Batang Kuis Bergerak Bersama Cegah Stunting: Edukasi Menyeluruh Demi Generasi Emas

- Editor

Rabu, 21 Mei 2025 - 13:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batang Kuis | TribuneIndonesia.com

Pemerintah Desa se-Kecamatan Batang Kuis terus memperkuat komitmen dalam mencegah stunting melalui kegiatan sosialisasi terpadu bertema “Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku” yang digelar di aula Kolam Pancing Pagar Pinang, Desa Sei Rotan, Rabu (21/5/2025). Kegiatan ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan balita.

Sosialisasi digelar dalam dua gelombang. Gelombang pertama melibatkan Desa Bakaran Batu, Tumpatan Nibung, Mesjid, Sena, dan Sidodadi. Sementara gelombang kedua melibatkan Desa Tanjung Sari, Batang Kuis Pekan, Baru, Sugiharjo, Payah Gambar, dan Bintang Meriah.

Camat Batang Kuis, Muhammad Faisal Nasution, S.STP., MAP, saat membuka kegiatan menyampaikan pentingnya edukasi stunting sebagai langkah awal menuju generasi sehat dan unggul.

“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai bahaya stunting dan bagaimana pencegahannya. Kita ingin anak-anak Batang Kuis tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ucapnya.

Senada, Kepala Desa Bakaran Batu, Muslim Susanto, yang mewakili para kepala desa se-Kecamatan Batang Kuis, menekankan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan. Ini menyangkut kecerdasan, imunitas, dan masa depan anak. Jika tak dicegah sejak dini, akan berdampak panjang terhadap kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Sebagai narasumber utama, dr. Hj. Lenni Estiani memaparkan berbagai langkah konkret pencegahan stunting, seperti:

Konseling gizi selama kehamilan

Pemeriksaan rutin ibu hamil

Asupan gizi seimbang untuk balita

Pemantauan tumbuh kembang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

Pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan

Ia juga mengingatkan bahwa stunting bisa berdampak pada penyakit tidak menular saat dewasa, seperti obesitas sentral, hipertensi, dan gangguan jantung.

Baca Juga:  Semangat Kebersamaan: Pawai Obor Akbar Meriahkan Malam Takbiran di Pante Bidari

“Gizi yang buruk di awal kehidupan bisa berdampak jangka panjang. Karena itu, peran ibu dan keluarga sangat penting dalam masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan anak,” jelas dr. Lenni.

Sementara itu, Kepala UPT BKKBN Batang Kuis, Masdiana, turut menyoroti faktor sosial yang memicu stunting, seperti jarak kelahiran yang terlalu dekat dan pernikahan usia dini.

“ASI setidaknya diberikan hingga anak berusia dua tahun. Jika jarak kelahiran terlalu rapat, pola asuh menjadi tidak maksimal. Hal ini harus kita pahami bersama,” kata Masdiana.

Ia menegaskan bahwa meskipun tidak semua anak pendek mengalami stunting, indikator utama stunting adalah perkembangan otak yang terhambat dan kondisi fisik yang rentan sakit.

Data dari tim kesehatan dan kader posyandu menyebutkan, dari hasil pendataan, hanya ditemukan satu anak yang menunjukkan gejala stunting di Kecamatan Batang Kuis. Ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat mulai meningkat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Batang Kuis, Kapolsek Batang Kuis, para kepala desa dan kaur, Kepala UPT BKKBN Batang Kuis, akademisi dari Universitas Negeri Medan (Unimed), serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dengan kolaborasi semua elemen — dari pemerintah desa, kader posyandu, puskesmas, hingga akademisi — Kecamatan Batang Kuis meneguhkan langkah menuju daerah bebas stunting, demi masa depan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ilham Tribuneindonesia.com

Berita Terkait

Jembatan ikonik Resmi Dibuka, Hamparan Perak Kini Melaju Kencang Menuju Pusat Pertumbuhan Baru
Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS dan Polres Aceh Tenggara Hadirkan Senyum Anak Lewat Trauma Healing Pasca Banjir di Desa Penungkunan
Pengunjung IIMS 2026 Kaget! Ternyata Bisa Urus Ini Sekalian di Lokasi
Arief Martha Rahadyan Apresiasi Penguatan Kendali Alih Fungsi Lahan oleh Pemerintah
KPHP GUNONG DUREN LAKUKAN PENGAWASAN AKTIVITAS TAMBANG TIMAH DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI SENUSUR SEMBULU
Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepedulian Sosial dan Syiar Keagamaan di Galang
Kadis Kesehatan Agara Serahkan Data Sengketa Informasi Publik
Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:26

IHGMA Aceh Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah Jelang Ramadhan

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:32

Jelang Ramadhan 1447 H, SDN 12 UPTD Bireuen Santuni Siswa Yatim dan Piatu

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:21

Menjelang Ramadhan 1447 H, Disperindagkop Gelar Pasar Murah di Tiga titik Kecamatan

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:42

Hj Faridah Adam HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Langsa dan Aceh Tamiang

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:27

Jelang Ramadhan, SDN 1 Bireuen Santuni Anak yatim/piatu

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:07

Jasa Raharja Kanwil DKI Jakarta Gelar FGD FKLL dengan Mitra Stackholder Wilayah Jakarta Utara,Cegah Kecelakaan di Jakarta Utara

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:35

‎Perkuat Transparansi, Satrol Kodaeral VIII Terima Audiensi Pengurus PPWI Bitung

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:08

​Insiden Penghalangan Liputan di Kantor ATR/BPN Bitung Menuai Kecaman

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x