Evaluasi Kinerja Sekda Aceh Menguat di Tengah Sorotan Anggaran APBA 2026

- Editor

Senin, 2 Februari 2026 - 04:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH/Tribuneindonesia.com

Evaluasi terhadap kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh semakin menguat seiring meningkatnya perhatian publik terhadap arah tata kelola pemerintahan dan kebijakan fiskal Aceh Tahun Anggaran 2026. Posisi Sekda yang secara normatif merupakan simpul utama pengendalian birokrasi daerah dinilai belum sepenuhnya menghadirkan kepemimpinan administratif yang efektif, presisi kebijakan, serta keberpihakan yang terukur terhadap kepentingan publik.

Sorotan tersebut mengemuka bersamaan dengan munculnya sejumlah angka belanja dalam draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 yang memicu pertanyaan publik mengenai sensitivitas kebijakan fiskal di tengah kondisi sosial Aceh yang masih rapuh. Salah satu angka yang menjadi perhatian luas adalah alokasi belanja iklan, reklame, film, dan pemotretan sebesar Rp71,7 miliar, pada saat sebagian wilayah Aceh masih menghadapi dampak bencana banjir serta keterbatasan layanan dasar masyarakat.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri dalam evaluasinya terhadap Rancangan Qanun APBA 2026 juga menyoroti sejumlah pos belanja perjalanan dinas, lembur, dan aktivitas seremonial pada beberapa Satuan Kerja Pemerintah Aceh, termasuk di lingkungan Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe, dengan nilai mencapai Rp5,24 miliar. Pos belanja tersebut dinilai tidak menunjukkan korelasi langsung dengan indikator, target, dan keluaran kinerja kegiatan.

Menanggapi dinamika tersebut, Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menegaskan bahwa kritik yang berkembang di ruang publik tidak ditujukan kepada individu tertentu, melainkan pada efektivitas sistem birokrasi yang berada di bawah kendali Sekda Aceh sebagai pimpinan administratif tertinggi aparatur sipil daerah.

Menurut Arizal, Sekda merupakan pusat kendali birokrasi pemerintahan. Ketika kebijakan anggaran dinilai berjarak dengan realitas sosial masyarakat dan koreksi datang dari pemerintah pusat, maka evaluasi semestinya diarahkan pada sistem kerja serta hasil kebijakan yang dihasilkan, bukan pada aspek personal.

Ia menilai munculnya catatan evaluatif dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan adanya ruang pembenahan yang serius dalam fungsi pengendalian administratif, khususnya dalam penajaman prioritas kebijakan dan konsistensi pelaksanaannya.

Dalam struktur pemerintahan daerah, Sekda memegang peran strategis sebagai koordinator seluruh Organisasi Perangkat Daerah, pengendali implementasi kebijakan gubernur, penjamin kesinambungan pelayanan publik, serta penghubung administratif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Namun, dinamika penyusunan APBA 2026 serta koreksi dari pemerintah pusat memunculkan penilaian bahwa fungsi-fungsi tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi mekanisme kerja birokrasi yang disiplin, terukur, dan berorientasi pada dampak sosial.

Baca Juga:  JPU Bacakan Dakwaan Ketua BKAD Korupsi Dana Studi Banding Rp 1,1 M

Penyusunan APBA 2026 pun dipandang sebagai ujian krusial bagi kepemimpinan administratif Aceh. Di tengah tuntutan efisiensi belanja, pemulihan pascabencana, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, birokrasi daerah diharapkan mampu memastikan setiap alokasi anggaran memiliki justifikasi kinerja serta manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks ini, angka-angka anggaran tidak lagi dipandang sekadar sebagai data fiskal, melainkan sebagai cerminan prioritas dan sensitivitas kebijakan publik yang dijalankan pemerintah daerah.

Arizal menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian serius, mulai dari penguatan koordinasi lintas OPD agar kebijakan berjalan konsisten, penajaman prioritas anggaran berbasis kondisi sosial dan kebencanaan, hingga peningkatan transparansi serta komunikasi kebijakan kepada publik. Ia juga menekankan pentingnya pengukuran kinerja birokrasi berbasis hasil dan dampak, bukan semata kepatuhan administratif.

Menurutnya, birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang memiliki kemampuan untuk mengoreksi dirinya sendiri ketika dihadapkan pada fakta sosial dan evaluasi eksternal.

Ia menegaskan bahwa kritik publik merupakan bagian sah dari mekanisme kontrol dalam tata kelola pemerintahan yang demokratis. Evaluasi, kata dia, bukanlah bentuk delegitimasi kekuasaan, melainkan instrumen etika pemerintahan. Kemampuan menerima koreksi justru menjadi indikator kedewasaan institusi publik.

Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas mendorong Pemerintah Aceh menjadikan evaluasi APBA 2026 dan sorotan publik sebagai momentum pembenahan struktural, termasuk penguatan peran Sekda sebagai penjaga arah kebijakan serta integritas administrasi publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat Daerah Aceh belum menyampaikan pernyataan resmi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai prinsip keberimbangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(MH)

Berita Terkait

​Bitung Bukan Tempat Sampah Industri Asing: Warga Tanjung Merah Protes Kiriman Limbah dari Minut
PEMELIHARAAN JALAN DESA DAN PENINGKATAN AKSES WILAYAH DI GAMPONG TANJONG DALAM SELATAN
Ketum PSSB Bireuen Lepas Tim U-12 ke Banda Aceh, Siap Ikuti Festival Piala Presiden
​Sinergi TNI-Polri di Bitung: Bersama Donor Darah demi Kemanusiaan di Hari Bhayangkara
Sejumlah Lomba Hiasi Peringatan Harlah IPARI Ke 3 di Bireuen
HRD Kembali Serahkan Usulan Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim Kepada Menteri PU
Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta melakukan safety campaign
Jum’at Berkah Berbagi Bersama BRI Pondok Gede
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:10

​Bitung Bukan Tempat Sampah Industri Asing: Warga Tanjung Merah Protes Kiriman Limbah dari Minut

Jumat, 26 Juni 2026 - 04:48

PEMELIHARAAN JALAN DESA DAN PENINGKATAN AKSES WILAYAH DI GAMPONG TANJONG DALAM SELATAN

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:10

​Sinergi TNI-Polri di Bitung: Bersama Donor Darah demi Kemanusiaan di Hari Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:36

Sejumlah Lomba Hiasi Peringatan Harlah IPARI Ke 3 di Bireuen

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:29

HRD Kembali Serahkan Usulan Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim Kepada Menteri PU

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:28

Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta melakukan safety campaign

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:13

Jum’at Berkah Berbagi Bersama BRI Pondok Gede

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:04

Kemeriahan Ganda di Polres Bitung: Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Rayakan Ultah Ketua Bhayangkari

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Duta GenRe Deli Serdang Didorong Jadi Penggerak Generasi Muda Berkualitas

Jumat, 26 Jun 2026 - 04:46

Pemerintahan dan Berita Daerah

Jalan Galang Diperkuat, Galian C Ilegal Dibidik

Jumat, 26 Jun 2026 - 02:19