Percut Sei Tuan I TribuneIndonesia.com–Pencarian dua anak perempuan yang dilaporkan tenggelam di sungai perbatasan Desa Batang Kuis dan Desa Sei Rotan akhirnya membuahkan hasil setelah lebih dari 24 jam upaya tanpa henti. Dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Kedua korban diketahui bernama Dina (13) dan Aisyah (12), warga Dusun 8, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan. Proses pencarian melibatkan masyarakat setempat, Tim SAR Deli Serdang, Relawan Tanggap Bencana (RENTAN), serta Regu Pemadam Kebakaran (RATKAR) yang terus berjibaku menyisir aliran sungai sejak laporan pertama diterima.
Menurut keterangan Anto, warga setempat, peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Dina dan Aisyah sedang bermain di bantaran sungai, lokasi yang kerap menjadi tempat bermain anak-anak di lingkungan tersebut.
“Keduanya bertetangga, sangat akrab, seperti kakak dan adik. Mereka sering bermain bersama di sekitar sungai,” ujar Anto.
Petaka bermula ketika kedua bocah itu melihat buah cokelat di sebuah pohon yang tumbuh tak jauh dari bantaran sungai. Pohon itu terlihat rendah dan mudah dipanjat. Aisyah kemudian mencoba memetik buah tersebut, disusul Dina yang bersiap membantu.
Namun naas, Aisyah diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Dina yang panik berusaha menolong temannya, tetapi keduanya tak mampu menahan derasnya arus. Mereka terseret air dan akhirnya tenggelam bersama.
Kepergian Dina dan Aisyah menjadi luka yang teramat dalam bagi kedua keluarga. Dua anak ceria yang selama ini menjadi tawa dan harapan orang tua, pulang dalam keheningan.
Di lokasi ditemukannya korban, Kepala Desa Sei Rotan, Suwarman, menyampaikan rasa duka sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tim SAR, RENTAN, RATKAR, serta masyarakat yang telah membantu dengan penuh keikhlasan. Upaya mereka sangat berarti bagi keluarga korban,” ujar Suwarman.
Ia juga mengenang Dina dan Aisyah sebagai anak-anak yang periang dan baik hati.
Sementara itu, Suriadi, anggota RATKAR Desa Sei Rotan, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang bekerja tanpa lelah hingga korban akhirnya ditemukan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi semua pihak, khususnya para orang tua, akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area rawan seperti bantaran sungai. Sebuah pelajaran mahal yang dibayar dengan dua nyawa kecil yang tak sempat tumbuh dewasa.
Ilham Gondrong














