Simfoni Pagi dari Batang Kuis Ketika Pemerintah dan Warga Berjalan Bersama Menuju Deli Serdang Sehat

- Editor

Jumat, 25 Juli 2025 - 15:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

 

Deli Serdang | TribuneIndonesia.com –
Di sebuah sudut Deli Serdang yang tengah bersolek, Kecamatan Batang Kuis menyambut pagi dengan semangat baru. Jalan-jalan yang mulai diperkeras, gedung tua yang bersiap menjemput fungsi baru, dan warga yang gotong royong tanpa pamrih. Semua menandakan satu hal: batang tubuh masyarakat sedang bergerak menuju arah yang lebih sehat, lebih kolaboratif, lebih bermartabat.

Itulah yang terlihat kala Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, SS, mengunjungi Batang Kuis dalam agenda kerja bertajuk Bupati Bekerja Bertemu Rakyat (Berjemur), Jumat (25/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati mengumumkan rencana besar merehabilitasi Kantor Camat Batang Kuis dan mengubah bekas Gedung Pengolahan Tembakau menjadi Gedung Serba Guna dan Alun-Alun terbuka, simbol ruang bersama untuk berkumpul, berkreasi, dan tumbuh bersama.

Gotong Royong yang Bernyawa

Bukan hanya janji pembangunan yang terdengar hari itu. Bupati dan rombongan melihat langsung denyut kolaborasi warga dari pengerasan jalan sepanjang 3.000 meter di Dusun II, Desa Baru, yang digarap mandiri oleh kelompok Usaha Masyarakat Tani, hingga kolam lele milik Abdullah Yusuf, warga yang tekun menghidupkan ekonomi keluarganya dari air dan benih.

Tak jauh dari sana, Dinas SDABMBK juga memperkuat infrastruktur jalan di Dusun IV dan V. Jalan bukan lagi sekadar akses, melainkan nadi kehidupan tempat anak-anak melangkah ke sekolah dan petani mengangkut panen.

“Terima kasih, Pak Bupati. Jalan ini sangat membantu kami. Tapi kami juga mohon perhatian untuk irigasi. Sawah kami mulai mengering,” kata Sukron, seorang petani dengan mata yang tak ingin kehilangan harapan.

Rumah Sehat Lebih dari Sekadar Bangunan

Di balik Kantor Desa Baru, berdiri Rumah Sehat, representasi nyata visi besar Deli Serdang Sehat. Tempat ini bukan sekadar fasilitas kesehatan, tapi simbol kehadiran negara yang melayani. Warga kini bisa menikmati layanan Pas Jempol, CKG, USG, Posyandu, ILP, hingga pelayanan KB semua dengan sentuhan kemanusiaan.

“Desa ini semangatnya luar biasa. Pemerintah tak boleh tinggal diam. Kita butuh gerakan yang sehat, pikiran yang sehat, dan nurani yang sehat. Inilah wajah Deli Serdang yang saya impikan,” tutur Bupati.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Bupati dan Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan bibit ikan, Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 15 pembudidaya ikan, serta dukungan kepada KONI Kecamatan Batang Kuis.

Alun-Alun Ruang Sosial yang Dirindukan

Meski Kecamatan Batang Kuis telah memiliki Gelanggang Olahraga, pemerintah daerah bertekad membangun Alun-Alun Kecamatan sebuah oase sosial di jantung masyarakat. Tempat di mana anak-anak bisa berlarian, para pelaku UMKM bisa menjajakan dagangannya, dan warga bisa saling menyapa tanpa sekat.

Baca Juga:  Isra Mi’raj Jadi Momentum Pemko Medan Perkuat Pembangunan Berbasis Nilai Agama

“Alun-alun bukan sekadar taman, tapi ruang batin masyarakat. Di sinilah kehidupan berkumpul dan tumbuh,” ungkap Bupati.

