Batang Kuis | TribuneIndonesia.com – Kehangatan suasana begitu terasa ketika jajaran Polri hadir di tengah masyarakat Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu sore (30/8/2025). Program Cooling System Polri yang digelar di Kedai Kopi Bulian, tepatnya di Pos Kamling Kereta Api Dusun III, menjelma menjadi ruang dialog penuh keakraban yang merangkul aparat kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga warga setempat dalam suasana santai namun sarat makna.
Kehadiran Ka Sub Binmas Polda AKBP Kamdani S.Ag bersama jajaran, Binmas Polres Deli Serdang AKP Irwan, Kepala Desa Bakaran Batu Muslim Susanto, Bhabinkamtibmas Aiptu N. Dalimunte, para kepala dusun, tokoh masyarakat, dan tokoh Pemuda Batang Kuis, menjadikan pertemuan itu kental dengan nuansa kebersamaan. Mereka duduk melingkar, menyeruput kopi, sekaligus membuka dialog yang menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan bersama.
Cooling System sendiri merupakan tindak lanjut dari program nasional Polri yang berlandaskan Surat Perintah Kapolri Nomor Sprin/2439/VIII/OPS.1.1/2023 tentang Operasi Nusantara Cooling System (NCS). Program ini bukan sekadar instruksi, melainkan strategi preemtif dan preventif untuk meredam potensi konflik, mencegah provokasi, sekaligus memastikan demokrasi berjalan damai dan penuh persaudaraan.
Dalam dialog hangat itu, generasi muda menjadi sorotan penting. Mereka diajak untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar, termasuk ajakan demonstrasi atau narasi pembubaran lembaga negara. Pesan damai ditegaskan berulang kali keamanan, ketertiban, dan kerukunan adalah tanggung jawab kolektif yang hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan.
Kegiatan ini pun ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah, diiringi senyum yang merekah dan secangkir kopi yang menghangatkan. Dari pertemuan sederhana, tergambar nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga, bahwa menjaga persatuan bisa dilakukan dengan cara yang ringan, bersahaja, dan penuh keakraban.
Kades Bakaran Batu Muslim Susanto dalam sambutannya mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak isu provokatif yang dapat merusak keharmonisan. Ia mengajak semua pihak menjadi pelopor perdamaian di lingkungannya masing-masing, karena stabilitas dan kesejahteraan hanya akan hadir ketika masyarakat memilih jalan damai.
Lebih jauh, Polri menegaskan Cooling System bukan hanya sekadar program penegakan hukum. Ini adalah pendekatan humanis yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama. Melalui patroli dialogis, sosialisasi, hingga patroli siber, Polri berupaya mencegah polarisasi politik, meredam hoaks yang kerap menyebar di dunia maya, dan menanamkan rasa aman sejak dini di tengah masyarakat.
“Tujuan kami bukan hanya mengamankan tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kamtibmas adalah tanggung jawab kita semua,” tegas salah satu perwira yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Di lapangan, Bhabinkamtibmas bersama tim patroli menjadi ujung tombak yang hadir langsung ke pelosok desa. Mereka mendengarkan keluhan warga, memberikan edukasi, dan mengajak masyarakat menjaga kerukunan tanpa sekat. Di sisi lain, patroli siber terus digencarkan untuk memastikan ruang digital tidak berubah menjadi ladang provokasi yang memecah belah.
Semua itu bermuara pada satu hal kolaborasi. Cooling System menekankan bahwa damai bukan hanya tugas kepolisian, melainkan hasil kebersamaan. Polsek Batang Kuis pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pemilu sebagai pesta demokrasi yang sejuk, aman, dan penuh persaudaraan.
Dengan hadirnya Cooling System, Desa Bakaran Batu tidak hanya menjadi lebih sejuk secara suasana, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya persatuan masyarakat ketika aparat dan warga bersatu. Di balik secangkir kopi dan obrolan santai, lahir sebuah kesadaran bersama bahwa menjaga perdamaian adalah warisan terbaik untuk generasi mendatang.
Ilham Gondrong