satu Pos Pelayanan di Terminal Tengkoko, serta satu Pos Terpadu. Skemanya serupa dengan Operasi Lilin kemarin, namun dengan penguatan pada mobilitas personel di lapangan,”
jelas Kapolres merinci strategi teknisnya.
Kapolres juga menginstruksikan agar seluruh personel yang tidak masuk dalam surat perintah operasi tetap melakukan kegiatan patroli mandiri.
Hal ini bertujuan untuk mendukung keberhasilan Operasi Ketupat melalui pengawasan berlapis di seluruh sudut Kota Bitung.
Mengakhiri pernyataannya, Albert berharap perombakan kabinet di Polres Bitung ini mampu memberikan rasa aman yang nyata bagi warga.
“Harapan kita hanya satu, masyarakat Bitung bisa menikmati hari raya dengan tenang, tentram, dan penuh sukacita tanpa gangguan keamanan sedikitpun,”
pungkasnya. (Kiti)
















