Rangkap Jabatan Pejabat Publik Picu Krisis Kepercayaan dan Etika Negara

- Editor

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta|Tribuneindonesia.com

Arief Martha Rahadyan menyampaikan bahwa polemik rangkap jabatan yang melibatkan Angga Raka Prabowo tidak boleh dipersempit semata pada isu administratif atau legal-formal, melainkan harus dibaca sebagai persoalan etika publik, konflik kepentingan, dan konsistensi negara dalam menegakkan prinsip meritokrasi.

Angga Raka Prabowo saat ini diketahui mengemban tiga jabatan strategis sekaligus, yakni sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), serta Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Meski penunjukan tersebut dinyatakan sah secara prosedural, Arief mengatakan bahwa akumulasi kekuasaan dalam satu individu pada sektor yang saling beririsan berpotensi merusak prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat.

Masalah utamanya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, melainkan apakah negara masih setia pada nilai etika, keadilan, dan profesionalisme dalam pengelolaan jabatan publik,” tegas Arief.

Terkait isu penghasilan yang ramai diperbincangkan, Arief menilai publik perlu mendapatkan penjelasan yang jujur dan proporsional. Hasil Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 80/PUU-XVII/2019 dan diperkuat Putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 telah menegaskan larangan rangkap jabatan bagi wakil menteri, termasuk sebagai komisaris BUMN. Putusan tersebut, merupakan bentuk perlindungan terhadap prinsip fokus kerja, independensi kebijakan, dan good governance.

Baca Juga:  Habibullah, S.Pd., Guru MAN 1 Bener Meriah Raih PGM Award Nasional 2026

Jika putusan Mahkamah Konstitusi masih ditafsirkan lentur demi kepentingan politik jangka pendek, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga wibawa konstitusi itu sendiri,” ujarnya.

Polemik ini mencerminkan krisis moral dalam tata kelola negara, terutama ketika akses terhadap jabatan strategis semakin terkonsentrasi pada segelintir elite. Ia menyoroti fakta bahwa jutaan generasi muda Indonesia yang cerdas, kompeten, dan berintegritas justru tidak memperoleh ruang yang adil untuk berkontribusi.

Pemerintah harus sadar, bangsa ini tidak kekurangan talenta, tetapi sering kali gagal memberi kesempatan. Meritokrasi tidak akan tumbuh jika jabatan publik terus berputar di lingkaran yang sama,” kata Arief.

Dalam bulan suci Ramadhan ini, Arief mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya pengambil kebijakan, untuk menjadikan momentum sebagai ruang refleksi moral dan kebangsaan.bahwa nilai kejujuran, dan tanggung jawab moral harus menjadi dasar dalam pengelolaan negara. Tanpa etika dan kejujuran, serta keberanian menegakkan konstitusi secara konsisten, arah negara akan kehilangan kompas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD
Disetujui Lima Fraksi DPRD, Perumda Air Minum Duasudara Bitung Tancap Gas Benahi Infrastruktur
Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi
Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda dalam Penerapan Otsus
Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan
Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus, Baharudin: Jangan Hanya Satu Anak yang Disorot
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:47

Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Polemik, DPRK Otsus Minta Persoalan OAP Diserahkan kepada Pokja MRP PBD

Selasa, 8 September 2026 - 14:32

Disetujui Lima Fraksi DPRD, Perumda Air Minum Duasudara Bitung Tancap Gas Benahi Infrastruktur

Selasa, 8 September 2026 - 14:08

Pekerjaan Drainase Simpang Tembakau Deli Mulai Berbenah, Pekerjaan CV Yudha Pratama Dinilai Semakin Rapi

Selasa, 8 September 2026 - 13:23

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 September 2026 - 12:34

Seleksi IPDN Raja Ampat Disorot DPRK Otsus: Jangan Ada Standar Ganda OAP

Selasa, 8 September 2026 - 12:05

Status OAP Peserta Afirmasi IPDN Raja Ampat Dipertanyakan, DPRK Otsus: Jangan Jadikan Anak sebagai Objek Persoalan

Selasa, 8 September 2026 - 11:11

Lampu Merah Simpang Empat Kebet Padam, Padam Atau Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan

Selasa, 8 September 2026 - 11:05

BPBD Kota Bitung Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Pinasungkulan

Berita Terbaru

Headline news

Ketua DPRK: Jangan Biarkan Masyarakat dalam Ketidakpastian

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:23