Aceh Tenggara/TribuneIndonesia.com
Puluhan milyar anggaran dana sejumlah program dan Proyek Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2025 di duga menuai masalah dan Berbau issu korupsi, pengelolaannya kurang transparan dan tidak sesuai dengan issu strategis dan fokus utama kesehatan masyarakat. Rabu 28/1/2026.
Dugaan dan issu berbau korupsi di sejumlah proyek pada Dinas kesehatan Agara ini antara lain adalah kegiatan bimbingan teknis dengan dana Rp 2,5 milyar.
Proyek pemeliharaan gedung dan rehabilitasi kantor dinas Kesehatan dengan anggaran Rp 3,2 milyar karena bertentangan dengan efisiensi belanja daerah dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi kegiatan yang diduga dikerjakan asal jadi.
Kegiatan bimbingan teknis (bimtek)dengan dana Rp 2,5, BOK Rp 17,5 milyar dan JKN Rp 13,5 milyar juga di pertayakan transparansinya pengunaannya yang diduga kurang tepat sasaran.
pengadaan pusling roda 4 puskesmas dengan anggrara 1,22. milyar dinilai tidak sesuai dengan pokus utama peningkatan mutu kesehatan di Aceh Tenggara.
Semestinya target utama kinerja dinas Kesehatan fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat bukan malah menambah pasilitas peningkatan kemewahan aparatur ASN di lingkungan Kesehatan. Demikian di peroleh informasi yang berhasil di himpunan bara news di Kutacane 27/1/2026.
Rosita Astuti Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara setelah di konfirmasi berulang kali terkait sejumlah issu tersebut tidak bersedia memberikan keterangannya kepada media ini rabu 28/1. dan sejumlah Jurnalis di Aceh Tenggara menilai kalau kadis kesehatan ini tertutup dan tidak transparan dengan media. (Abdgn)













