Rp7,5 Triliun Uang Rakyat Aceh Masih Mengendap, KAKI: APBA Harus Segera Diserap untuk Kepentingan Masyarakat

- Editor

Jumat, 25 Juli 2025 - 02:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | TribuneIndonesia.com

Hingga memasuki bulan Juli 2025, Pemerintah Aceh belum juga berhasil merealisasikan secara optimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2025. Data terkini menunjukkan bahwa sekitar Rp7,5 triliun dana APBA masih mengendap di kas daerah. Hal ini memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Aceh.

Sekretaris KAKI Aceh, Purn TNI Zulsyafri, menyatakan bahwa lambatnya penyerapan anggaran tersebut sangat merugikan rakyat. Dana triliunan rupiah yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, justru terparkir tanpa kejelasan progres yang memadai.

 “Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Anggaran yang sudah disahkan justru belum digunakan secara maksimal. Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam tata kelola dan penyerapan anggaran daerah,” ujar Zulsyafri dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Menurut Zulsyafri, ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan dana APBA belum terserap, di antaranya proses birokrasi yang lamban, perencanaan yang kurang matang, hingga kendala teknis di lapangan. Namun, apapun penyebabnya, pemerintah daerah harus segera mencari solusi konkret agar dana tersebut tidak terus mengendap.

Sebagai informasi, APBA 2025 telah disahkan dengan total nilai sebesar Rp11,07 triliun. Pengesahan anggaran dilakukan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang digelar pada Selasa malam, 24 September 2024, di Kantor DPRA.

Penandatanganan dokumen pengesahan APBA tersebut dilakukan oleh Pj Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, bersama Ketua DPRA Zulfadhli dan Wakil Ketua Dalimi, serta disaksikan oleh Plh Sekda Aceh Azwardi dan para anggota dewan yang hadir.

 “Proses pengesahan APBA ini telah melalui tahapan yang cukup panjang, termasuk pendapat, usul, dan koreksi dari sembilan fraksi DPRA,” terang Zulsyafri.

Pj Gubernur Aceh dalam sambutannya saat pengesahan APBA 2025 lalu menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur legislatif Aceh yang telah bekerja keras menyelesaikan pembahasan rancangan qanun APBA dengan penuh dedikasi.

 “Kami akan menindaklanjuti semua saran, koreksi, dan masukan konstruktif yang disampaikan oleh fraksi-fraksi dan badan anggaran. Ini akan menjadi perhatian kami untuk pelaksanaan program yang lebih baik,” ujar Safrizal kala itu.

Namun, meskipun tahapan pengesahan telah selesai sejak tahun lalu, realisasi anggaran masih jauh dari harapan. KAKI menilai, jika kondisi ini terus berlanjut, maka akan berdampak pada stagnasi pembangunan daerah serta terhambatnya pelayanan publik yang mestinya menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  Hengky Honandar Puji Dedikasi AKBP Albert Zai Dimalam Pisah Sambut

Zulsyafri pun mendesak Pemerintah Aceh agar segera mempercepat proses penyerapan anggaran dan memastikan bahwa dana tersebut benar-benar digunakan untuk program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Rakyat Aceh butuh bukti, bukan janji. Jangan biarkan uang rakyat Rp7,5 triliun hanya mengendap tanpa manfaat. Pemerintah harus tanggap dan bertanggung jawab,” tegasnya.

KAKI juga meminta pengawasan yang lebih ketat dari DPRA, Inspektorat, dan lembaga pengawas lainnya agar proses penyaluran anggaran tidak hanya cepat, tetapi juga akuntabel dan tepat sasaran. (#)

Berita Terkait

Kejar Target , Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Lembur Pasang Pintu RTLH Hingga Malam Hari
Reje Kampung Alur Item Diminta Buka Transparansi Penggunaan Dana Desa 2024–2026, Warga Desak APH Lakukan Audit Menyeluruh
Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Layanan Dapur Hingga Panen Telur di Lapas Kota Bakti
Kecerdasan Mengelola Keuangan: Mahkota Sejati Seorang Istri
Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Wujudkan Harapan Baru bagi Rabumah Amin
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Kebijakan Kenaikan Dana HUNTAP, Tekankan Transparansi dan Ketepatan Sasaran
Rafi Sekedang Desak Satgas Pengawasan, Minta LGBT Tak Diberi Ruang di Acara Pemerintah
69 Tahun SMP Negeri 4 Ambon: Berkarya, Berprestasi, dan Melestarikan Budaya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:42

Perkuat Pelayanan Publik, Hengky Honandar Resmi Lantik Kepala Lingkungan Se-Kota Bitung

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:47

​Pusdiklat Paskibraka Bitung 2026 Resmi Dibuka, Siswa Terbaik Mulai Digembleng

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:29

Distanpan Simeulue Dorong Kemandirian Pangan, Lahan Telantar Disulap Jadi Kebun Cabai

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:52

Stand Terbaik Menutup PRSU ke-50

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:26

​Pacu Semangat Kemerdekaan, Delapan Kecamatan di Bitung Gelar Lomba Line Dance

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:03

PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE GANDENG KEJAKSAAN NEGERI SIMEULUE

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:13

​Pnt. Amos Kakomba Berpulang, Wali Kota Bitung Sampaikan Duka Cita Mendalam

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:30

Lemak Manis Serenci Kuasai Bola Kasti

Berita Terbaru

‎Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E, saat memimpin jalannya apel di lapangan Pemkot Bitung. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Perkuat Pelayanan Publik, Hengky Honandar Resmi Lantik Kepala Lingkungan Se-Kota Bitung

Senin, 3 Agu 2026 - 05:42

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x