Mahasiswa UDA Duduki Gedung Rektorat, Tuntut Kepastian Hak Akademik dan Keuangan

- Editor

Sabtu, 19 Juli 2025 - 17:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Foto: Mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) saat berunjuk rasa di depan Gedung Biro Rektor kampus, Jalan Dr. TD Pardede, Medan, Jumat (18/7/2025). Mereka menuntut kejelasan status akademik dan pengembalian uang kuliah akibat dualisme kepemimpinan kampus

Teks Foto: Mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) saat berunjuk rasa di depan Gedung Biro Rektor kampus, Jalan Dr. TD Pardede, Medan, Jumat (18/7/2025). Mereka menuntut kejelasan status akademik dan pengembalian uang kuliah akibat dualisme kepemimpinan kampus

MEDAN | TribuneIndonesia.com

Puluhan mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) Medan kembali turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung Biro Rektor, Jalan Dr. TD Pardede, Jumat (18/7/2025) sore. Mereka mendesak penyelesaian konflik internal kampus yang kian merugikan mahasiswa, terutama menyangkut kepastian akademik dan pengembalian uang kuliah.

Aksi yang berlangsung di tengah panasnya konflik dualisme kepemimpinan di kampus milik keluarga besar almarhum Dr. TD Pardede itu semakin memanas ketika mahasiswa mendapati pagar Biro Rektor digembok. Massa kemudian membongkar paksa pagar dan berhasil masuk ke halaman serta lobi gedung.

Aksi mahasiswa ini merupakan buntut dari kekisruhan kepemimpinan UDA, yang kini memiliki dua kubu rektorat, Dr. Lilis S. Gultom dan Prof. Suwardi Lubis,  akibat dualisme dalam tubuh Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA). Salah satu kubu yayasan dipimpin oleh Hana Nelsri Kaban, yang dinilai oleh mahasiswa melakukan berbagai kebijakan sepihak.

Mahasiswa menyuarakan protes keras karena sebagian besar hak mereka tidak dipenuhi, termasuk pengembalian uang kuliah dan tidak masuknya nilai akademik ke sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), yang berdampak pada status kelulusan mereka.

“Kami sudah bayar uang kuliah, tapi nilai kami tidak muncul di PDPT. Ini bentuk penelantaran akademik,” teriak salah satu orator dari BEM Fakultas Teknik dalam orasinya.

Selain membentangkan spanduk dengan berbagai tuntutan, mahasiswa juga melakukan aksi teatrikal, membakar ban bekas, dan mengenakan kostum pocong sebagai simbol matinya akuntabilitas kampus. Di antara spanduk mereka tertulis: “Mahasiswa Butuh Kepastian, Bukan Janji” dan “Birokrasi Sampah Gila Jabatan.”

Mahasiswa menolak keberadaan Prof. Suwardi Lubis yang ditunjuk sebagai Pj Rektor oleh kubu yayasan yang dipimpin Hana Nelsri Kaban. Mereka juga menuntut agar semua ruang kerja pejabat kampus yang digembok, seperti ruang Wakil Rektor I sampai III, PDPT, Biro Akademik Kemahasiswaan (BAK), dan Biro Administrasi Umum (BAU), segera dibuka, sesuai janji Pj Rektor pada 15 Juli lalu.

Baca Juga:  Gerakan Pangan Murah Hadir di Tiga Desa Kecamatan Batang Kuis, Warga Antusias Sambut Program Penekan Inflasi

Suasana sempat memanas karena tidak satupun pihak rektorat atau yayasan yang menemui mereka. Aparat dari Polresta Medan turun tangan untuk mengamankan situasi agar aksi tetap kondusif.

Sebelumnya, pada aksi Selasa (16/7/2025), mahasiswa juga telah mendatangi kantor LLDikti Wilayah I Sumatera Utara untuk mendesak lembaga tersebut tidak melakukan pembiaran terhadap konflik internal UDA. Mereka menilai Yayasan UDA di bawah kepemimpinan Hana Nelsri Kaban telah bertindak sewenang-wenang dan melanggar nilai demokrasi kampus.

Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, dalam keterangannya kepada media menyatakan pihaknya telah menyampaikan laporan ke Dikti dan akan memanggil kedua rektor pada pekan depan. Namun, ia juga mengakui adanya keterbatasan kewenangan terhadap yayasan karena hal itu menjadi ranah Kementerian Hukum dan HAM.

“Kami tidak bisa menegur yayasan langsung. Tapi semua laporan sudah kami teruskan, dan kami akan panggil kedua pihak untuk penyelesaian,” ujarnya, Rabu (17/7/2025).

Namun, mahasiswa menilai langkah itu belum cukup. Mereka mendesak LLDikti untuk lebih aktif mendorong penyelesaian ke tingkat kementerian serta memberikan perlindungan terhadap sivitas akademika yang dirugikan.

Aksi mahasiswa ini menjadi penanda krisis tata kelola pendidikan tinggi yang serius. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga seluruh tuntutan dipenuhi secara adil dan transparan, serta membuka ruang dialog dengan semua pihak terkait. (#)

Berita Terkait

Heboh Pertiban Aset! Bentak Warga, Bupati Diminta Evaluasi
Raih Terbaik III Regional Sulawesi, Kota Bitung Sabet 200 Kuota Bedah Rumah
IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Lokasi Longsor dan Kerusakan PDAM Tirta Tawar di Aceh Tengah
GRPK Apresiasi Gerak Cepat Ditreskrimsus Polda Sumut, Tangani Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di PT Sari Inco Food Corporation
SMP Negeri 13 Langsa Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa, Gandeng TNI-Polri
​Kadis Kominfo Bitung Gembleng Siswa SMK Polaris Pentingnya Etika Bermedia Sosial
Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:58

Heboh Pertiban Aset! Bentak Warga, Bupati Diminta Evaluasi

Jumat, 18 September 2026 - 13:07

Raih Terbaik III Regional Sulawesi, Kota Bitung Sabet 200 Kuota Bedah Rumah

Jumat, 18 September 2026 - 07:44

GRPK Apresiasi Gerak Cepat Ditreskrimsus Polda Sumut, Tangani Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen di PT Sari Inco Food Corporation

Jumat, 18 September 2026 - 06:59

SMP Negeri 13 Langsa Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa, Gandeng TNI-Polri

Jumat, 18 September 2026 - 04:55

Di Tengah Musibah Kebakaran Aceh Tenggara, Kapolres dan Bupati Hadir Kuatkan 13 KK Korban Terdampak

Jumat, 18 September 2026 - 04:33

Kedepankan Syariat Islam di Aceh, APH dan Pejabat Diimbau Prioritaskan Restorative Justice bagi Kasus Antar-Siswa di Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 04:28

SKANDAL PROYEK IRIGASI KAMPUNG NANGKA: Bau Busuk Korupsi Menyengat, CV Putra Jaya Tantang Hukum dan Keselamatan Rakyat!

Jumat, 18 September 2026 - 04:00

IPMARAM Desak Pemda Raja Ampat Segera Wujudkan Asrama Permanen di Yogyakarta

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Heboh Pertiban Aset! Bentak Warga, Bupati Diminta Evaluasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:58

Pemerintahan dan Berita Daerah

52 Rumah Nelayan Paluh Sibaji Mulai Direnovasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:01

Pemerintahan dan Berita Daerah

Industri Daur Ulang Sampah Elektronik Dijajaki, Potensi Serap 10.000 Tenaga Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:10

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x