Dua Kali Jadi Korban Pencurian, Mansyur Tarigan Malah Duduk di Kursi Terdakwa

- Editor

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUK PAKAM | TribuneIndonesia.com— Rasa kecewa mendalam dirasakan Mansyur Tarigan. Dua kali menjadi korban pencurian di rumahnya sendiri, ia justru kini harus menghadapi proses hukum dan duduk sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penganiayaan.

Sidang lanjutan ke-VII perkara tersebut dijadwalkan kembali digelar pada Selasa, 20 Januari 2026 di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Mansyur dilaporkan oleh JS dan keluarganya atas dugaan penganiayaan, tuduhan yang dengan tegas ia bantah sejak awal.

 

Kepada wartawan, Mansyur Tarigan menyatakan keyakinannya bahwa jaksa penuntut umum dan majelis hakim telah memahami duduk perkara yang sebenarnya melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Polresta Deli Serdang.

“Awal masalahnya jelas. Pada Sabtu malam, 28 Juni 2025 sekitar pukul 23.40 WIB, terjadi pencurian di rumah kediaman saya di Dusun II Beringin, Desa Negara, Kecamatan STM Hilir,” ujar Mansyur.

Usai kejadian itu, Mansyur mengaku langsung menghubungi perangkat desa. Tak lama kemudian, Kepala Dusun II Beringin, Wendy Tarigan, datang ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Dalam sidang ke-VI yang digelar Rabu, 14 Januari 2026, pihak pelapor menghadirkan lima orang saksi, yakni:

JTS (ayah kandung pelapor)

JS (ibu kandung pelapor)

ML (bibi pelapor)

AM

JS

Kelima saksi tersebut memberikan keterangan yang menyebutkan adanya dugaan pemukulan oleh Mansyur Tarigan. Namun, seluruh keterangan itu dibantah keras oleh terdakwa.

Apa yang mereka sampaikan tidak sesuai fakta. Saya tidak pernah melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan. Bahkan ada saksi fakta di lokasi yang melihat langsung kejadian sebenarnya,” tegas Mansyur.

Baca Juga:  Haji Rusli Abdah,SE Pemred Haba Rakyat Meninggal Dunia

Penasihat Hukum (PH) Mansyur Tarigan juga menegaskan akan membuktikan bantahan tersebut dalam sidang lanjutan. Kepada awak media, PH menyebut pihaknya telah mengajukan 15 orang saksi fakta yang berada langsung di lokasi kejadian.

“Kami akan berupaya menghadirkan seluruh saksi yang kami ajukan. Mereka adalah warga yang melihat dan berada di tempat saat peristiwa terjadi,” ujar PH Mansyur.

Menurutnya, para saksi tersebut akan mengungkap kejadian yang sesungguhnya dan membantah tuduhan penganiayaan terhadap kliennya.

Rekam Jejak Pelapor Disorot

PH Mansyur juga menyoroti rekam jejak pelapor yang dinilai patut menjadi pertimbangan majelis hakim. Berdasarkan keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, pelapor JS disebut pernah melakukan pencurian sebelumnya di rumah Mansyur Tarigan.

Pelapor pernah mengambil uang tunai sebesar Rp11.400.000 dari rumah klien kami. Saat itu diselesaikan secara damai, tanpa kekerasan atau penganiayaan,” ungkap sumber warga tersebut.

Selain itu, PH menilai selama proses persidangan, Mansyur Tarigan menunjukkan sikap kooperatif, tenang, dan tidak mencerminkan pribadi yang arogan atau temperamental.

“Kami semakin yakin klien kami tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Fakta-fakta di persidangan akan membuktikan kebenaran itu,” pungkasnya.

Sidang lanjutan pekan depan diperkirakan akan menjadi penentu arah perkara, seiring rencana dihadirkannya belasan saksi fakta yang mengklaim mengetahui langsung kronologi kejadian.

TribuneIndonesia

Berita Terkait

Dr. Padriadi Wiharjokusumo, Advokat Medan yang Dicari Investor Asing dari Asia, Amerika hingga Eropa
Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Setahun Kasus Kecelakaan Laut Tewaskan Dua Orang di Muna Tak Jelas, Kuasa Hukum Soroti Kinerja Penyidik Polres
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
Layani Klien Internasional dalam Tiga Bahasa Asing, PW Law Firm Medan Terpilih Menerima Asia Best Choice Award 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 06:54

Gotong Royong Rampung, Jalan Darurat Natam-Darul Hasanah Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Senin, 2 November 2026 - 03:20

Bukan Sekadar Tilang, Polres Bireuen Ajak Warga Jadi Pelopor Keselamatan Lewat Operasi Patuh Seulawah 2026

Senin, 2 November 2026 - 00:50

Kawal Hak Sipil Warga Keturunan Filipina, Korlap Sartika Manuel Apresiasi Langkah Kemenkumham dan Pemkot Bitung

Senin, 2 November 2026 - 00:41

Tingkatkan Standar Pelayanan, Lapas Kota Bakti Terima Peninjauan dari Kementerian

Minggu, 1 November 2026 - 16:15

Aksi Nyata Milad ke-6: FPI dan HILMI Bireuen Tembus Arus Sungai Demi Santuni Anak Yatim di 6 Kecamatan

Minggu, 1 November 2026 - 07:23

Apresiasi Kedisiplinan Warga, Satlantas Polres Bireuen Bagikan Paket bagi Pengendara Tertib

Minggu, 1 November 2026 - 06:39

Lewat Minggu Kasih, Polres Bireuen Ajak Jemaat Gereja Methodist Sinergi Jaga Kamtibmas dan Perangi Narkoba

Minggu, 1 November 2026 - 06:17

Tebing Krueng Peusangan Kritis: Ratusan Rumah Warga Menggantung di Bibir Jurang Erosi

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dukung Kebutuhan Daerah, PT PEMA Salurkan Dua Unit Becak Motor untuk Pemko Langsa

Senin, 2 Nov 2026 - 07:18