Bupati Pandeglang Diminta Turun Tangan! Proyek Revitalisasi SDN Umbulan 2 Diduga Asal Jadi, Kepala Sekolah Bungkam, Konsultan Dinilai Gagal Awasi!

- Editor

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|TribuneIndonesia.com 

Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kabupaten Pandeglang kembali menjadi sorotan tajam. Proyek revitalisasi di SDN Umbulan 2 Kecamatan Cikeusik, dengan nilai anggaran Rp686.700.000 bersumber dari Dana APBN 2025, diduga asal jadi dan mengabaikan aspek keselamatan kerja (K3).

Temuan di lapangan semakin memperkuat dugaan tersebut. Pekerjaan yang dilaksanakan melalui swakelola pihak sekolah (P2SP) terindikasi tidak sesuai spesifikasi teknis.
Fakta mengejutkan terungkap — keramik lama justru ditimpa dengan yang baru, tanpa proses pembongkaran menyeluruh sebagaimana mestinya.

Korwil Pendidikan Kecamatan Cikeusik, Karim, mengakui adanya kejanggalan tersebut saat melakukan pemantauan ke lokasi proyek.

“Waalaikum salam wr wb. Sudah. Hasil kunjungan yang saya temukan, keramik lama belum terbongkar semua. Saya sudah perintahkan untuk dibongkar sebelum dipasang keramik baru.
Tadi saya kunjungan lagi, di ruang kelas sudah dibongkar, tapi terasnya belum selesai. Saya tidak bisa memberikan sanksi karena yang berhak mengawasi adalah konsultan,” ujar Karim melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan itu justru memantik kemarahan berbagai pihak. Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia (GOWI) — yang di dalamnya tergabung Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) dan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Pandeglang — bersama Aktivis Barisan Rakyat Anti Penindasan (Bara Api) menilai lemahnya pengawasan dan saling lempar tanggung jawab menjadi akar masalah bobroknya pelaksanaan proyek tersebut.

Reaynold Kurniawan, Ketua GWI DPC Pandeglang, menegaskan agar pengawasan tidak main-main.

“Kalau konsultan pengawas tidak mampu mengontrol pekerjaan di lapangan, panggil dan beri sanksi tegas! Kalau perlu, pecat! Jangan sampai uang rakyat terbuang untuk proyek asal-asalan,” tegasnya.

Baca Juga:  Tim Optimalisasi PAD Deli Serdang Ditolak Masuk Perusahaan, PT Ganda Saribu Jadi Catatan Khusus

Sementara itu, Andi Irawan, Aktivis Bara Api, menyebut lemahnya kontrol dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang sebagai penyebab utama carut-marutnya pelaksanaan program revitalisasi ini.

“ni proyek uang negara, bukan proyek pribadi. Harusnya Dinas Pendidikan bertindak tegas, jangan diam saja,” ujarnya dengan nada keras.

Senada, Jaka Somantri, Sekretaris Jenderal AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan.

“Kami minta Bupati Pandeglang dan Dinas Pendidikan segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini. Jika terbukti ada pelanggaran, harus ada sanksi tegas, jangan dibiarkan,” pungkasnya.

Namun ironisnya, Madtohir, Kepala Sekolah SDN Umbulan 2 sekaligus penanggung jawab P2SP, bungkam saat dikonfirmasi wartawan.
Pesan WhatsApp dan panggilan telepon dari awak media tak digubris hingga berita ini ditayangkan.
Sikap diam Madtohir justru memperkuat dugaan publik bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

Proyek yang seharusnya menjadi simbol peningkatan kualitas pendidikan justru kini menjadi potret buram lemahnya pengawasan dan tanggung jawab moral di tubuh pelaksana pendidikan Pandeglang.

Awk media akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang serta konsultan pengawas proyek.
Publik berharap agar Bupati Pandeglang tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret agar program revitalisasi satuan pendidikan tidak menjadi ladang permainan dan pemborosan uang negara.”(Tim/red)

Berita Terkait

Tonggak Sejarah : FH Unsam Gelar Wisuda Lokal Pascasarjana Hukum Pertama
Bantuan Banjir Belum Cair, Warga Aceh Tamiang Pertanyakan Kepastian
Sinergi Kuat di Balik Layar Pemerintahan: Bupati Deli Serdang Gandeng IGB dan GRPK Kawal Program Rakyat
Mubes II IKA FH Unsam 2026″*Merajut Kenangan,Menyongsong Harapan*”
Surat Resmi Berubah Jadi Alarm Bahaya ! Dugaan Perampasan Lahan Sawah di Batang Kuis Seret 2  Nama Anggota DPRD
Semangat Hardiknas 2026, SMP Negeri 1 Manyak Payed Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
TAMPERAK dan LHI Soroti Ketidakakuratan Data Desil: Ancaman Serius bagi Kebijakan Publik
PERWAL : Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Langsa, Antara Gebrakan Awal dan Ujian Bencana
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:31

Patroli Dharma Dewata, Imigrasi Bali Amankan 62 WNA Bermasalah

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:32

Penyerahan SK Ketua DPC PERADI PASNI Denpasar, Tegaskan Komitmen Membangun Advokat Muda Berintegritas

Rabu, 29 April 2026 - 00:22

Kuasa Hukum Kardi Amin*Tolak Persidangan Online, Minta Persidangan Secara Langsung di Pengadilan Tipikor

Selasa, 28 April 2026 - 07:08

Perkara PMH di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Berlanjut, Ketidakhadiran Sejumlah Pihak Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 05:53

Infokom Global Berkarya Sumatra Utara Resmi Susun Kepengurusan, Bangun Pilar Jurnalisme Konten Kreator Profesional dan Kemitraan Strategis

Rabu, 22 April 2026 - 06:31

Peta Kekuatan PKB Deli Serdang Mulai Terbaca ! Enam Nama Lolos Saringan, Julyadi Pulungan Jadi Sorotan Generasi Muda

Senin, 20 April 2026 - 06:15

Kanwil Kemenkum Bali Gelar Apel Pagi, Kadiv Yankum Tekankan Optimalisasi Kinerja dan Administrasi

Minggu, 19 April 2026 - 04:26

Proyek Negara atau Tambang Liar? Alat Berat Keruk Sungai di Ketambe

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

MTQ Deli Serdang Diperketat, Bupati Asri Ludin Tegaskan Pembinaan Berbasis Kecamatan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:16