Mewariskan Sejarah, Merawat Identitas

Batang Kuis bukan hanya tempat membangun masa depan, tetapi juga menjaga masa lalu. Rumah-rumah tua bekas perkebunan diusulkan menjadi cagar budaya, dipugar dengan estetika dan nilai historis yang terjaga. Ini bukan sekadar bangunan tua, tapi warisan jiwa Batang Kuis yang tak boleh hilang.

Menanggapi keluhan jalan penghubung antara Desa Baru dan Tanjung Sari, Bupati menegaskan pembangunan tak lagi satu arah, tetapi berjalan dalam kolaborasi antara desa dan kabupaten.

“Jika desa sudah mulai, maka kabupaten akan melanjutkan. Ini sinergi. Kita bisa bedah rumah satu per desa per tahun, dan kabupaten akan menopang. Bayangkan, bisa ada 380 rumah layak huni tiap tahun,” jelasnya.

Koperasi Desa Merah Putih Asa Baru bagi Peternak Unggas

Bupati juga menyampaikan dukungan penuh terhadap para peternak unggas di Desa Baru melalui rencana pendirian Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi ini akan menjadi lokomotif ekonomi kecil: mulai dari suplai pakan, pengolahan limbah, hingga stabilisasi harga.

“Saya ingin Desa Baru menjadi model desa sehat, produktif, dan mandiri di Deli Serdang,” ucap Bupati, mantap.

Sementara itu, Kepala Desa Baru, Sugianto, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan yang menurutnya tak sekadar seremoni, tapi penghormatan terhadap semangat rakyat.

“Dulu beliau datang sebagai calon, kini hadir sebagai pemimpin. Kami punya gerakan Desa Baru Sehat, semoga senafas dengan semangat Deli Serdang Sehat,” katanya.

Kala Pemerintah Turun Menyapa Rakyat, Harapan Tak Lagi Jauh

Hari itu, Batang Kuis bukan sekadar titik di peta. Ia menjadi cermin tentang bagaimana pembangunan tak harus megah, tapi menyentuh. Tentang bagaimana kehadiran pemerintah bukan dalam pidato, tetapi dalam peluh dan telapak tangan yang bersalaman dengan warga.

Turut hadir dalam kegiatan Berjemur tersebut Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, MSP, para pimpinan OPD, Camat Batang Kuis M. Faisal Nasution, S.STP., MAP, unsur Muspika, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Deli Serdang memang belum sempurna. Tapi selama rakyat dan pemimpin masih saling menyapa, harapan akan terus tumbuh di tiap jengkal tanahnya.

Ilham TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepedulian Sosial dan Syiar Keagamaan di Galang
Kadis Kesehatan Agara Serahkan Data Sengketa Informasi Publik
Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!
Kesepakatan Besar Warga dan Developer, Jalan Diperbaiki, Lingkungan Ditata
P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena
Deli Serdang Teguhkan Syiar Islam dan Semangat Kebersamaan
Pemko Medan Tegaskan Komitmen Penataan Kota dan Kawasan Pariwisata
Petani Bahagia, Pertanian Maju. Deli Serdang Genjot IP 300 Berbasis Data Tanah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:54

Modal Amblas di Proyek Kapal Tongkang, Investor GL Dituntut Pertanggungjawabkan Dana Puluhan Juta

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17

Dana Desa Rikit Bur II Rp646 Juta, Tapi Rp300 Juta Tak Jelas Jejaknya .

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:14

Skandal “Dana Gaib” Rikit Bur II: Rp300 Juta Menguap dari Rincian Publik?

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:55

Masyarakat Bireuen Kembali Mendapat Bantuan Sembako Dari HRD dan PKB Peduli

Kamis, 12 Februari 2026 - 05:30

Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas dan Sudinhub Gelar Ramcheck Bus di Terminal Tanjung Priok

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:41

Jelang Ramadhan, HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:27

Menelusuri Jejak Pasukan Tulungan: Aliansi Militer Minahasa dalam Perang Jawa

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:18

Drama Tangsi Teling: Saat Merah Putih Biru Dirobek Menjadi Sang Saka di Tanah Minahasa

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x