PSMS Medan Pertahankan Benteng Keramat, Tumbangkan Persiraja Banda Aceh 1-0 di Stadion Utama Sumut

- Editor

Minggu, 26 Oktober 2025 - 15:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DELI SERDANG I TribuneIndonesia.com-PSMS Medan kembali menunjukkan keperkasaannya di kandang sendiri. Bermain di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu malam (25/10/2025), Ayam Kinantan sukses menundukkan tamunya, Persiraja Banda Aceh, dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2025/2026.

Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-56, tim kebanggaan Kota Medan itu tetap tampil militan dan berhasil mengamankan tiga poin penuh di hadapan ribuan suporter fanatiknya. Kemenangan ini sekaligus mempertegas Stadion Utama Sumut sebagai benteng keramat yang sulit ditaklukkan lawan.

Sejak awal laga, pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. PSMS Medan tampil agresif dan langsung menekan lini pertahanan Persiraja. Sementara tim tamu berusaha mengimbangi lewat serangan balik cepat, namun lini belakang PSMS yang dikawal Erwin Gutawa dan Kim Jeung Ho tampil sangat disiplin.

Atmosfer panas mulai terasa di babak kedua. Ribuan suporter yang memadati stadion terus meneriakkan yel-yel dukungan, membuat suasana pertandingan kian bergelora.

Ketegangan memuncak di menit ke-49, saat pemain Persiraja, Dimas, melakukan pelanggaran keras terhadap M. Syifa. Wasit Eko Saputra tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning. Keputusan itu sempat memicu reaksi keras dari pendukung tuan rumah, bahkan beberapa botol air terlihat melayang ke dalam lapangan.

Tak lama berselang, PSMS mendapat peluang emas lewat situasi bola mati. Barata, sang eksekutor andalan, melepaskan tendangan bebas keras yang mengenai tangan pemain belakang Persiraja. Namun wasit menilai tidak ada pelanggaran penalti dan hanya memberi tendangan bebas. Keputusan itu kembali memancing protes dari tribun hijau.

Baca Juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat, Waisai dan Sejumlah Wilayah Raja Ampat Berpotensi Terdampak

Petaka datang bagi PSMS di menit ke-56. Qadri, yang sudah mengantongi kartu kuning, melakukan tekel keras di tengah lapangan. Wasit tanpa ampun mengeluarkan kartu kuning kedua yang berarti kartu merah, membuat PSMS harus melanjutkan laga dengan 10 pemain.

Unggul jumlah pemain membuat Persiraja gencar melancarkan tekanan. Namun, lini belakang PSMS tetap tampil solid. Erwin Gutawa dan Kim Jeung Ho menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus, sementara kiper muda PSMS juga tampil gemilang menepis sejumlah peluang berbahaya.

Pelatih sementara PSMS, Welliansyah — yang menggantikan Kas Hartadi karena masih menjalani sanksi larangan mendampingi tim selama empat laga — melakukan perubahan taktis di pertengahan babak kedua. Ia menarik Barata dan M. Syifa untuk memperkuat lini tengah dan menjaga keseimbangan tim.

Meski terus digempur, PSMS justru mampu mencuri peluang emas melalui serangan balik cepat. Gol kemenangan akhirnya tercipta berkat kerja sama apik lini depan, yang diselesaikan dengan tembakan terukur ke pojok gawang Persiraja.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. Stadion pun bergemuruh oleh sorak kemenangan dari para suporter Ayam Kinantan yang terus menyanyikan chant kebanggaan mereka.

Kemenangan ini menjadi bukti mental juang luar biasa PSMS Medan yang tak gentar meski bermain dengan 10 pemain. Selain memperkokoh posisi di papan atas klasemen sementara Liga 2, hasil ini juga menegaskan bahwa Stadion Utama Sumut masih menjadi “benteng keramat” bagi tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
Kapolres Raja Ampat Perkuat Sinergi dengan Anggota DPR Papua Barat Daya Jamalia Tafalas dan Frangky Umpain
200 Liter Cap Tikus Dimusnahkan, Warga Waisai Minta Peredaran Miras Ilegal Ditelusuri
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat, Waisai dan Sejumlah Wilayah Raja Ampat Berpotensi Terdampak
Festival Pesona Raja Ampat: Saat Budaya Bahari Mendunia dan UMKM Lokal Berlayar Menuju Sejahtera
Festival Pesona Raja Ampat 2026 Resmi Bergema, Waisai Jadi Pusat Perhatian!
Kualitas Udara Sorong Memburuk, PM2.5 Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:40

Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:49

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:29

Operasi Patuh Klabat 2026: Polres Bitung Padukan Ketegasan Hukum dan Kepedulian Pendidikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:43

IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30

Dikawal Paguyuban Driver, Perda Angkutan Sewa Khusus Bali Akhirnya Kantongi Nomor Register

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:33

Satgas PRR Kemendagri dan Pemko Langsa Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:15

Pemkot Bitung Dukung Program KBK Keuskupan Manado, Fungsikan Lahan Tidur untuk Tekan Inflasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:10

Setahun Kasus Kecelakaan Laut Tewaskan Dua Orang di Muna Tak Jelas, Kuasa Hukum Soroti Kinerja Penyidik Polres

Berita Terbaru

Headline news

Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:40